Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
90Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
PERENCANAAN RUMAH SAKIT SWADANA

PERENCANAAN RUMAH SAKIT SWADANA

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 6,601 |Likes:
Published by ujangketul62
perencanaan rumah sakit jika ingin swadana menuju badan layanan umum daerah, mencari sumber anggaran sendiri, mengelolanya sendiri dan memanfaatkannya sendiri, serta bertanggungjawab kepada stakeholder sesuai peraturan perundangan yang berlaku, berupaya meningkatkan kesejahteraan karyawan dan meningkatkan pelayanan dengan efektif dan efisien.
perencanaan rumah sakit jika ingin swadana menuju badan layanan umum daerah, mencari sumber anggaran sendiri, mengelolanya sendiri dan memanfaatkannya sendiri, serta bertanggungjawab kepada stakeholder sesuai peraturan perundangan yang berlaku, berupaya meningkatkan kesejahteraan karyawan dan meningkatkan pelayanan dengan efektif dan efisien.

More info:

Published by: ujangketul62 on Jun 09, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2013

pdf

text

original

 
Panitia Persiapan Swadana Rumah Sakit Daerah Kol. Abundjani Bangko
1
ADVOKASI RUMAH SAKIT SWADANA
BAB IA. LATAR BELAKANG
Reformasi pembangunan mendorong untuk segera dilakukan berbagai perubahan danpenyesuaian sejalan dengan tuntutan reformasi itu sendiri. Kejujuran, keterbukaan, kepatuhan terhadaphukum, profesionalisme dan keberpihakan kepada kebutuhan pelayanan publik serta sistem pemerintahanyang bersih, bertanggung jawab, bebas korupsi, kolusi dan nepotisme menjadi agenda yang harus segeramenjadi kenyataan.Upaya perubahan dan penyesuaian Rumah Sakit Daerah dapat berlaku dalam bentuk:kelembagaan, pengelolaan keuangan RSD dan lain sebagainya yang sebenarnya telah ditopang denganberbagai kebijakan yang seharusnya berfungsi sebagai akselerasi transformasi bentuk kelembagaan danperubahan manajemen keuangan Rumah Sakit Daerah dalam era otonomi ini.Kebijakan otonomi daerah berdasarkan Undang-Undang No. 22 tahun 1999 dan Undang-Undang No. 25 tahun 1999 ternyata bukan saja telah membawa berbagai perubahan mendasar dalamtatanan dan praktek penyelenggaraan pemerintahan di daerah; tetapi juga menimbulkan berbagaipermasalahan yang merupakan tantangan bagi semua pihak yang menginginkan otonomi daerah berhasildengan baik demi peningkatan kesejahteraan masyarakat, profesionalisme pelayanan dan peningkatankualitas sumber daya manusia.Kejujuran dan memegang amanah hasil musyawarah dalam pelaksanaan rencana anggaran
dan kegiatan merupakan “
spot light 
” manajemen dan jiwa rumah sakit swadana. Berbagai peraturan
kebijakan telah mampu mengkondisikan perlunya transformasi manajemen kesehatan dan manajemenpengelolaan keuangan di rumah sakit daerah.
Pergeseran paradigma pembangunan kesehatan dan maju pesatnya perkembangan
“iptek” menyebabkan timbulnya perubahan asumsi masyarakat tentang bagaimana:
1. Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit2. Profesionalisme tenaga pelayanan kesehatan3. Pengertian sehat/sakit4. Perubahan pola penyakit5. Pergeseran nilai ekonomi6. Dan lain sebagainyaTuntutan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan adanya pelayanan kesehatan yang bermutu,murah, mudah, dan terjangkau dan atau telah menimbulkan berbagai pemasalahan dari berbagaikomponen-komponen pelayanan kesehatan di RSD diantaranya:1. Permasalahan penyediaan anggaran operasional2. Permasalahan pengadaan obat dan bahan habis pakai3. Permasalahan kinerja yang berhubungan dengan ada tidaknya perawatSalah satu sasaran pembangunan dan pengembangan perumahsakitan yang ingin dicapaiDirektorat Jenderal Pelayanan Medik adalah agar rumah sakit mampu mandiri dalam pembiayaan dan
 
