• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
BIOGRAFI DR. H.M. HIDAYAT NUR WAHID, M.A
1.Pendahuluan
Ia politisi, uztad dan cendekiawan yang bergaya lembut serta menge-depankan moral dan dakwah. Sosoknya semakin dikenal masyarakat luassetelah ia menjabat Presiden Partai Keadilan (PK), kemudian menjadi KetuaUmum Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai ini memperoleh suarasignifikan dalam Pemilu 2004 yang mengantarkannya menjadi Ketua MPR2004-2009. Kepemimpinnya memberi warna tersendiri dalam petaperpolitikan nasional.Namanya adalah DR. H.M. HIDAYAT NUR WAHID, M.A, Lahir Klaten,8 April 1960. beliau menempuh jenjang pendidikan SDN Kebondalem Kidul I,rambanan Klaten, 1972. Pondok Pesantren Walisongo, Ngabar Ponorogo,1973. Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, 1978. IAIN SunanKalijogo, Yogyakarta ( Fakultas Syari’ah), 1979. Fakultas Dakwah &Ushuluddin Universitas Islam Madinah Arab Saudi, 1983. Judul Skripsi Mauqif Al-Yahud Min Islam Al Anshar”. Program Pasca Sarjana UniversitasIslam Madinah Arab Saudi, jurusan Aqidah, 1987. Judul Skripsi AlBathiniyyaun Fi Indonesia,”Ardh wa Dirosah”. Program Doktor PascaSarjana Universitas Islam Medina, Arab Saudi, Fakultas Dakwah &Ushuludiin, Jurusan Aqidah, 1992. Judul Diskripsi “Nawayidh lir Rawafidh LilBarzanji, Tahqiq wa Dirosah”.Pekerjaan beliau adalah. Dosen Pasca Sarjana Magister Studi Islam,UMJ, Dosen Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum, UMJ, Dosen PascaSarjana IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dosen Fakultas Ushuluddin(Program Khusus) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Dosen Pasca SarjanaUniversitas Asy-Syafi’iyah, Jakarta, Ketua LP2SI (Lembaga PelayananPesantren dan Studi Islam) Yayasan Al-Haramain, Jakarta, Dewan Redaksi
 
Jurnal “Ma’rifah”, Ketua Forum Dakwah Indonesia, dan sekaranga adalahKetua MPR RI
2.Kedepankan Moral dan Dakwah
Ia politisi, uztad dan cendekiawan yang bergaya lembut serta menge-depankan moral dan dakwah. Sosoknya semakin dikenal masyarakat luassetelah ia menjabat Presiden Partai Keadilan (PK), kemudian menjadi KetuaUmum Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Partai ini memperoleh suarasignifikan dalam Pemilu 2004 yang mengantarkannya menjadi Ketua MPR2004-2009. Kepemimpinnya memberi warna tersendiri dalam petaperpolitikan nasional.Setelah terpilih menjadi Ketua MPR, dia pun mengundurkan diri dari jabatan Ketua Umum DPP PKS, 11 Oktober 2004. Majelis Surya DPP PKSmemilih Tifatul Sembiring menggantikannya sampai akhir periode (2001-2005).Sudah menjadi komitmen partainya, setiap kader tidak pantasmerangkap jabatan di partai manakala dipercaya menjabat di lembagakenegaraan dan pemerintahan (publik). Hal ini untuk menghindari terjadinyapenyalahgunaan jabatan. Sekaligus untuk dapat memusatkan diri pada jabatan di lembaga kenegaraan tersebut.Dosen Pasca Sarjana UAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini tidakpernah bercita-cita jadi politisi. Namun setelah memasuki kegiatan politikpraktis namanya melejit, bahkan dalam berbagai poling sebelum Pemilu 2004namanya berada di peringkat atas sebagai salah seorang calon Presidenatau Wakil Presiden. Namun dia mampu menahan diri, tidak bersediadicalonkan dalam perebutan kursi presiden kendati PKS dengan perolehansuara 7 persen lebih dalam Pemilu Legislatif berhak mengajukan calon
 
presiden dan calon wakil presiden. Dia menyatakan akan bersediadicalonkan jika PKS memperoleh 20 persen suara Pemilu Legislatif.Pada Pemilu Presiden putaran pertama PKS mendukung Capres-Cawapres Amien Rais-Siswono. Lalu karena Amien-Siswono tidak lolos keputaran kedua, PKS mendukung Capres-Cawapres Susilo BY dan JusuKalla dalam Pilpres putaran kedua. Dukungan PKS ini sangat signifikanmenentukan kemenangan pasangan ini.Kemudian partai-partai pendukung SBY-Kalla plus PPP (keluar dariKoalisi Kebangsaan) yang bergabung di legislatif dengan sebutan populer Koalisi Kerakyatan mencalonkannya menjadi Ketua MPR. Hidayat Nur Wahidsebagai Calon Paket B (Koalisi Kerakyatan) ini terpilih menjadi Ketua MPR RI2004-2009 dengan meraih 326 suara, unggul dua suara dari Sucipto CalonPaket A (Koalisi Kebangsaan) yang meraih 324 suara, dan 3 suara abstainserta 10 suara tidak sah. Pemilihan berlangsung demokratis dalam SidangParipurna V MPR di Gedung MPR, Senayan, Jakarta 6 Oktober 2004.Koalisi Kerakyatan mencalonkan Paket B yakni Hidayat Nur Wahiddari F-PKS sebagai calon ketua dan AM Fatwa dari Fraksi Partai AmanatNasional (F-PAN), serta dua dari unsur Dewan Perwakilan Daerah (DPD)BRAy Mooryati Sudibyo dari DKI Jakarta dan Aksa Mahmud dari SulawesiSelatan masing-masing sebagai calon wakil ketua. Sedangkan KoalisiKebangsaan mencalonkan Paket A yakni Sucipto dari Fraksi PDI Perjuangansebagai calon ketua, kemudian Theo L. Sambuaga dari Fraksi Partai Golkar dan dua unsur DPD Sarwono Kusumaatmaja dari DKI Jakarta dan Aida IsmetNasution dari Kepulauan Riau, masing-masing sebagai calon wakil ketua.
3.Penuh Tawakal 
Ia tak pernah menargetkan atau memprogramkan mau jadi apapun,termasuk menjadi ketua partai. Ia mengaku menjalani hidup mengalir begitusaja dengan penuh tawakal. ”Dan Alhamdulillah, hidup saya berjalan dengan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...