Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
peta bali

peta bali

Ratings: (0)|Views: 1,065 |Likes:
Published by Lukman bin Ma'sa

More info:

Published by: Lukman bin Ma'sa on Jun 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC or read online from Scribd
See more
See less

02/01/2013

KOMUNITAS MUSLIM DI BALI
(Dokumen Perjalanan Kafilah Da'wah Mahasiswa STID
Mohammad Di Buleleng, Singaraja)

Dalam dunia militer, mempelajari Peta dan Kompas merupakan
materi pertama dan utama yang mesti dikuasai dengan baik. Tentara
akan melakukan kesalahan fatal bila ilmu pokok tersebut tidak sesuai
dengan target sasaran. Dalam da\u2019wah, peta da\u2019wah adalah salah
satu alat untuk membaca kondisi masyarakat setempat sebelum terjun
ke medan da\u2019wah. Peta da\u2019wah ini dijadikan dasar untuk menangkap
secara riil kondisi sebuah ekosistem masyarakat sebagai dasar acuan
menentukan skala prioritas akitifitas da\u2019wah. Da\u2019i seringkali
kehilangan arah langkah ketika harus berhadapan dengan berbagai
bentuk problematika di lapangan yang kurang peritungan
sebelumnya. Hingga tak jarang dari mereka yang mundur secara
teratur akibat kebutaan informasi kondisi setempat. Dokumen Kafilah
Da\u2019wah berikut ini dapat dijadikan rujukan awal bagi pencinta
da\u2019wah di pulau Dewata.

Kata Kunci: pariwisata, akulturasi, Hindu, Melayu, ritual, tradisi, da\u2019wah
Pendahuluan

Pada mulanya, Provinsi
Bali merupakan bagian
dari Propinsi Sunda
Kecil bersama NTB dan
NTT. Kemudian sejak
dikeluarkannya UU
No.64 Tahun 1958,
maka Bali berdiri
sendiri menjadi
Propinsi Daerah
Tingkat I Bali dengan

gubernur terpilih Anak

Agung Bagus Suteja. NTB dan NTT selanjutnya ikut berdiri sendiri menjadi propinsi.. Secara resmi Pemerintah Daerah tingkat I Bali lahir pada tanggal 14 Agustus 1958 dengan ibu kotanya di Singaraja. Sejak lahirnya keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah tanggal 23 Juni 1960, maka

kedudukan Ibu Kota yang sebelumnya di Singaraja dipindahkan ke Kota
Denpasar.

Mengenai perkembangan pembangunan di Bali khususnya pada
bidang pariwisata, nama Pulau Bali sejak tahun1920-an sudah dikenal
dunia. Salah satu tokoh seniman asing yang berjasa sebagai pelopor
memperkenalkan Bali ke dunia international adalah Walter Spies dari
Jerman dan Rudolf Bonnet dari negeri Belanda, serta seorang antropolog
dan seniman Meksiko, yaitu Miguel Covarrubias yang telah menerbitkan
bukunya tentang Bali, \u201cIsland of Bali\u201d (1936). Sejak itu mulailah
berdatangan para seniman mengunjungi Bali bahkan menetap di Bali.

Tahun 1925 beberapa fasilitas pariwisata sudah mulai didirikan seperti
Bali Hotel yang dibangun di Denpasar. Bali mendapat perhatian yang
pertama oleh Presiden Soekarno dalam hal pariwisata, yaitu dengan
didirikannya Hotel Bali Beach di Sanur tahun 1963, sebuah hotel bertaraf
international berlantai 10 serta dibukanya Bandara Ngurah Rai tahun 1967,
yang diperluas lagi tahun 1971 hingga menjadi Bandara International.
Untuk menambah fasilitas pariwisata di Bali, mulai tahun 1972 kawasan
Nusa Dua mulai mendapat perhatian untuk dikembangkan.

