1
Seminar NasionalPengembangan Model Pembelajaran Sastra yang Komunikatif dan Kreatif
BANYAK MEMBACA BUKU DAN TERUS BERLATIH MENULIS:MENGEJAR KETERTINGGALAN LEBIH SETENGAH ABAD LAMANYA
Taufiq Ismail
(Bahan masukan dari sudut pandang sastrawan)(Universitas Negeri Semarang)
Ahad, 7 Juni 2009
DARI PASAR DJOHAR KE DJALAN KEDJAKSAAN
Sekolah saya berpindah-pindah, sejak Sekolah Rakjat (sekarang SD) sampai dengan SMA. SR sayadi Solo, Semarang, Salatiga, Yogya, SMP di Bukittinggi, SMA di Bogor, Pekalongan dan WhitefishBay, Wisconsin. Pertumbuhan diri saya berlangsung di delapan kota itu, dan masing-masing kotaitu memberi kenangan indah tersendiri.Kedua orangtua saya guru di Pekalongan di masa penjajahan Belanda. Mulai zaman pendudukanJepang ayah saya jadi wartawan di Semarang, di harian
Sinar Baroe
(belakangan menjadi
SuaraMerdeka
). Saya belajar di Sekolah Rakjat Indonesia di Bergota, rumah kami di Redjosari Gang Inomor 6. Ayah dan ibu suka membaca. Lemari buku ayah saya besar. Biasanya sekali sebulansaya dibawa ke toko buku di Pasar Djohar, dibonceng naik sepeda. Ikut ayah yang membeli buku,saya boleh memilih dua buku untuk dibawa pulang. Pada umur masih kecil begitu saya sudahmulai membaca roman
Tak Putus Dirundung Malang
, karya St. Takdir Alisjahbana.Ketika masih pelajar SMP Negeri 1 di Bukittinggi, dan SMA Negeri Pekalongan pada tahun 1950-an, di kedua sekolah saya itu tidak ada perpustakaan. Karena suka membaca, saya jadi anggotaPerpustakaan Kota, di Bukittinggi di Jalan Lurus, di Pekalongan di Kali Loji. Kedua-duanya dekatdari sekolah.Sangat kebetulan, ketika di Pekalongan, Djawatan Pendidikan Masjarakat memberikankepercayaan kepada beberapa LSM, untuk masing-masing mengelola sebuah perpustakaan kecil.Kepada Peladjar Islam Indonesia, diserahkan kl 300 judul buku. Karena beranda rumah orangtuasaya besar di Djalan Kedjaksan 52, PII menaruhnya di sana dalam sebuah lemari. Saya dan S.N.Ratmana mengelola perpustakaan yang dibuka sehari seminggu, tiap hari Ahad pagi sampai soreitu.Kawan-kawan di sekolah yang suka membaca, datang meminjam buku. Favorit saya buku-bukupetualangan Winnetou karangan Karl May. Lalu puisi Amir Hamzah, Chairil Anwar, Sitor Situmorang, cerpen Idrus, Pramudya Ananta Tur, antologi
Gema Tanah Air
H.B. Jassin, novelHamka, Takdir Alisjahbana, Abdul Muis, dan seterusnya.
Puisi Dunia
, terjemahan Taslim Ali, 2 jilidsangat saya sukai.Karena kunci lemari buku saya yang memegang, dan lemari itu terletak di beranda rumah, sayaleluasa betul membaca buku dari hari Senin sampai Sabtu. Saya membaca agak sembarangan.
Leave a Comment