Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
155Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah-Ekonomi

Makalah-Ekonomi

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 24,955 |Likes:
Published by HUZNIA

More info:

Published by: HUZNIA on Jun 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
IIPEMBAHASAN1.Perekonomian Indonesia di Zaman Kolonial1.1Kebangkitan Studi Sejarah perekonomian Indonesia
Berbeda dengan sejarah politik dan sosial Indonesia, maka sejarahperekonomian Indonesia sampai beberapa waktu yang lalu belum banyakdipelajari oleh para sejarawan dan ekonom Indonesia ataupun asing.Keadaan ini berbeda sekali dengan keadaan di Asia Selatan dimana banyakpenelitian tentang dampak kekuasaan kolonial atas perekononmian.Hasil-hasil studi sejarah perekonomian India selama zaman kolonialmalahan telah banyak mempengaruhi pula kebijaksanaan ekonomi Indiaselama tahun-tahun pertama sesudah kemerdekaan India tercapai. Meskipunstudi sejarah perekonomian perekonomian Indonesia masih kurangberkembang dibanding dengan studi sejarah perekonomian India ataubeberapa negara Asia lainnya.Berbagai kajian mutakhir tentang sejarah perekonomian Indonesiaselama zaman kolonial disajikan dalam konperensi pertama yang secarakhusus membahas sejarah perekonomian Indonesia. Kebangkitan studisejarah Perekonomian Indonesia selama dasawarsa terakhir inidimungkinkan oleh beberapa perkembangan yang menguntungkan. Pertamasejak pertengahan dasawarsa 1960-an banayk bahan arsip di negeriBelanda dan Indonesia tentang administrasi pemerintah kolonial Belanda diIndonesia selama abad ke-19 dan ke-20 telah dibuka untuk umum.Pengkajian yang lebih mendalam ini telah menghasilkan temuan-temuanbaru yang dapat menumbangkan berbagai pendangan mapan tentang masalampau, seperti misalnya kayakinan yang umumnya terdapat pada parasejarawan bahwa akibat Sistem Tanam Paksa, para petani di Jawa telahmenjadi lebih miskin.Perkembangan kedua yang juga amat mendorong kebangkitan studisejarah perekonomian Indonesia adalah usaha kompilasi dan seleksisejumlah data statistik yang amat besar tentang sejarah perekonomianIndonesia selama kurun waktu 1816-1940 yang sejak awal dasawarsa1970-an dilakukan oleh sekelompok kecil ekonom Belanda dibawah
 
pimpinan almarhum P. Creutsberg, seorang pensiunan dari biro pusatStatistik, Jakarta. Maka beberapa ekonom di Australia dan di negeri Belandayang semula menaruh perhatian dan perkembangan Indonesia masa kini,mulai mengalihkan perhatian mereka pada sejarah ekonomi Indonesia selamaabad ke-19 dan awal abad ke-20 dalam rangka usaha mereka untukmnemahami dengan lebih baik perkembangan ekonomi indonesia masa kini.Namun munculnya ekonom sekelompok kecil ekonom-ekonom diAustralia dan negeri Belanda yang menaruh perhatian pada sejarahperekonomian Indonesia akan mendapat ”warna” dan dimensi baru, olehkarena itu kajian historis oleh para ekonom ini akan lebih banyak dilakukanmenurut pola yang dirintis oleh para ”sejarawan ekonomi baru”
1.2
Sejarah perekonomian Baru
Kajian sejarah oleh para ekonom menurut pola ”sejarah perekonomianbaru” berarti bahwa teori ekonomi, khususnya teori harga (teori ekonomimikro), akan digunakan secara lebih luas dan lebih sistematis dalam analisasejarah. Meskipun masukan para ekonom ke bidang studi sejarahperekonomian telah memberikan dorongan baru kepada cabang ilmu ini,namun hal ini sama sekali tidak berarti berkurangnya arti dan peranan parasejarawan dalam pengembangan studi sejarah perekonomian Indonesia. Jikabanyak orang berpendapat Ekonomi Kerakyatan merupakan konsep baruyang mulai populer bersama reformasi 1998-1999 sehingga masuk dalam“GBHN Reformasi”, hal itu bisa dimengerti karena memang kata ekonomikerakyatan ini sangat jarang dijadikan wacana sebelumnya. Namun jikapendapat demikian diterima, bahwa ekonomi kerakyatan merupakan konsepbaru yang “mereaksi” konsep ekonomi kapitalis liberal yang dijadikanpegangan era ekonomisme Orde Baru, yang kemudian terjadi adalah “reaksikembalikhususnya dari pakar-pakar ekonomi arus utama yangmenganggap “tak ada yang salah dengan sistem ekonomi Orde Baru”.Strategi dan kebijakan ekonomi Orde Baru mampu mengangkatperekonomian Indonesia dari peringkat negara miskin menjadi negaraberpendapatan menengah melalui pertuumbuhan ekonomi tinggi (7%pertahun) selama 3 dasawarsa. “Yang salah adalah praktek pelaksanaannyabukan teorinya”.
 
