• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Filsafat Manusia Ditulis oleh Aiter dan Billy
----- Original Message -----From: "Billy Kristanto"Subject: Filsafat Manusia
PENDAHULUAN
Banyak tulisan modern sarat dengan perasaan absurditas, kebosanan, kemuakan danketidak-artian. Bagaimana timbulnya semua perasaan muram ini? Jelaslah antara lainkarena dua kali terjadi perang dunia yang disertai badai kekerasan, kebencian sertaketidak-manusiawian dan mengakibatkan korban berjuta-juta, ditambah lagi semua pengungsi dan orang yang kehilangan tempat tinggal. Barangkali yang paling buruk  bukanlah kekerasan fisik, melainkan pembusukan kepribadian serta hati nurani karena perang memaksa manusia memainkan peranan-peranan di mana ia tidak lagi mengenaldirinya sendiri dan mengkhianati keterlibatannya. Perang seolah-olah mendorongnyauntuk melakukan perbuatan-perbuatan yang menghancurkan kemungkinan untuk  bertindak dengan cara yang sungguh-sungguh manusiawi. Pertanyaan yang menarik bagikita ialah apakah kita sebagai pribadi atau sebagai masyarakat, masih sanggupmemberikan suatu makna kepada kehidupan kita. Kita berefleksi tentang diri kita sendiridan tentang pertanyaan eksistensial ini: apakah hidup kita masih mempunyai makna? Dankalau masih ada makna yang bagaimana? Dalam tulisan ini kami berusaha untuk menampilkan beberapa filsuf yang representatif berbicara mengenai manusia. Beberapathema yang penting yang menjadi pokok pembahasan yang digeluti misalnya sepertitentang siapakah manusia (Sokrates), makna tertinggi keberadaan manusia (Plato), esensiatau hakekat manusia (Descartes), eksistensi manusia (Kierkegaard, Sartre), tubuhmanusia (Plato, Marcel). Dan akhirnya kami mengakhiri tulisan ini dengan sebuah minieksegese dari tulisan Paulus kepada jemaat di Roma (pasal 12:1-2) yang menurut hematkami menjadi jawaban yang mengakhiri semua perdebatan filsuf-filsuf tentang manusia.
PRE-SOKRATES --- SOKRATES
Pada permulaan perkembangan pemikiran filsafat Yunani, tampaknya semata-mata berurusan dengan dunia fisik saja. Kosmologi jelas amat mengungguli penyelidikan- penyelidikan dalam cabang-cabang filsafat lainnya.· Mazhab Milesian mengembangkan filsafat jasmaniah.· Mazhab Pythagorean mengembangkan filsafat matematis. Aliran ini berpendapat bahwaunsur-unsur kualitatif kosmos berasal dari unsur-unsur kuantitatif, yaitu bilangan- bilangan. Mazhab ini juga menaruh perhatian yang dalam pada masalah manusia, tetapiterutama dari sudut keagamaan di dalam kelompok tertutup tempat mereka hidup.· Para pemikir Eleatik menjadi orang-orang pertama yang menggariskan cita-cita logika.Mereka menegaskan bahwa hanya rasio yang dapat membuka jalan ke arah Ada yang benar dan nyata.· Heraklitos berdiri pada garis perbatasan antara pemikiran kosmologis dan pemikiranantropologis. Dia menolak konsep tentang Ada yang dikemukakan Mazhab Eleatik. Bagi
 
dia, pengenalan indrawi menjadi titik tolak yang terpecaya meskipun ia sangatmenjunjung tinggi rasio (logos) sebagai kemampuan untuk mengenal, namun rasio itusama bergerak dan terlibat dalam proses menjadi seperti segala sesuatu yang ada.· Protagoras, seorang sofis, mengatakan bahwa bukanlah Ada yang menentukan pengenalan kita, melainkan pengenalan kita yang menentukan Ada. Jadi bukanobyektivisme, melainkan subyektivisme. Oleh sebab itu dia berpendapat bahwa "manusiaadalah tolok ukur untuk segala-galanya".Meskipun mereka tergolong filsuf alam, namun Heraklitos sudah yakin bahwa mustahilmenyelami rahasia alam tanpa mempelajari rahasia manusia. Kita harus memenuhituntutan akan pengenalan diri bila kita hendak tetap menguasai realitas dan memahamimaknanya. Oleh sebab itu Heraklitos menyebut seluruh filsafatnya dengan dua kataedizesamen emeoton ("Aku mencari diriku sendiri"). Namun kecendrungan berpikir yang baru ini, baru matang pada masa Sokrates, sehingga persoalan tentang manusiamerupakan patokan yang membedakan pemikiran Sokrates dengan pemikiran pre-Sokrates. Ungkapan Sokrates yang sangat terkenal adalah "kenalilah dirimu sendiri".Manusia adalah makhluk yang terus-menerus mencari dirinya sendiri dan yang setiap saatharus menguji dan mengkaji secara cermat kondisi-kondisi eksistensinya. Sokrates berkata dalam Apologia, "Hidup yang tidak dikaji" adalah hidup yang tidak layak untuk dihidupi. Bagi Sokrates, manusia adalah makhluk yang bila disoroti pertanyaan yangrasional dapat menjawab secara rasional pula. Menurut Sokrates, hakekat manusia tidak ditentukan oleh tambahan-tambahan dari luar, ia semata-mata tergantung pada penilaiandiri atau pada nilai yang diberikannya kepada dirinya sendiri. Semua hal yang'ditambahkan dari luar' kepada manusia adalah kosong dan hampa. Kekayaan, pangkat,kemasyhuran dan bahkan kesehatan atau kepandaian semuanya tidak pokok (adiaphoron).Satu-satunya persoalan adalah kecendrungan sikap terdalam pada hati manusia. Hatinurani merupakan "hal yang tidak dapat memperburuk diri manusia, tidak dapat jugamelukainya baik dari luar maupun dari dalam".
