namun ada yang diberitakan mengalami beragam masalah dalam sekolah setelah berlalusekian bulan. Ribuan proyek besar-kecil, dalam sekejap mata menjadi sarapan pagi utamadalam perbincangan siapa saja di kepulauan Nias. Mulai dari proyek realistis hingga proyek manipulasi, mulai dari yang menguntungkan hingga yang merugikan masyarakatyang ditimpa bencana. Tidak jarang pula, banyak yang mendadak kaya secara materikarena berbagai peluang (selain proyek bangunan), seperti lapangan pekerjaan dengangaji di atas rata-rata, lapangan usaha baru karena pelaku ekonomi sebelumnya tidak aktif lagi, aksi pendirian berbagai yayasan atau LSM, dll.Secara langsung atau tidak langsung, arus perputaran roda ekonomi dipaksasecara tiba-tiba mengikuti kekuatan pasar (aktivitas dari pendatang) menciptakan situasi pasar yang ada sekarang di kepulauan Nias. Rongsokan besi menjadi bisnis menjanjikan,sesaat setelah gempa. Bisnis mainan anak luar biasa mendapat respon pasar, karenamemang efek penenangan emosi anak-anak pasca gempa dianggap bisa terwujudkandengan memberikan banyak mainan yang menyenangkan mereka. Disamping itu, bantuan uang tunai yang mengalir deras pada enam bulan pertama dipakai untuk membeli berbagai barang keperluan rumah tangga, pakaian, perhiasan hingga hal-hal sepele,sekalipun harga pasar saat itu tidak realistis lagi mahalnya. Hotel, restoran dan cafemenjamur dengan berbagai macam tawaran menu dan fasilitas.Singkatnya mekanisme pasar pun ikut berubah.Secara umum, infrastruktur di kepulauan Nias menjadi sorotan utama dalam proses perbaikan. Untuk membantu pelaksanaan proyek, tidak terhitung lagi banyaknya perubahan dan perbaikan sarana infrastruktur seperti jalan raya, sarana air bersih,sekolah, jembatan, telekomunikasi, dll. Dalam melaksanakan proyek tersebut,membutuhkan waktu yang tidak singkat dan menjadi prioritas utama yang diperhitungkan pada pelaksanaan proyek di lapangan karena semua menunggu dan bergantung kepadainfrastruktur yang telah lancar. Seperti pada jalan raya dari jalan Sirao ke arah SifalaeteKm.3 yang dibuat semewah mungkin untuk menciptakan image bangga bahwa jalan rayatingkat propinsi dengan kualitas baik pun akhirnya dibuat di ibukota Kabupaten Nias.Jalan raya yang lebar dan mulus secara tidak langsung mendorong peningkatanlaju kecepatan kendaraan. Bukan hal aneh lagi bila kecelakaan di jalan raya terjadisetelah itu. Pemakai jalan menjadi takut menyebrang, pejalan kaki menjadi semakin tidak