2.Kehidupan Ekonomi Indonesia Pada masa Tanam Paksa.
Pada tahun 1830 pada saat pemerintah penjajah hampir bangkrutsetelah terlibat perang Jawa terbesar (Perang Diponegoro 1825-1830), danPerang Paderi di Sumatera Barat (1821-1837), Gubernur Jendral Van denBosch mendapat izin khusus melaksanakan sistem Tanam Paksa (CultuurStelsel) dengan tujuan utama mengisi kas pemerintahan jajahan yangkosong, atau menutup defisit anggaran pemerintah penjajahan yang besar.Sistem tanam paksa ini jauh lebih keras dan kejam dibanding sistemmonopoli VOC karena ada sasaran pemasukan penerimaan negara yangsangat dibutuhkan pemerintah. Petani yang pada jaman VOC wajib menjualkomoditi tertentu pada VOC, kini harus menanam tanaman tertentu dansekaligus menjualnya pada harga yang ditetapkan kepada pemerintah. Makatidak ada perkembangan yang bebas dari sistem pasar.
2.1Sistem Tanam Paksa di Jawa
Sistem tanam paksa diterapkan oleh pemerintah jajahan Belandamerupakan contoh klasik tentang penindasan kaum penjajah. Tujuanpokoknya ialah meningkatkan secara pokok kapasitas produksi pertanianorang-orang Jawa demi keuntungan perbendaharaan Kerajaan Belanda. Jikadipandang dari segi ini ,sistem tersebut memang berhasil baik, dengandihasilkannya sejumlah besar komoditi ekspor, yang penjualannya di Eropasemakin banyak menghasilkan dana untuk menopang posisi keuanganBelanda yang sedang sulit sekali. Melonjaknya produki dan laba ini hampirseluruhnya bersumber pada kerja paksa kaum tani Jawa. Pengandalan dariTanam Paksa itu untuk memperoleh pendapatan lebih daripada hal lainmengakibatkan reputasi sistem Tanam paksa sangat buruk.Dalam sistem Tanam Paksa ini kaum tani diwajibkan untuk menggarapsawahnya dan para petani wajib menyerahkan hasil panen tersebut padapemerintah Belanda. Sistem tanam paksa menuntut agar kaum tanimelakukan kerja rodi. Kaum tani diharuskan bekerja 4 atau 5 kali lebih lamadaripada jam kerja yang dituntut dalam masa sebelum 1830. Pada umumnya,imbalan yang diterima oleh kaum tani itu dalam bentuk hasil budidaya atauupah yang sama sekali tidak seimbang denga tambahan waktu dan jerihpayah yang dituntut dari mereka.

Activity (155)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zain Alatas liked this
Abdurokhim Pandu liked this
ridzuanahmad liked this
aal liked this
Dody Setiawan liked this
Nur Hasnah Canna liked this
Lia Jayanti liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->