Print this document
High Quality
Open the downloaded document, and select print from the file menu (PDF reader required).
Browser Printing
Coming soon!
tangan dan badai.
1813 – ia mengalami kebangkrutan dalam usahanya.
1832 – ia menderita kekalahan dalam pemilihan kepala daerah tingkat lokal.
1833 – ia kembali menderita kebangkrutan
1835 – istrinya meninggal dunia
1836 – ia menderita tekanan mental sedemikian rupa, sehingga hampir masuk
rumah sakit jiwa
1837 – ia menderita kekalahan dalam suatu kontes pidato
1840 – ia gagal dalam pemilihan anggota senat Ameika Serikat
1842 – ia menderita kekalahan untuk duduk di konggres Amerika Serikat
1848 – ia kalah lagi di konggres Amerika Serikat
1855 – ia gagal lagi di senat Amerika Serikat
1856 – ia kalah dalam pemilihan wakil presiden
1858 – ia kalah lagi di senat Amerika Serikat
1860 – ia akhirnya menjadi presiden Amerika Serikat
Siapakah dia? Namanya Abraham Lincoln. Mungkin kalau orang lain yang
mengalami demikian banyak kegagalan mungkin ia sudah mundur secara teratur.
Tetapi Abraham Lincoln maju terus, kata mundur sama sekali tidak ada dalam
kamusnya. Akibatnya, setelah semua kega-
galan ia dapati, ia kemudian mencapai
suatu sukses yang luar biasa.
Penanggung jawab: Ketua Umum FORMASI. Redaksi: Anna Farida, Sri Ramadhani, Dony Safari, Dwi Fairiyani S. Alamat: Jl. Raya Gadobangkong 167 B Ngamprah, Kab Bdg, 6620783. email: informasikita@yahoo.com. Tarif iklan: Rp. 15.000,- per 10 cm2 , hubungi Ibu Neneng (085220741173). Redaksi mengun- dang partisipasi pembaca untuk mengirimkan tulisan, SMS ke 70682212, kritik maupun saran. Ditunggu….
Parenting
Air mineral
Fotokopi
300.000 50.000 30.000
Ah, rasanya ungkapan itu berlebihan, apalagi dilontar-
kan pakar angklung saat Kelompok Angklung Gemilang
Mutafannin tampil di Festival Angklung Bianglala
Kamis, 4 Juni lalu. Rasanya anak-anak KAGM bermain
biasa saja, tanpa beban, hanya unjuk kabisa, bahwa
kami ada dan menampilkan yang terbaik.
Salam Gemilang,
Pembaca,
Kami suguhkan
edisi penutup
tahun ajaran
2008/2009.
Semoga
berkenan.
Namun ungkapan itu bukan isapan jempol
semata. Dua orang juri yang cukup beken di
kalangan komunitas Angklung berkomentar
demikian. Awalnya, keduanya juri yang selalu
memantau perkembangan angklung di KAGM
itu cukup deg-degan saat MC festival mengu-
mumkan, “Hadirin dan dewan juri yang terhor-
mat…..Inilahlah peserta no 11 dengan lagu pili-
han Lasykar Pelangi.”
Lagu yang cukup sulit untuk pemula. Nada-nada dengan ketukan lam-
bat kemudian cepat dan melambat kembali, tekanan dinamik yang
berubah-ubah dari lembut, keras dan lembut kembali. Perlu konsentrasi
tinggi karena notasi yang nyaris sama di setiap pengulangan.
Namun apa yang terjadi? Nada-nada itu mengalun merdu dari getar
bambu sanggup menggetarkan kalbu pendengar. Merinding rasanya,
demikian komentar mereka. Begitu bagus dan nyaris sempurna. Apalagi,
kata juri, saat pemain KAGM ikut menyanyikan satu bait lagu sambil ber-
gerak kanan kirim semua dan angklung tetap dimainkan. Tingkat kesulitan
yang cukup tinggi, namun nampak harmonis sekali dan alami.
mengobati kelelahan ini. Kostum merah
yang sangat anggun rupanya sempat juga
mencuri perhatian panitia dan juri.
Hmmmmm…..
