menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang merekausahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." (al-Baqarah [2]: 264)
Siapa saja yang menginginkan supaya dirinya terlihat menonjol, sebenarnya ia mencari keridhaan oranglain, bukan Allah. Seorang mukmin sejati harus benar-benar cermat menghindarkan dirinya untuk pamer saat menolong orang lain, bertingkah laku baik, beribadah, ataupun berkorban. Satu-satunya tujuan orangyang ikhlas beriman kepada Allah hanyalah mendapatkan keridhaan Allah. Al-Qur`an juga menekankanbagaimana para nabi menjalankan ritual-ritual keagamaan demi keridhaan Allah dan tidak pernahmengharapkan balasan ataupun keuntungan pribadi. Kalimat berikut diucapkan oleh Nabi Hud a.s. kepadakaumnya untuk meyakinkan kebenaran ini.
"Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini. Upahku tidak lan hanyalah dariAllah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" (Hud [11]: 51)
Seorang mukmin tidak pernah berusaha mendapatkan keridhaan siapa pun selain Allah. Ia tahu pasti bahwaAllahlah yang memiliki dan mengenggam semua hati dan bahwa semua manusia akan ridha hanya jika Diaridha. Lebih jauh, tidak ada pujian apa pun di dunia ini yang akan menyelamatkan dirinya di akhirat. Padahari pembalasan, setiap orang akan berdiri sendiri di hadapan Allah dan ditanyai atas setiap perbuatannya.Pada hari itu, keimanan, kesalehan, keikhlasan, dan kepatuhan akan memainkan peran yang penting. NabiMuhammad saw. mengingatkan orang-orang beriman akan pentingnya keikhlasan,
"Allah menerima perbuatan yang dilakukan secara murni karena Allah dan bertujuan untuk mencari keridhaan-Nya."
BERPALING KEPADA ALLAH DENGAN PENYESALAN DAN KEIKHLASANDALAM NIAT DAN PERBUATAN
Allah mengatakan kepada para mukmin sejati tentang keimanan yang murni,
"Dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertaqwalah kepada-Nya serta dirikanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah." (ar-Ruum [30]: 31)
Allah meminta kita untuk memperhatikan ayat lain yang menyatakan bahwa jalan yang benar untuk diikutiadalah jalan yang dilalui oleh para nabi dan orang-orang yang saleh.
"... dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu,maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (Luqman [31]: 15)
Berpaling kepada Allah dengan pengabdian sepenuh hati berarti mencintai-Nya dengan sebenar-benar cinta, sehingga seseorang tidak dapat menjauh dari keimanan, pengabdian, dan kesetiaan dalam kondisiapa pun, dan memiliki rasa takut kepada-Nya dan hati-hati menjaga agar tidak kehilangan keridhaan-Nya.Dengan demikian, setiap orang yang beriman dan tunduk patuh kepada Allah akan mendirikan shalat danmengerjakan amalan lainnya untuk mendapatkan keridhaan-Nya. Sebagai kesimpulan dalam hal ini, yangmerupakan dasar penyucian diri, seorang mukmin sejati adalah,
"Orang-orang yang beriman danmengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka...." (Hud [11]: 23)
Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk menunaikan perintah-Nya dan melakukan ibadah yangtelah diuraikan di dalam Al-Qur`an, dengan penuh kepatuhan, keikhlasan, dan hati yang dimurnikan hanyauntuk-Nya. Dalam sebuah ayat dikisahkan bagaimana Allah mengingatkan Maryam a.s. untuk mematuhi-Nya dengan pengabdian sepenuh hati,
"Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk." (AliImran [3]: 43)
Hal ini juga dinyatakan oleh Nabi saw.,
"Kebaikan dan kenikmatan adalah bagi orang yang menyembahTuhan-Nya dengan sebaik-baik kepatuhan dan melayani Tuhannya dengan tulus ikhlas."
Leave a Comment