Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
80Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan an Desa Siaga Dengan Peningkatan Motivasi Masyarakat Desa Dalam Melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

Hubungan an Desa Siaga Dengan Peningkatan Motivasi Masyarakat Desa Dalam Melaksanakan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat

Ratings: (0)|Views: 9,441 |Likes:
Published by Anang Satrianto

More info:

Published by: Anang Satrianto on Jun 12, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

pdf

text

original

 
PROPOSALHUBUNGAN PENGEMBANGAN DESA SIAGA DENGAN PENINGKATANMOTIVASI MASYARAKAT DESA DALAM MELAKSANAKAN PERILAKUHIDUP BERSIH DAN SEHATMEDICAL SHOCKER NIM: 0610722007PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS BRAWIJAYAMALANG2007
1
 
BAB 1PENDAHUUAN1.1. Latar Belakang
Desa siaga adalah sebuah desa yang memiliki kesiapan sumber daya dankemampuan untuk mencegah dan mengatasi masalah-masalah kesehatan (bencanadan kegawatdaruratan kesehatan) secara mandiri. (KEPMENKES NO.564/MENKES/SK/VIII/2006). Sebuah desa dikatakan menjadi desa siaga apabiladesa tersebut telah memiliki sekurang-kurangnya sebuah Pos Kesehatan Desa(PKD/Poskesdes). Salah satu bentuk pembinaannya yaitu menumbuhkan perilakuhidup bersih dan sehat pada setiap tatanan dalm masyarakat.Seiring dengan cepatnya perkembangan dalam era globalisasi, serta adanyatransisi demografi dan epidemiologi penyakit, maka masalah penyakit akibat perilakudan perubahan gaya hidup yang berkaitan dengan perilaku dan sosial budayacenderung akan semakin kompleks. Perbaikannya tidak tidak hanya dilakukan padaaspek pelayanan kesehatan, perbaikan pada lingkungan dan merekayasakependudukan atau factor keturunan, tetapi perlu memperhatikan factor perilakusecara teoritis memiliki andil 30-35% terhadap derajat kesehatan.Masalah kesehatan terus berkembang, penyakit baru bermunculan dan persebarannya cenderung menjadi ancaman global seperti SARS, HIV-AIDS, dan FluBurung. Sedangkan penyakit lainnya yang akut dan berpotensi menjadi KejadianLuar Biasa (KLB) seperti Demam Berdarah, Polio, dan Diare serta Gizi Buruk pada balita. Derajat kesehatan yang optimal akan dilihat dari unsur-unsur mortalitas dan2
 
yang mempengaruhinya, yaitu morbiditas dan status gizi. Untuk kualitas hidup, yangdigunakan sebagai indikator adalah Angka Harapan Hidup Lahir. Sedangkan untuk mortalitas telah disepakati tiga indicator, yaitu Angka Kematian Bayi per-1.000kelahiran Hidup, Angka Kematian Balita per-1000 Kelahiran Hidup, dan AngkaKematian Ibu Maternal per-1.00.000 Kelahiran Hidup. Untuk morbiditas disepakati beberapa indicator, yaitu Angka Kesakitan Malaria per-1.000 penduduk, AngkaKesembuhan Penderita TB Paru BTA+, Prevalensi HIV (Persentase Kasus terhadapPenduduk Beresiko), Angka Acute Paralysis (AFP) pada Anak Usia <15 tahun per-100.000 Anak, Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per-100.000Penduduk. Data UNDP tahun 2001 mencatat bahwa indeks Pembanguna Manusia(Human Development Indexs). Di Indonesia masih menempati urutan ke 102 dari 162negara. Menkes menambahkan, masalah kesehatan yang dihadapi dewasa ini adalah perbedaan status kesehatan antar daerah yang masih tinggi, rendahnya kualitaskesehatan penduduk miskin, beban ganda penyakit, masih rendahnya kualitas,kuantitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan, perilaku masyarakatyang kurang mendukung (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) PHBS.Sementara itu masalah kesehatan masyarakat seperti TBC, Kusta dan Penyakitinfeksi lainnya belum sepenuhnya dapat diatasi. Kondisi ini diperberat olehmenurunnya status kesehatan akibat gizi buruk, khususnya pada kelompok rentan.Pada sisi lain terdapat beberapa wilayah tertimpa bencana alam, kerugian yangditimbulkan bukan hanya fisik, tetapi juga menyisakan trauma dan maslah kesehatan.Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yangdidefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->