Ini kali kedua KAGM terjun di kancah Festi-
val sekelas ini. Sebelumnya, saat berjalan
tertatih-tatih, teguran dari para pakar
angklung membangunkan KAGM untuk
segera bangkit. Pecut itu terasa perih di
hati, tapi semangat kembali meluap dan
dengan sumringah KAGM mempelajari not
demi not setiap partitur yang disuguhkan.
KAGM akan kembali berkiprah di dunia fes-
tival yang akan menjelang, KABUMI UPI dan
Festival Angklung ITB di waktu dekat ini.
Tongkat regenerasi harus segera disiapkan,
kekuatan harus segera digalang. Ayo se-
mangat……. Gabung yuk.... ayo tunggu apa
lagi…..…KAGM will be the CHAMPION.
yak kegiatan yang bermanfaat yaaa....FK 3 Ngaliwet bersama di rumah Naufal
al Farizi, berbincang dengan MK. FK 4 ditutup dengan mancing bersama dan membahas:A.
Menghidupkan kegiatan yang menstimulasi semangat kompetisi antar murid, agar anak
siap ketika harus lomba dengan sekolah lain, juga siap saat menjelang ujian.B. Jejak pem-
belajaran mohon diberlakukan di kelas atas.C. Penulisan tanda baca & huruf kapital.D.
Market day...
polihtenik umi harus ikut pendidikan dasar
militer yang berkesan selama satu bulan.
Umi disuruh baring di sungai. Disuruh
makan cacing, padahal emie. Umi aku
belajar nembak pake pistol dan senapan
M16. Terus belajar meluncur dari atas
tebing, mengintai dari atas gunung, jurit
malam, dan latihan penyerangan. Ketika
pulang, wajah umi jadi gosong. (Izzah)
Hari Sabtu kemarin aku ikut ayahku manc-
ing sama teman-temannya dari kantor.
Aku sendiri loh, anak kecilnya. Jadi aku
seneng...deh! Dari rumah aku berangkat
pagi-pagi sekali. Ya kira-kira jam 06.30.
Jadi mamaku siap bawain aku banyak
makanan, takutnya di sana tidak ada yang
jualan.----- Aku diperbolehkan mancing
duluan. Akhirnya umpanku ditangkap ikan.
Lalu kutarik pancingannya... eh...dapat
ikan...jadi seneng deh. Aku seneng diajak
mancing ayahku. Itu juga kalau kebetulan
hari libur. (Fajar Hidayat)
nonton bola, terutama kalau Persib ber-
tanding. Papahku berusaha nonton
Final Persib ke Senayan. Papahku ne-
kat naik benteng setinggi 7 meter di-
bantu sama temannya dengan didorong
ke atas. Tahu-tahu di dalam dijaga an-
jing besar-besar. Saking nekadnya,
papahku loncat menimpa anjing terse-
but dan anjingnya malah kabur.
Akhirnya papahku bisa masuk dan
duduk di stadion. (Naufal Fakhri)
melihat matahari tenggelam di Uluwatu,
Bali. Kami pernah beramai-ramai ke
Uluwatu, termasuk kakekku (papanya
ibuku), dan itulah wisata terakhir
kakekku, karena beberapa bulan ke-
mudian kakekku wafat. Kalau melihat
bulan, apalagi bulan purnama, ibu se-
lalu tersenyum senang karena teringat
saat dilamar papih untuk diajak meni-
kah. (Afif)
masih kecil, waktu masih SD belum ada
listrik, hanya menggunakan lampu tem-
pel dengan bahan bakar minyak tanah
dan diberi sumbu. Walaupun dengan
penerangan seadanya, tiap malam pa-
paku selalu belajar. (Khansa)
Kelompok Angklung Gemilang Mutafannin mengucapkan terima kasih kepada
keluarga besar SIGM (orangtua, para guru, alumni, yayasan, manajemen)
atas semua bentuk dukungan dan partisipasinya.
Elly Risman Musa Psi
mengatakan pola asuh anak Indonesia yang hidup di era
digital di tanah air kini lebih sulit. Mereka hidup di era
digital dengan kemudahan berbagai media elektronik
yang kadang mengandung pornografi.
