Halaman | 2
arahan dan petunjuk kepada kita umatnya, agar kita selalu mengikuti jalan yanglurus, jalan yang lempang, jalan keselamatan, shirathal mustaqim, sehinggadapat mengantarkan kita kepada kehidupan yang menyenangkan dan penuhkenikmatan tidak hanya di dunia ini tapi juga di akhirat kelak. Insya Allah.
Ma’asyiral muslimin yang berbahagia !
Sejak tadi malam kumandang takbir terdengar dimana-mana, riuhnyabagaikan memenuhi rongga-rongga kehidupan kita, menggetarkan danmenggugah hati sanu bari setiap orang beriman. Ia menembus rongga-ronggalangit, naik terus tanpa henti, bersahut-sahutan dari mulut setiap muslim, takpeduli apakah ia sudah tua ataupun mereka masih muda, apakah ia orang kayaataupun mereka orang papa, apakah ia dalam keadaan gembira ataupunberduka, dimanapun mereka berada, di masjid ataupun di lapangan terbuka .Seluruhnya bertakbir, tunduk dan tafakkur dengan setulus hati kepada AllahSWT. sebagai puncak pengakuan tauhid yang mendalam, bahwa hanya Allah-lahYang Maha Besar, hanya Allah-lah Yang Maha Agung, tiada tuhan kecuali Dia.Reformasi telah mengantarkan kita menjadi orang bebas, bebas dari rasatakut, bebas dari intimidasi, bebas melakukan ekspressi, bebas menyampaikandan menyalurkan aspirasi sesuai dengan yang kita kehendaki. Akan tetapi adaironi di balik kebebasan yang kita peroleh pada masa sekarang ini. Ada kesandan kecendrungan yang kuat dan mendalam bahwa kita masyarakat Indonesiatelah memiliki terlalu banyak kebebasan (
to much freedom
), yang pada gilirannyakita rasakan telah menimbulkan berbagai ekses/akibat. Jika demokrasi adalahdambaan kita semua, tetapi “
to much democrasy”
telah memunculkan fenomena“
demo-crazy
”, kebebasan yang kebablasan, demo yang gila-gilaan, apa sajadidemo oleh masyarakat, pejabat korup didemo, kenaikan BBM didemo, tidakmendapatkan jatah beras murah didemo, tidak kebagain kartu sehat didemo,bahkan tidak dapat surat keterangan miskin supaya dapat subsidipundidemo,sehingga ia telah menambah akumulasi
disorientasi
dan
dislokasi
sosialbudaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan kehidupanberagama kita.Kini atas nama kebebasan dan demokrasi, kita sering melihat berbagaikelompok dalam masyarakat melakukan
fait a compli
(peta kompli) ter
hadapperorangan dan bahkan lembaga, baik itu lembaga politik, lembaga ekonomi,lembaga sosial dan bahkan lembaga keagamaan. Yang menakutkan kita adalah“
fait a compli
” itu sering dilakukan dengan cara-cara
intimidatif
,
arogan
dan
Add a Comment