Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir

Ratings: (0)|Views: 185 |Likes:
Published by Crist Temang
hasil penelitian
hasil penelitian

More info:

Published by: Crist Temang on Aug 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/12/2013

pdf

text

original

 
 pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir-LKSP2M.doc07
1
BAB IPENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Masalah kemiskinan merupakan salah satu penyebab munculnya permasalahan perekonomian masyarakat; karena definisi kemiskinan adalahlemahnya sumber penghasilan yang mampu diciptakan individu masyarakatyang juga mengimplikasikan akan lemahnya sumber penghasilan yang adadalam masyarakat itu sendiri dalam memenuhi segala kebutuhan perekonomian dan kehidupannya. Imran (2003) mengatakan bahwa :“Kemiskinan adalah suatu konsep yang cair, serba tidak pasti dan bersifat multi dimensional. Disebut cair karena kemiskinan bisa bermakna subjektif, tetapi sekaligus juga bermakna objektif.Secara objektif bisa saja masyarakat tidak dapat dikatakan miskinkarena pendapatannya sudah berada di atas batas garis kemiskinan,yang oleh sementara ahli diukur menurut standar kebutuhan pokok  berdasarkan atas kebutuhan beras dan gizi. Akan tetapi, apa yangtampak secara objektif tidak miskin itu, bisa saja dirasakan sebagaikemiskinan oleh pelakunya karena adanya perasaan tidak mampumemenuhi kebutuhan ekonominya, atau bahkan denganmembandingkan dengan kondisi yang dialami oleh orang lain,yang pendapatnya lebih tinggi darinya.”Dengan demikian, kemiskinan merupakan masalah yang bersifatkompleks dan multidimensional, baik dilihat dari aspek kultural maupunstruktural. Ada empat masalah pokok yang menjadi penyebab darikemiskinan, yaitu kurangnya kesempatan (
lack of opportunity
), rendahnyakemampuan (
low of capabilities
), kurangnya jaminan (
low level-security
) danketerbatasan hak-hak sosial, ekonomi dan politik sehingga menyebabkankerentanan (
vulnerability
), keterpurukan (
voicelessness
), danketidakberdayaan (
powerlessness
) dalam segala bidang.Tidak dapat disangkal lagi bahwa masyarakat pesisir merupakan segmenanak bangsa yang paling tertinggal tingkat kesejahteraannya dibandingkandengan anak bangsa lainnya yang bergelut di sektor non perikanan. Betapatidak, nelayan kecil yang jumlahnya cukup banyak mendiami wilayah pesisir mempunyai pendapatan hanya sekitar Rp 300.000,-/bulan/keluarga. Memang
 
 pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir-LKSP2M.doc07
2sungguh ironis, padahal wilayah pesisir sangat kaya sumberdaya kelautan dan perikanan serta jasa kelautan lainnya. (Direktorat PEMP – Ditjen P3K)Masalah kemiskinan struktural yang terjadi pada masyarakat pantai, dimana faktor-faktor yang menjadi penyebabnya pada dasarnya dikelompokkanatas : (1) masalah yang berkaitan dengan kepemilikan alat tangkap atau lebihtegasnya perahu bermotor; (2) akses terhadap modal khususnya menyangkut persyaratan kredit; (3) persyaratan pertukaran hasil tangkapan yang tidak  berpihak pada buruh nelayan; (4) sarana penyimpanan ikan; (5) hak  pengusahaan kawasan tangkap; dan (6) perusakan sistem organisasimasyarakat pesisir.Atas dasar pendapat di atas dan melihat kondisi kekinian di daerahkabupaten Lombok Timur, salah satu akar kemiskinan masyarakat pantaiadalah keterbatasan mengakses permodalan yang ditunjang oleh kultur kewirausahaan yang tidak kondusif yang dilandasi dengan sifat usaha yangindividual, tradisional dan subsistem. Banyak kasus pengentasan kemiskinanyang dilakukan dengan menjadikan masyarakat nelayan sebagai objek. Inidilakukan misalnya dalam bentuk pemberian bantuan (yang sebenarnya adalah pinjaman yang harus dibayar oleh nelayan) alat tangkap yang tidak mengacu pada kebutuhan nelayan, melainkan merupakan paket yang sudah ditentukandari atas, dan cenderung seragam antar berbagai daerah. Dengan sistem bantuan yang sifatnya
top down
ini, mengakibatkan alat bantuan menjadi tidak efektif. Seharusnya, jenis bantuan itu tidak semata-mata ditentukan dari atas,melainkan didasarkan atas dialog dengan masyarakat setempat. Dengan carademikian, nelayan diposisikan sebagai subjek dalam pembangunan perikanansehingga jenis bantuan yang diberikan akan betul-betul sesuai dengan yangdibutuhkan oleh nelayan.Permasalahan yang terkait dengan produksi memang merupakan permasalahan utama yang dihadapi oleh nelayan di kabupaten Lombok Timur,selain masalah pemasaran. Untuk mengatasi permasalahan itu, nelayan berusaha melakukan terobosan untuk meningkatkan pendapatan dengan caramengandalkan tengkulak untuk memasarkan hasil tangkapannya, danmeminjam uang kepada pemilik modal untuk pengadaan alat tangkap. Akan
 
 pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir-LKSP2M.doc07
3tetapi, ternyata berbagai upaya yang dilakukan oleh nelayan untuk meningkatkan kesejahteraannya telah menjebak mereka dalam ketergantungandengan pihak lain sekaligus menempatkan pada posisi yang lemah.Pada kondisi seperti tersebut di atas, berakibat potensi sumber daya alamkelautan dan perikanan yang melimpah hingga kini belum dikelola dandimanfaatkan secara optimal sehingga belum memberikan kontribusi yangsignifikan terhadap pembangunan bangsa secara keseluruhan. Malah yangterjadi adalah sebaliknya, di mana lingkaran setan kemiskinan terus sajaterjadi di berbagai daerah pesisir. Lingkaran setan ini, pada pokoknya berasaldari fakta bahwa produktivitas total di daerah terbelakang (pesisir) sangatrendah sebagai akibat kekurangan modal, pasar yang tidak sempurna, danketerbelakangan perekonomian. Lingkaran setan tersebut kalau dilihat darisudut permintaan dapat dijelaskan sebagai berikut:“Rendahnya tingkat pendapatan nyata menyebabkan tingkat permintaan menjadi rendah, sehingga pada gilirannya tingkatinvestasi pun rendah. Tingkat investasi yang rendah kembalimenyebabkan modal kurang dan produktivitas rendah.Produktivitas rendah tercermin di dalam pendapatan yang nyatarendah. Pendapatan nyata rendah berarti tingkat tabungan jugarendah. Tingkat tabungan yang rendah menyebabkan tingkatinvestasi rendah dan modal kurang. Kekurangan modal padagilirannya bermuara pada produktivitas yang rendah. Dengandemikian lingkaran setan itu lengkaplah pula kalau dilihat darisudut penawaran”. Jhingan (2004 : 33-34)Apabila digambarkan, maka lingkaran setan itu akan membentuk polasebagai berikut:
Gambar 3.1
 
Gambar 3.2
 
ProduktivitasKurangModalPendapatanRendahInvestasiRendahTabunganRendah
 
ProduktivitasRendahKurangModalPendapatanRendahInvestasiRendahPermintaanRendahProduktivitasRendah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->