Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
19Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ketentuan Dan Tata Cara Pengawasan Barang Dan Atau Jasa Barang Yang Beredar

Ketentuan Dan Tata Cara Pengawasan Barang Dan Atau Jasa Barang Yang Beredar

Ratings: (0)|Views: 2,569 |Likes:
Published by net_surfer

More info:

Published by: net_surfer on Jun 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/21/2013

pdf

text

original

 
KEPUTUSANMENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGANREPUBLIK INDONESIANOMOR : 634/MPP/Kep/9/2002TENTANGKETENTUAN DAN TATA CARA PENGAWASAN BARANG DAN ATAU JASAYANG BEREDAR DI PASARMENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang :a.
 
bahwa dalam rangka pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2001 tentang Pembinaan danPengawasan Penyelenggaraan Perlindungan Konsumen perlu diatur lebih lanjut ketentuan dan tata carapengawasan barang atau jasa yang beredar di pasar;b.
 
bahwa untuk itu perlu dikeluarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan.Mengingat :1.
 
Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (Lembaran Negara RI tahun 1999 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3848);2.
 
Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (Lembaran Negara RI Tahun 1999Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3821);3.
 
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara RI Tahun 1999Nomor 60, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3839);4.
 
Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Propinsi DKI Jakarta (Lembaran Negara RITahun 1999 Nomor 146, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 3878);5.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan PropinsiSebagai Daerah Otonomi (Lembaran Negara RI Tahun 2000 Nomor 54, Tambahan Lembaran Negara RINomor 3952);6.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional (Lembaran Negara RI Tahun2000 Nomor 199, Tambahan Lembaran Negara RI Nomor 4020);7.
 
Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2001 tentang Pembinaan dan Pengawasan PenyelenggaraanPerlindungan Konsumen (Lembaran Negara RI Tahun 2001 Nomor 103, Tambahan Lembaran Negara RINomor 4126);8.
 
Keputusan Presiden RI Nomor 288/M Tahun 2001 tentang Pembentukan Kabinet Gotong Royong;9.
 
Keputusan Presiden RI Nomor 102 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, SusunanOrganisasi dan Tata Kerja Departemen;10.
 
Keputusan Presiden RI Nomor 109 Tahun 2001 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Departemen;11.
 
Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 86/MPP/Kep/3/2001 tentang Tata Kerja danStruktur Organisasi Departemen Perindustrian dan Perdagangan;12.
 
Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 141/MPP/Kep/3/2002 tentang Nomor PengenalImpor Khusus.MEMUTUSKAN :Menetapkan :
 
KEPUTUSAN MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN TENTANG KETENTUAN DANTATA CARA PENGAWASAN BARANG DAN ATAU JASA YANG BEREDAR DI PASAR.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan :1.
 
Barang adalah setiap benda baik berwujud maupun tidak berwujud, baik bergerak maupun tidak bergerak,dapat dihabiskan maupun tidak dapat dihabiskan, yang dapat untuk diperdagangkan, dipakai, dipergunakanatau dimanfaatkan oleh konsumen.2.
 
Jasa adalah setiap layanan yang berbentuk pekerjaan atau prestasi yang disediakan bagi masyarakat untuk dimanfaatkan oleh konsumen.3.
 
Barang dan atau Jasa yang beredar di pasar adalah barang dan/atau jasa yang ditawarkan, dipromosikan,diiklankan, diperdagangkan untuk dipakai, dipergunakan atau dimanfaatkan oleh konsumen yang berada diwilayah Republik Indonesia baik yang berasal dari produksi dalam negeri maupun luar negeri/impor.4.
 
Pasar adalah tempat bertemunya pihak penjual dan pihak pembeli untuk melaksanakan transaksi dimanaproses jual beli terbentuk.5.
 
Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat baik bagikepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain maupun mahluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.6.
 
Pelaku Usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha baik yang berbentuk badan hukummaupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayahhukum negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun secara bersama-sama melalui perjanjianmenyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.7.
 
Standar adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan metode yang disusunberdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat kesehatan, keamanan,keselamatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman,perkembangan masa kini dan masa yang akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya.8.
 
Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah standar yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN)yang berlaku secara nasional di Indonesia.9.
 
Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib adalah pemberlakuan SNI secara wajib di seluruh Indonesia yangditetapkan oleh menteri atau menteri teknis terkait.10.
 
