pelukis cukup baik” dan si B mengakhiri karirnya di bidang politik secara baik”, dansebagainya.Apapun artinya, karir amatlah penting bagi pegawai maupun bagi organisasi.Menurut Walker (1980), bagi pegawai, karir bahkan dianggap lebih penting dari pada pekerjaan itu sendiri. Seorang pegawai bisa meninggalkan pekerjaannya jika merasa prospek keriernya buruk. Sebaliknya, pegawai mungkin akan tetap rela bekerja di pekerjaan yang tidak disukainya asal ia tahu ia mempunyai prospek cerah dalamkarirnya.Sebaliknya, bagi organisasi, kejelasan perencanaan dan pengembangan karir pegawai akan membawa manfaat langsung terhadap efisiensi manajemen.Dikemukakan oleh Walker (1980) bahwa turn over pegawai cenderung lebih kecil di perusahaan-perusahaan yang sangat memperhatikan pengembangan karir pegawainya.Di samping itu, penanganan karir yang baik oleh organisasi akan mengurangi tingkahfrustasi yang dialami oleh pegawai serta meningkatkan motivasi kerja mereka. Olehkarena itu, manajemen karir bukan hanya menjadi kewajiban bagi organisasi, tetapi juga merupakan
kebutuhan
yang sama pentingnya dengankebutuhan-kebutuhan lainnya.
2. Jalur Karir
Jalur karir adalah pola urutan pekerjaan (Pattern of Work Sequence) yangharus dilalui pegawai untuk mencapai suatu tujuan karir. Tersirat di sini, jalur karir selalu bersifat formal, dan ditentukan oleh organisasi (bukan oleh pegawai). Jalur karir selalu bersifat ideal dan normatif. Artinya dengan asumsi setiap pegawaimempunyai kesempatan yang sama dengan pegawai lain, maka setiap pegawaimempunyai kesempatan yang sama untuk mencapai tujuan karir tertentu. Meskipundemikian, kenyataan sehari-hari tidak selalu ideal seperti ini. Ada pegawaiyang baguskarirnya, ada pula pegawai yang mempunyai karir buruk meskipun prestasi kerja yangditunjukkannya bagus.Dalam organisasi yang baik dan mapan, jalur karir pegawai selalu jelas daneksplisit, baik titik-titik karir yang dilalui maupun persyaratan yang harus dipenuhiuntuk mencapai tujuan karir tertentu.Di lingkungan pegawai negeri, misalnya, dikenal jalur karir sruktural dan fungsional.Seorang dosen di perguruan tinggi, sebagai ilustrasi, boleh meniti karir di bidangstruktural, boleh juga di bidang fungsional. Secara struktural, ia boleh menjadikan