/  8
 
 
Halaman | 1
 
KEMBALI KE JATI DIRI UNTUK MENEGAKKANNILAI-NILAI KEMANUSIAAN
 
Oleh : Afifi Fauzi Abbas
 آو ا رو  ماآا اا – آا ا – آا ا
3
x
 ا و آا ا،  او ، و ،و ق ىا  او باا مهو. اةا بر ا ا ا  نا .   ا لﺱر اﻡ نا او. ﻡا ﺱو ا ا  ﺱو  ا,او ﻡو و ا و.ا د  ، ﻡانا ز  ا ى ىیاو وا.
 
Ma’asyiral muslimin rahima kumullah. Allahu Akbar 3 x 
 Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Agung,Penjaga alam semesta, Pengayom bagi seluruh makhluk di jagad raya ini, kitamohonkan ampunan dari-Nya, kiranya kita segera dijauhkan dari musibah danmarabahaya, kita dijauhkan dari perpecahan dan sikap permusuhan dan salingcuriga karena perbedaan visi dan sikap politik. Kita bersyukur kepada Allahkarena berkat lindungan dan inayah-Nya kita masih dapat hadir di tempat inidalam rangka mengagungkan asma-Nya, menunaikan perintah-Nya,melaksanakan shalat Idul Fitri tahun 1426 H .Kita mohonkan kepada Allah, kiranya salawat serta salam tidak henti-hentinya dicurahkan kepada nabi kita Muhammad SAW yang telah memberikan
Khutbah Idul Fitri1426Hijriyah yang disampaikan di Masjid Raya AmpangGadang VII Koto Talago, Kecamatan Guguk, Kab.50 Kota Sumbar
 
 
 
Halaman | 2 
 
arahan dan petunjuk kepada kita umatnya, agar kita selalu mengikuti jalan yanglurus, jalan yang lempang, jalan keselamatan, shirathal mustaqim, sehinggadapat mengantarkan kita kepada kehidupan yang menyenangkan dan penuhkenikmatan tidak hanya di dunia ini tapi juga di akhirat kelak. Insya Allah.
Ma’asyiral muslimin yang berbahagia !
Sejak tadi malam kumandang takbir terdengar dimana-mana, riuhnyabagaikan memenuhi rongga-rongga kehidupan kita, menggetarkan danmenggugah hati sanu bari setiap orang beriman. Ia menembus rongga-ronggalangit, naik terus tanpa henti, bersahut-sahutan dari mulut setiap muslim, takpeduli apakah ia sudah tua ataupun mereka masih muda, apakah ia orang kayaataupun mereka orang papa, apakah ia dalam keadaan gembira ataupunberduka, dimanapun mereka berada, di masjid ataupun di lapangan terbuka .Seluruhnya bertakbir, tunduk dan tafakkur dengan setulus hati kepada AllahSWT. sebagai puncak pengakuan tauhid yang mendalam, bahwa hanya Allah-lahYang Maha Besar, hanya Allah-lah Yang Maha Agung, tiada tuhan kecuali Dia.Reformasi telah mengantarkan kita menjadi orang bebas, bebas dari rasatakut, bebas dari intimidasi, bebas melakukan ekspressi, bebas menyampaikandan menyalurkan aspirasi sesuai dengan yang kita kehendaki. Akan tetapi adaironi di balik kebebasan yang kita peroleh pada masa sekarang ini. Ada kesandan kecendrungan yang kuat dan mendalam bahwa kita masyarakat Indonesiatelah memiliki terlalu banyak kebebasan (
to much freedom
), yang pada gilirannyakita rasakan telah menimbulkan berbagai ekses/akibat. Jika demokrasi adalahdambaan kita semua, tetapi “
to much democrasy” 
telah memunculkan fenomena
demo-crazy 
”, kebebasan yang kebablasan, demo yang gila-gilaan, apa sajadidemo oleh masyarakat, pejabat korup didemo, kenaikan BBM didemo, tidakmendapatkan jatah beras murah didemo, tidak kebagain kartu sehat didemo,bahkan tidak dapat surat keterangan miskin supaya dapat subsidipundidemo,sehingga ia telah menambah akumulasi
disorientasi 
dan
dislokasi 
sosialbudaya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan kehidupanberagama kita.Kini atas nama kebebasan dan demokrasi, kita sering melihat berbagaikelompok dalam masyarakat melakukan
 fait a compli 
(peta kompli) ter
 
hadapperorangan dan bahkan lembaga, baik itu lembaga politik, lembaga ekonomi,lembaga sosial dan bahkan lembaga keagamaan. Yang menakutkan kita adalah
 fait a compli 
” itu sering dilakukan dengan cara-cara
intimidatif 
,
arogan
dan
 
 
Halaman | 3
 
bahkan dengan kekerasan. Kebebasan seperti ini ternyata justru telahmengancam kebebasan itu sendiri, kebebasan yang kebablasan dapat menelankebebasan yang yang sedangdiperjuangkan.Atasnama kebebasan, misalnya kebebasan berfikir (berijtihad), denganarogansi intelektualnya sekelompok intelektual muda Islam (baik dari kalanganMuhammadiyah maupun dari kalangan NU), beranggapan bahwa perbedaanagama tidak dapat dijadikan sebagai penghalang (
mani’ 
) bagi dilangsungkannyasuatu perkawinan. Mahar perkawinan bukanlah hanya kewajiban suami dan hakistri, akan tetapi adalah hak dan kewajiban timbal balik antara keduanya. Anakluar nikah nasabnya tidak hanya dapat dinisbahkan kepada ibunya tapi jugakepada laki-laki yang menghamili ibunya. Masa iddah bukan hanya milik istriakan tetapi juga milik suami, dan masih banyak contoh lainnya. Dengan alasankebeban ijtihad tersebut, apa yang telah menjadi aturan dan padangan Islamsecara umum dianggap bertentangan dengan nilai-nilai
demokrasi, pluralisme,dan kesetaraan jender.
Dalam pandangan mereka ayat al-Quran itu tidak adayang qath’I, semuanya dhanny, semuanya relatif, sama kedudukannya denganinformasi lainnya, hanya sebagai wacana, yang sekali waktu dapat digunakan dansekali waktru juga dapat diabaikan.
Na’uzubillahi 
.Euforia kebebasan, dengan demikian telah menggiring kalanganmasyarakat kita ke arah sejarah kelam baik pada tingkat wacana maupun padatingkat empiris. Secara kasat mata ekpresinya dapat kita lihat dalam berbagaibentuk dan tindakan aksi demo, yang bukan tidak sering sangat anarkis danvulgar, dari sudut pandang manapun kita melihatnya; apakah dari sudut pandangkemanusiaan, sudut pandang agama, sudut pandang hukum, etika dan moral,budaya dan adat istiadat sekalipun. Dari sudut manapun kita melihatnya sangatsulit bahkan tidak mungkin kita menemukan alasan terhadap berbagai bentukaksi dan tindakan demo tersebut.Itulah kenyataan yang sedang kita hadapi, dibayang-bayangi oleh rasaketerhimpitan ekonomi, kenestapaan karena musibah demi musibah dan cobaanyang diberikan Allah sepertinya tiada henti, dalam ketidak berdayaan danfrustasi, dan perasaan terbelenggu dan tidak memiliki kebebasan yang dialamimasa lalu, ia telah berbaur, berjalin berkelindan dengan
dislokasi 
dan
disorientasi sosial 
yang meningkat akibat krisis multi dimensi yang menimpa bangsa kita,kadang masyarakat telah kehilangan kemanusiaannya. Masyarakat sangat

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...