PLATO (427 - 347 SM)
Terjadi titik balik dalam kebudayaan dan pemikiran Yunani ketika Plato menafsirkansemboyan "kenalilah dirimu sendiri" (gnothi seauton) dengan cara yang sama sekali baru.Penafsiran ini memunculkan persoalan yang tidak hanya tidak terdapat pada pemikiran pre-Sokrates, tetapi juga di luar jangkauan metode Sokrates sendiri. Untuk memenuhi permintaan orakel Delphi, untuk memenuhi kewajiban religius berupa pengkajian diriserta pengenalan diri, Sokrates mendekati manusia sebagai individu. Pendekatan Sokratesini oleh Plato dianggap punya keterbatasan-keterbatasan. Bagi Plato, untuk memecahkan persoalan tersebut kita harus membuat rancangan yang lebih luas. Dalam pengalamanindividual, kita menghadapi gejala-gejala yang demikian beraneka, rumit dan saling bertentangan, sehingga kita sulit melihatnya secara jelas. Manusia seharusnya dipelajaridari sudut kehidupan sosial dan politis. Menurut Plato, manusia adalah ibarat teks yangsulit, maknanya harus diuraikan oleh filsafat. Tapi dalam pengalaman kita sebagai pribadi, teks itu ditulis dengan huruf-huruf yang terlampau kecil sehingga tidak terbaca.Maka sebagai tugas pertama, filsafat harus 'memperbesar' tulisan-tulisan tersebut. Filsafathanya dapat mengajukan teori yang memadai tentang manusia apabila sampai pada teori
 
tentang negara. Dalam teori tentang negara, sifat-sifat manusia ditulis dengan huruf-huruf  besar. Dalam teori tentang negara, arti 'teks' yang semula tersembunyi seketika muncul,dan apa yang semula kabur dan ruwet menjadi jelas dan dapat dibaca. Namun negara bukanlah segala-galanya, serta negara tidak mencerminkan dan tidak menyerap seluruhaktivitas manusia, meskipun kegiatan manusia dalam perkembangan sejarahnya berhubungan erat dengan bertumbuhnya negara. Plato bertitik tolak dari manusia yangharmonis serta adil dan dalam hal itu ia menggunakan pembagian jiwa atas 3 fungsi,yaitu:· Epithymia (suatu bagian keinginan dalam jiwa).· Thymos, (suatu bagian energik dalam jiwa).· Logos, (suatu bagian rasional dalam jiwa dan sebagai puncak dan pelingkup).Menurut Plato, negara diibaratkan sebagai Manusia Besar, sebagai organisme yang terdiriatas 3 bagian atau golongan yang masing-masing sepadan dengan suatu bagian jiwa,yaitu:· Epithymia, golongan produktif yang terdiri dari buruh, petani, dan pedagang.· Thymos, golongan penjaga yang terdiri dari prajurit-prajurit.· Logos, golongan pejabat yang memegang pucuk pimpinan dan kekuasaan.Plato juga mengajarkan teori tentang pra-eksistensi jiwa. Dia mengatakan sebelum kitadilahirkan, atau sebelum kita memperoleh suatu status badani, kita sudah berada sebagai jiwa-jiwa murni dan hidup di kawasan lebih tinggi di mana kita memandang suatu duniarohani. Sejak kita dilahirkan, kita berada di bumi dan jiwa kita meringkuk dalam penjaratubuh, terbuang dari daerah tinggi itu. Karena penjelmaan dalam tubuh itu, jiwa kita tidak lagi menyadarkan diri dan dengan mendadak tidak lagi menyadari pengetahuan tentangidea-idea dalam dunia kayangan dulu. Dari sini Plato kemudian mengembangkan teoritentang manusia. Manusia pada mulanya adalah roh murni yang hidup dari kontemplasiakan yang ideal dan yang ilahi. Jadi, kemungkinan dan makna ultimate keberadaanmanusia mula-mula terletak dalam kehidupan yang berkaitan erat dengan yang baik, yang benar, dan yang indah. Tetapi kita gagal mencapai kehidupan yang sebagaimana mestinyakarena kita menyimpang dari kiblat idea-idea tersebut, sehingga kita langsung terhukumdengan dipenjarakannya jiwa ke dalam tubuh. Kita harus berusaha naik ke atas danmemperoleh perhatian dan cinta besar untuk dunia ideal dan ilahi itu. Akan tetapikemungkinan untuk mewujudkan makna ini sangat dibatasi karena kita terbelenggudalam materi. Bagi kita, dunia jasmani dan tubuh menjadi kemungkinan-kemungkinan buruk untuk tersesat lebih jauh lagi dan tenggelam dalam rawa-rawa materi dan sensual.Kemungkinan yang paling jahat ialah menyerahkan diri sepenuhnya kepada dirinyasendiri (egoisme radikal) dan kepada benda-benda jasmani (materialisme dansensualisme). Jadi, bagi manusia, dunia dan tubuh itu bersifat ambivalen, artinya duniaserta tubuh dapat merayu dia ke arah kemungkinan-kemungkinan yang jahat, tetapi dapat juga mendorong dia kepada kemungkinan-kemungkinan yang baik. Manusia memilikisuatu daya yang kuat dan gemilang yang dapat mendorong dia ke atas, yaitu cinta (eros).Eros adalah daya kreatif dalam diri manusia, pencetus kehidupan, inspirator para penemu,seniman dan genius. Eros memenuhi kita dengan semangat kebersamaan, membebaskankita dari kesendirian kita, dan mengajak kita ke pesta, musik, tarian, dan permaian. Plato
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...