Ditinjau dari letak geografis Pulau Bali, Propinsi Bali terdiri atas
beberapa pulau, yaitu Pulau Bali, Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan,
Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Serangan, dan Pulau Menjangan. Luas
wilayah Pulau Bali secara keseluruhan 5.632,86 km2 dan jumlah
penduduknya 3.156.392 jiwa dengan kepadatan 517 jiwa/km2. Sebelah
Utara berbatasan dengan Laut Jawa, sebelah Selatan dengan Samudera
Indonesia, sebelah Barat dengan Selat Bali/Provinsi Jawa Timur, dan
sebelah Timur dengan Selat Lombok/Pulau Lombok. Secara administrasi
Propinsi Bali dibagi menjadi 9 daerah tingkat II (8 Kabupaten dan 1
Kotamadya), 51 kecamatan, 565 desa, dan 79 kelurahan. Secara geografis
Propinsi Bali terletak antara 8o03'40" - 8o50\u201948" Lintang Selatan dan
114o25\u201953" - 115o42\u201940" Bujur Timur. Relief dan topografinya
menunjukkan di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang
memanjang dari Barat ke Timur dan di antara pegunungan itu ada gunung
berapi, bernama Gunung Agung (3.140m) dan Gunung Batur (1.717m). Di
Propinsi Bali juga terdapat empat buah danau, yaitu Danau Beratan (375,6
Ha), Danau Buyan (336 Ha), Danau Tamblingan (110 Ha), dan Danau Batur
(1.607,5 Ha). Sungai yang bersumber dari hutan dan danau tersebut
kebanyakan mengalir ke daerah Selatan, seperti Sungai Unda, Sungai
Petanu, Sungai Ayung, Sungai Pulukan, dan Sungai Loloan.

Wilayah Bali termasuk daerah beriklim tropis yang dipengaruhi oleh
angin musim yang berganti setiap enam bulan sekali. Daerah Bali memiliki

dua musim, yaitu musim kemarau (April-Oktober) dan musim hujan
(Oktober-April ). Temperatur udara bervariasi antara 24\u02daCelcius dan 30,8\u02da
Celcius. Curah hujan dalam lima tahun terakhir bervariasi antara 893,4 mm
terendah dan 2.702,6 mm tertinggi untuk rata-rata tahunan. Kelembaban
udara berkisar antara 90% dan pada musim hujan bisa mencapai 100%,
sedangkan pada musim kering mencapai 60%.

Sejarah Islam di Bali

Masuknya agama Islam ke Bali pada jaman kerajaan abad XIV tidak
merupakan satu kesatuan yang utuh, namun mempunyai sejarah dan latar
belakang sendiri dari masing-masing komunitas Islam yang ada di Pulau
Dewata. "Penyebaran agama Islam ke Bali berasal dari sejumlah daerah di
Nusantara, antara lain Jawa, Madura, Lombok dan Bugis," kata Ketua
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bali, Haji Ahmad Hassan Ali di Denpasar.
Ia mengatakan bahwa masuknya Islam pertama kali ke Bali melalui pusat
pemerintahan pada abad ke XIV pada jaman kekuasaan Raja Dalem
Waturenggong. Raja Dalem Waturenggong yang berkuasa selama kurun
waktu 1480-1550, saat berkunjung ke Kerajaan Majapahit di Jawa Timur,
kembalinya diantar oleh 40 orang pengawal yang beragama Islam. Ke-40
orang pengawal tersebut akhirnya diizinkan menetap di Bali, tanpa harus
mendirikan kerajaan tersendiri seperti halnya kerajaan Islam di pantai Utara
Pulau Jawa pada masa kejayaan Majapahit. Para pengawal yang beragama
Islam itu hanya bertindak sebagai abdi dalam kerajaan Gelgel, menempati
satu pemukiman dan membangun sebuah masjid yang diberi nama Masjid
Gelgel, yang menjadi tempat ibadah umat Islam tertua di Bali.

Demikian pula komunitas muslim yang kemudian tersebar di Banjar
Saren Jawa, Desa Budakeling, Kabupaten Karangasem, Kepaon, Serangan
(Kota Denpasar), Pegayaman (Buleleng) dan Loloan (Jembrana),
membutuhkan waktu cukup panjang untuk menjadi satu kesatuan. Menurut
Hassan Ali, dalam pembangunan masjid sejak abad XIV hingga sekarang
mengalami akulturasi dengan unsur arsitektur Bali atau menyerupai corak
(style) wantilan (joglo). Akulturasi dua unsur seni yang diwujudkan dalam
pembangunan masjid, menjadikan tempat suci umat Islam di Bali tampak
beda dengan bangunan masjid di Jawa maupun daerah lainnya di Indonesia.
\u201cAkultutasi unsur Islam-Hindu yang terjadi ratusan tahun silam
memunculkan ciri khas tersendiri, unik dan menarik. Bahkan sejumlah
masjid yang dibangun Yayasan Supersemar di luar Bali menggunakan
rancang bangun (design) masjid yang ada di Bali\u201d, ujar Ahmad Hasan Ali.

Sesungguhnya Bali amat dekat dengan kebudayaan Melayu Islam.
Bahkan sampai saat ini, terdapat komunitas Bali yang berbahasa Melayu

Activity (3)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->