M y J al ah
Redaksi :
Oki Kukuh BasukiIran NugrohoRaga Erian Cira
Illusraor :
Pura Adi ama
Web :
Ibnu Hadi Sumiro
Promosi :
M. Andi Alan
Edisi 3
Halo, apa kabar MyJalah Readers? Semoga baik selalu. Jumpa lagi di edisi ke-3, enunya masih dengan semanga unuk berbagi inormasi yang diharapkan dapa bergunabagi kehidupan yang semakin seru. Sebelumnya kami ingin mengucapkan erima kasih sebanyak-banyaknya kepadapara readers yang elah meluangkan wakunya unuk mendownload seiap edisi MyJalah, membacanya, dan mem-berikan masukan melalui lisan, eMail, jaringan inerne, dsb. Sungguh semuanya iu sanga memacu kami unuk erusmaju di engah banyaknya kelemahan dan kekurangan yang dimiliki.Beberapa waku belakangan ini, isu krisis global saner dibicarakan orang eruama oleh kalangan mahasiswa danproesional. Krisis yang diawali oleh jauhnya perekonomian Amerika Serika kali ini langsung dijadikan ancamanbesar oleh negara - negara lain yang memiliki keerganungan erhadap Amerika, eruama dalam hal hubunganekonomi. Pada umumnya negara-negara ersebu mewaspadai akan imbasnya erhadap perekonomian negara me-reka. Indonesia pun dipandang pau unuk mempersiapkan diri akan pengaruh dari krisis global.Namun mari kia belajar dari pengalaman krisis ekonomi erdahulu, yaiu pada sekiar ahun 1998. idak perlu jauh- jauh, sebu saja Tailand, negara eangga kia yang erkenal dengan alam indahnya. Tailand ermasuk negara Asiaenggara yang cukup angguh menghadapi krisis ekonomi yang harus “dinikmai” oleh negara-negara sekiar. Salahsau akor uama penyebabnya adalah ingka kemandirian ekonomi yang inggi di ingka masyarakanya secarahampir meraa. Masyaraka Tailand memiliki semanga yang inggi unuk mendapakan penghasilan dari usahasendiri dalam benuk usaha pribadi aaupun kelompok kecil seingka UKM. Ancaman seperi PHK dan pabrik yanggulung ikar, idak dipandang sebagai akhir dari hidup.Bagaimana dengan negeri kia ercina ini? Dengan alamnya yang kaya dan jumlah sumber daya manusia yang inggi,enunya Indonesia harus mampu menjadi bangsa yang lebih kua dan mandiri secara ekonomi. Mengapa idak?Seorang pedagang siomay keliling di daerah perkanoran Mega Kuningan, Jakara, pernah berceria bahwa peng-hasilannya raa-raa mencapai Rp. 800.000 per hari, aau sekiar 16 jua per bulannya. Mungkin lebih besar jikadibandingkan dengan gaji bulanan raa-raa karyawan berpakaian kemeja di daerah ersebu. Krisis global? Hargabahan makanan naik? idak masalah rasanya unuk si pedagang iu, cukup naikan saja harga per piringnya, amansudah.Unuk iu, dalam edisi kali ini MyJalah mencoba unuk menyajikan sejumlah ulisan-ulisan sederhana enang hal-haldi sekiar akivias perekonomian mandiri aau yang lebih dikenal dengan isilah enerpreneuship. Semoga dapamenjadi suplemen ringan dalam rangka memacu semanga unuk menjalani hari-hari yang penuh anangan.im MyJalah
3
Leave a Comment
cara mengajar efektif