Label adalah setiap keterangan mengenai barang yang berbentuk gambar, tulisan, atau kombinasi keduanyaatau bentuk lain yang memuat informasi tentang barang dan keterangan pelaku usaha serta informasi lainnyasesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang disertakan pada produk, dimasukkankedalam, ditempelkan pada, atau merupakan bagian kemasan barang.11.
 
Klausula baku adalah setiap aturan atau ketentuan dan syarat-syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkanterlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan atau perjanjianyang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen.
 
12.
 
Pelayanan Purna Jual adalah pelayanan yang diberikan oleh pelaku usaha kepada konsumen terhadap barangdan atau jasa yang dijual dalam hal jaminan mutu, daya tahan, kehandalan operasional sekurang-kurangnyaselama 1 (satu) tahun.13.
 
Penawaran adalah proses/perbuatan/cara yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk menjual barang dan atau jasa kepada pihak lain.14.
 
Pengiklanan adalah proses, perbuatan, cara, memberitahukan atau memperkenalkan sesuatu kepada umummelalui berita atau pesan yang mendorong, membujuk halayak ramai, agar tertarik kepada barang dan atau jasa yang ditawarkan, dipasang dalam media massa, media elektronika, dan atau media di luar ruang.15.
 
Promosi adalah kegiatan pengenalan atau penyebarluasan informasi suatu barang dan atau jasa untuk menarik minat beli konsumen terhadap barang dan atau jasa yang akan dan sedang diperdagangkan.16.
 
Pengawasan adalah serangkaian kegiatan yang diawali pengamatan kasat mata, pengujian, penelitian dansurvey terhadap barang atau jasa yang beredar di pasar, guna memastikan kesesuaian barang dan atau jasadalam memenuhi standar mutu produksi barang dan atau jasa, pencantuman label, klausula baku, caramenjual, pengiklanan serta pelayanan purna jual barang dan atau jasa.17.
 
Pengawasan Berkala adalah pengawasan barang dan atau jasa yang dilakukan dalam waktu tertentu dandilaksanakan secara terprogram.18.
 
Pengawasan Khusus adalah pengawasan yang dilakukan sewaktu-waktu berdasarkan pada laporanpengaduan konsumen dan atau Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM), tindak lanjut dari hasil pengawasan berkala yang memerlukan penanganan secara cepat atau adanya indikasi tindak pidana di bidang perlindungan konsumen.19.
 
Petugas Pengawas barang dan atau Jasa (PPBJ) adalah Pegawai Negeri Sipil yang berada di lingkungan unitatau organisasi yang menangani penyelenggaraan pengawasan barang atau jasa atau pada unitpenyelenggara perlindungan konsumen yang ditunjuk dan diangkat oleh pejabat yang berwenang.20.
 
Penyidik Pegawai Negeri Sipil Perlindungan Konsumen (PPNS-PK) adalah Pejabat atau Pegawai NegeriSipil tertentu yang diberi wewenang oleh Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang PerlindunganKonsumen dan telah diangkat sebagai penyidik dengan Keputusan Menteri Kehakiman dan Hak AzasiManusia.21.
 
Penyidik adalah serangkaian tindakan dalam hal dan menurut cara yang diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, untuk mencari dan mengumpulkan bukti-bukti yang dapat membuat terang tindak pidana yang terjadi sebagaimana dimaksud dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentangPerlindungan Konsumen dan guna ditemukan tersangkanya.22.
 
Penelitian adalah kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisa dan penyajian data yang dilakukan secarasistimatis dan objektif untuk memecahkan suatu persoalan.23.
 
Survey adalah suatu cara pengumpulan fakta data untuk mendapatkan kebenaran nyata atau hakiki atasbarang yang beredar dan atau jasa tertentu di wilayah tertentu.24.
 
Sampling puporsif adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara acak sederhana.25.
 
Kepala Unit Kerja adalah :a.
 
Kepala Dinas yang bertanggung jawab di bidang perdagangan pada daerah Propinsi, Kabupaten/Kota;b.
 
Direktur yang bertanggung jawab di bidang pengawasan barang beredar dan jasa di pusat.

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muh Nasir Lewa liked this
naradablues liked this
Antini Duwiyani liked this
chandfach liked this
customsiregar liked this
vonti liked this
vonti liked this
Golkar Pangarso liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->