Panitia Persiapan Swadana Rumah Sakit Daerah Kol. Abundjani Bangko
2
rumah sakit pemerintah dapat mengelola secara langsung dana penerimaan fungsionalnya yang diperolehdari jasa pelayanannya dan penerimaan dari berbagai sumber dana lainnya yang mengikat maupun yangtidak mengikat secara terpadu.Untuk mencapai sasaran tersebut perlu dilakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut:1. Penyempurnaan sitem akuntansi dan informasi keuangan rumah sakit untuk memungkinkan adanyapenyusunan biaya suatu
(unit cost)
, pengendalian dan perencanaan biaya yang memadai.2. Penyempurnaan pola pembiayaan dengan menggunakan Pola Swakelola agar rumah sakit dapatmengelola secara langsung dana penerimaan fungsional yang diperoleh dari jasa pelayanannya.3. Peningkatan pemulihan biaya
(cost recovery)
rumah sakit dengan penyempurnaan pola tarif rumahsakit dan peningkatan peran serta masyarakat dan swasta dalam memikul biaya rumah sakit, sertapeningkatan efisiensi pembiayaan.Untuk mendukung kegiatan tersebut perlu pemutakhiran peraturan perundang-undangan yangada serta menyusun peraturan dan perundangan yang baru sesuai keperluan.Sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Daerah Kolonel Abundjani Bangko sepertitertera dalam PERDA Kabupaten Sarolangun Bangko No. 3 tahun 1996, maka rumah sakit daerahdiwajibkan memberikan pelayanan kesehatan dalam upaya-upaya promotif, preventif, kuratif danrehabilitatif kepada masyarakat yang membutuhkan.
B. PERLUNYA RUMAH SAKIT MENJADI UNIT SWADANA
Rumah sakit pemerintah menghadapi berbagai masalah yang merupakan faktor yangmempengaruhi/mendorong, kebutuhan akan rumah sakit sebagai unit swadana yaitu:1. Sistem akuntansi yang berlaku tidak memungkinkan rumah sakit pemerintah mempunyai ruang gerakyang fleksibel guna mengembangkan pelayanan yang dibutuhkan dan sesuai dengan tuntutan situasipada saat tersebut.2. Pelayanan kesehatan akan semakin mahal karena pola penyakit yang berubah serta teknologi yangdigunakan semakin canggih dengan perkembangan peralatan yang cepat dan diikuti dengan majunya jaringan informasi kesehaan di dunia.3. Pola pentaripan dan sitem imbalan jasa yang belum mantap (belum mencerminkan reward positirasional terhadap kompetensi profesi dan kemampuan ekonomi masyarakat).4. Rumah sakit mencoba menggunakan pendapatan rumah sakit secara langsung diawal-awal tahunanggaran.Manajemen keuangan/anggaran yang baru terrealisasi pada bulan ketiga dan atau keempatpada tahun anggaran kerja untuk RSD telah menimbulkan hutang (masalah keuangan) demi menunjangkelancaran pelayanan kepada masyarakat/pasien.Berdasarkan hal tersebut diatas, maka RSD Kol. Abundjani membutuhkan suatu kebijakan daripemerintah daerah dalam hal adanya kewenangan untuk menggunakan penerimaan fungsionalnya secaralangsung. Penerimaan tersebut merupakan bagian unsur biaya yang diperlukan bagi pemberian jasa yangdibutuhkan masyarakat dan atau instansi pemerintah.
 
