2.Kehidupan Ekonomi Indonesia Pada masa Tanam Paksa.
Pada tahun 1830 pada saat pemerintah penjajah hampir bangkrutsetelah terlibat perang Jawa terbesar (Perang Diponegoro 1825-1830), danPerang Paderi di Sumatera Barat (1821-1837), Gubernur Jendral Van denBosch mendapat izin khusus melaksanakan sistem Tanam Paksa (CultuurStelsel) dengan tujuan utama mengisi kas pemerintahan jajahan yangkosong, atau menutup defisit anggaran pemerintah penjajahan yang besar.Sistem tanam paksa ini jauh lebih keras dan kejam dibanding sistemmonopoli VOC karena ada sasaran pemasukan penerimaan negara yangsangat dibutuhkan pemerintah. Petani yang pada jaman VOC wajib menjualkomoditi tertentu pada VOC, kini harus menanam tanaman tertentu dansekaligus menjualnya pada harga yang ditetapkan kepada pemerintah. Makatidak ada perkembangan yang bebas dari sistem pasar.
2.1Sistem Tanam Paksa di Jawa
Sistem tanam paksa diterapkan oleh pemerintah jajahan Belandamerupakan contoh klasik tentang penindasan kaum penjajah. Tujuanpokoknya ialah meningkatkan secara pokok kapasitas produksi pertanianorang-orang Jawa demi keuntungan perbendaharaan Kerajaan Belanda. Jikadipandang dari segi ini ,sistem tersebut memang berhasil baik, dengandihasilkannya sejumlah besar komoditi ekspor, yang penjualannya di Eropasemakin banyak menghasilkan dana untuk menopang posisi keuanganBelanda yang sedang sulit sekali. Melonjaknya produki dan laba ini hampirseluruhnya bersumber pada kerja paksa kaum tani Jawa. Pengandalan dariTanam Paksa itu untuk memperoleh pendapatan lebih daripada hal lainmengakibatkan reputasi sistem Tanam paksa sangat buruk.Dalam sistem Tanam Paksa ini kaum tani diwajibkan untuk menggarapsawahnya dan para petani wajib menyerahkan hasil panen tersebut padapemerintah Belanda. Sistem tanam paksa menuntut agar kaum tanimelakukan kerja rodi. Kaum tani diharuskan bekerja 4 atau 5 kali lebih lamadaripada jam kerja yang dituntut dalam masa sebelum 1830. Pada umumnya,imbalan yang diterima oleh kaum tani itu dalam bentuk hasil budidaya atauupah yang sama sekali tidak seimbang denga tambahan waktu dan jerihpayah yang dituntut dari mereka.