yang mempengaruhinya, yaitu morbiditas dan status gizi. Untuk kualitas hidup, yangdigunakan sebagai indikator adalah Angka Harapan Hidup Lahir. Sedangkan untuk mortalitas telah disepakati tiga indicator, yaitu Angka Kematian Bayi per-1.000kelahiran Hidup, Angka Kematian Balita per-1000 Kelahiran Hidup, dan AngkaKematian Ibu Maternal per-1.00.000 Kelahiran Hidup. Untuk morbiditas disepakati beberapa indicator, yaitu Angka Kesakitan Malaria per-1.000 penduduk, AngkaKesembuhan Penderita TB Paru BTA+, Prevalensi HIV (Persentase Kasus terhadapPenduduk Beresiko), Angka Acute Paralysis (AFP) pada Anak Usia <15 tahun per-100.000 Anak, Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per-100.000Penduduk. Data UNDP tahun 2001 mencatat bahwa indeks Pembanguna Manusia(Human Development Indexs). Di Indonesia masih menempati urutan ke 102 dari 162negara. Menkes menambahkan, masalah kesehatan yang dihadapi dewasa ini adalah perbedaan status kesehatan antar daerah yang masih tinggi, rendahnya kualitaskesehatan penduduk miskin, beban ganda penyakit, masih rendahnya kualitas,kuantitas, pemerataan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan, perilaku masyarakatyang kurang mendukung (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) PHBS.Sementara itu masalah kesehatan masyarakat seperti TBC, Kusta dan Penyakitinfeksi lainnya belum sepenuhnya dapat diatasi. Kondisi ini diperberat olehmenurunnya status kesehatan akibat gizi buruk, khususnya pada kelompok rentan.Pada sisi lain terdapat beberapa wilayah tertimpa bencana alam, kerugian yangditimbulkan bukan hanya fisik, tetapi juga menyisakan trauma dan maslah kesehatan.Salah satu indikator keberhasilannya adalah perilaku hidup bersih dan sehat yangdidefinisikan sebagai perilaku proaktif untuk memelihara dan meningkatkan3