Panitia Persiapan Swadana Rumah Sakit Daerah Kol. Abundjani Bangko
3
C. DASAR HUKUM
Penyelenggaraan Rumah Sakit Unit Swadana berpayung pada beberapa peraturanperundangan yang berlaku diantaranya:1. Undang-Undang RI. No. 20 tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (LembaranNegara RI. No. 43 Tahun 1997) Tambahan (Lembaran Negara RI. No. 3687 Tahun 1997)2. Undang-Undang RI. No. 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (BAB XII PENGELOLAANKEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM; PASAL 68, 69) Lembaran Negara Republik IndonesiaNo. 5 tahun 2004 (tambahan LNRI No. 4355 tahun 2004)3. Peraturan Pemerintah RI No. 22 tahun 1997 Jenis dan Penyetoran Penerimaan Negara BukanPajak (LNRI. No. 57 Tahun 1997) Tambahan LNRI. No. 3694 Tahun 1997)4. Peraturan Pemerintah RI No. 20 tahun 2001 tentang Pedoman Kelembagaan dan PengelolaanRumah Sakit Daerah5. Keputusan Presiden RI No. 29 tahun 1984 tentang Pelaksanaan Anggaran Pendapatan danBelanja Negara.6. Kep Pres RI No. 38 tahun 1991 tentang Unit Swadana dan Tata Cara Pengelolaan Keuangannya.7. Kep Pres RI No. 40 tahun 2001 tentang Pedoman Kelembagaan dan Pengelolaan Rumah SakitDaerah8. Keputusan Menteri Keuangan No. 478/KMK.03/1992 tanggal 14 Januari 1992 tentangPenatausahaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Unit Swadana Pusat.9. Keputusan Menteri Keuangan No. 235/KMK.01/1992 tanggal 10 Januari 1992 tentang Tata CaraPengusulan dan Penetapan Satuan Kerja Instansi Pemerintah menjadi Unit Swadana.10. Keputusan Mendagri No. 92 tahun 1993 tentang Penetapan dan Penata Usahaan sertaPertanggung jawaban Keuangan Unit Swadana Daerah.11. Keputusan Mendagri No. 900
 –
1101 tahun 1997 tentang Petunjuk Teknis Pengusulan, Penetapandan Tata Cara Pengelolaan Keuangan Unit Swadana Daerah.12. Kepmenkes RI No. 582/Menkes/SK/VI/1997 tentang Pola Tarif Rumah Sakit Pemerintah;13. Keputusan Mendagri No. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggung jawabandan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan danBelanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah14. Instruksi Mendagri No. 5 tahun 1994 tentang Pelaksanaan Kepmendagri No. 92 tahun 199315. Instruksi Mendagri No. 29 tahun 1997 tentang Penyediaan Dana Pembinaan Manajemen UnitSwadana Daerah16. Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran tanggal 16 Juni 1992 No. SE 71/A/513/0692 tentangPenambahan MAP dan MAK baru.17. Surat Edaran Direktur Jenderal Anggaran tanggal 16 Juli 1992 No. SE 80/A/54/0792 tentangPenatausahaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Unit Swadana Pusat.18. Surat Edaran Dirjen Anggaran No. SE
 –
140/A/54/1292 tanggal 17 Desember 1992 tentang PenataUsahaan dan Pertanggung jawaban Keuangan Unit Swadana19. Surat Edaran Dirjen Anggaran No. SE
 –
37/A/46/1393 tahun 1993 tentang Petunjuk PenyusunanDaftar Rencana Kerja Tahun Anggaran Rumah Sakit Swadana20. Peraturan Daerah Sarolangun Bangko No. 3 tahun 1996 tentang Struktur Organisasi dan TataKerja Rumah Sakit Umum Daerah Bangko.21. Peraturan Daerah Kabupaten Merangin No 11 tahun 2000 tentang Tarif Pelayanan KesehatanRSD BANGKO dan PUSKESMAS.22. SK Gubernur Propinsi Jambi NO. 821.22/1375/UP tanggal 7 Oktober 2000 tentang JabatanDirektur RSUD BANGKO;23. Keputusan Bupati Merangin Nomor 265 Tahun 2002 tanggal 29 Agustus 2002 tentang PerubahanNama RSUD Bangko menjadi RSD Kol. Abundjani;24. Keputusan Bupati Merangin No. SK. 821.24/35/UP/ tanggal 5-2-2000 tentang Pelaksana HarianDirektur RSUD BANGKO;

Activity (90)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Orizucka Mazkha liked this
Aura Net liked this
Drarih Ginting liked this
Rossy Afiano liked this
Marsella Sehan liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->