"Banyak permainan yang memerlukan keterampilan
kompleks dengan tingkat kecekatan yang tinggi, ketimbang game yang tidak
jelas arahnya," ujarnya. Game di abad 21 lebih menantang dan membuat
anak kecanduan. Akibatnya anak menjadi kecanduan pathologis.
Game mempunyai dampak negatif tidak saja bagi otak juga fisik yang
membuat anak menderita RSI (repetitive strain injury), yakni berupa radang
jari tangan/sindrom vibrasi lengan serta nyeri tulang belakang. Hal ini akan
berkembang menjadi kecacatan.
Dampak lainnya berupa sinar biru yang dipantulkan layar monitor akan
mengikir lutein pada retina mata yang akan berakibat degenerasi makula,
bahkan menimbulkan penyakit Nitendo Epilepsi atau epilepsi forosensitif
(serangan mendadak yang ditimbulkan oleh kilatan cahaya dengan pola ter-
tentu. Sinar merah yang kuat akan membuat sinyal abnormal yang dikirim ke
otak melalui retina membuat anak menjadi kejang).
Kemudahan anak mengakses internet memang banyak berdampak posi-
tif. Namun orangtua seharusnya juga mengikuti perkembangan dan pergau-
lan anak, di antaranya dalam bentuk mengetahui teknologi yang mereka
gunakan.
Seorang pemuda baru lulus dari SMU dan
memutuskan untuk bekerja. Dia men-
datangi pamannya,seorang pengurus par-
tai politik untuk dicarikan kerja.
"Paman, tolong carikan saya pekerjaan dong" pinta pemuda itu.
"Wah lulusan SMU ya. Kalo gitu kamu jadi pegurus partai aja." Kata
pamannya. "Enak jadi pengurus partai, nanti kamu bisa jadi anggota
DPR, jadi wakil presiden atau presiden sekalipun juga bisa" tambah
pamannya semangat.
"Wah paman saya gak mau muluk-muluk, saya minta yang sederhana aja,
kaya guru SD misalnya" jawab pemuda itu.
Pamannya berfikir sebentar kemudian berkata "Maaf kalo jadi guru SD
kamu harus sarjana"
Sekira 150 manusia berbaur (bayi, balita, anak-anak,
bapak, ibu, nenek, kakek....) Heboh sekali parenting
yang dikomandoi Forum Kelas 2 ini. Outbond dipandu
tim trainer sekolahkehidupan.com, diawali dengan
menyusuri jalan setapak dan ratusan anak tangga (bagi
sebagian peserta sangat menantang, danbik inc em a s ).
Air terjun yang menjadi tujuan hiking segera
diserbu anak-anak. Basah kuyup, mengasyikkan.
Ortu yang tidak mau basah tetap bisa menatap
hamparan sawah sambil sesekali meneriaki anak-
anak agar hati-hati. Belum puas berbasah-basah,
setelah kembali ke basecamp, anak-anak kita
menyerbu kolam rakit yang airnya hijau penuh
lumut. Mereka bermain rakit, batang titian,
hinggany e mpl u ng berkejaran. Para guru dan
ortu hanya bisa mengawasi mereka dan berbisik,
“Hmm...berendam di air kotor seperti itu, tetap
saja merekah ap py.” Tak ada yang berinisiatif
berhenti hingga peluit makan siang berbunyi.
Nah, setelah energi kembali pulih, tibalah saatnya game edukasi. Kami
dibagi menjadi beberapa kelompok dan mengikuti beberapa simulasi. Ada
game benang kusut yang membuat kami aktif berpikir dan bergerak
(memutar badan, menyusup di antara kawan, melangkahi kawan...asyik, en-
tah kapan terakhir kali kami bergerak seekstrim ini bersama kawan).
Selanjutnya hypnoparenting. Ada peserta yang taat mengikuti instruksi trainer, ada juga yang memanfaatkan kesempatan ini untuk tidur sejenak. Itu jugaka n relaksasi....
Kemeriahan parenting di Natural Hill berakhir dengan sukses. FOR-
MASI mengucapkan selamat dan terimakasih kepada Forum Kelas 2. Sam-
pai jumpa di parenting berikutnya. Semoga keriangan inipun menjadi wujud
kasih dan bukti kepedulian kita kepada anak-anak :-).