Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
9Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Manajemen Resiko Dalam Daur Hidup BPM

Manajemen Resiko Dalam Daur Hidup BPM

Ratings:

4.33

(3)
|Views: 1,928 |Likes:
Published by Rinda Cahyana
Mengelola resiko dengan pendekatan Business Process Modeling
Mengelola resiko dengan pendekatan Business Process Modeling

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Rinda Cahyana on Jun 13, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/23/2012

 
 
Manajemen ResikoDalam Daur Hidup BPM
Diterjemahkan dari artikel Michael zur Muehlen, Danny Ting-Yi Ho,Risk Management in the BPM Lifecycle
 
Rinda Cahyana
ABSTRAK
Business Process Management (BPM) merupakan strategi penting dalam membuat danmemelihara hasil kompetitif. Perhatian sejumlah peneliti terhadap resiko dalam proyektertentu sangat sedikit sekali. Mereka lebih berkeinginan untuk mengidentifikasi factorsukses kritis dari manajemen proses bisnis dari proyek tersebut. Sekalipun proyek BPMmeliputi fase yang terkait dengan pembangunan dan pengembangan perangkat lunak,strategi manajemen resiko ditemukan pada kerekayasaan perangkat lunak. Artikel ini akanmemperlihatkan resiko yang berhubungan dengan proyek BPM sepanjang fase daur hidup(lifecycle) BPM. Setelah klasifikasi resiko ditemukan dalam setiap fase daur hidup dantransisinya, selanjutnya akan didiskusikan empat strategi untuk menghadapi resiko tersebut:penghidanran (
avoidance
), pengurangan (
mitigation
), pemindahan (
transfer
), danpenerimaan (
acceptance
). Pandangan jauh dari artikel ini adalah mendiskusikan bagaimanaframework penilaian seperti CobIT dan COSO berhubungan dengan identifikasi resiko.
 
PENDAHULUAN
BPM adalah daur hidup proses penemuan, penentuan, implementasi, eksekusi, pengawasan,dan pengendalian. Resiko mengancam kesuksesan proyek proses bisnis, sebagaimanadijelaskan dalam [2, 3]. Dalam studinya Grover menyebutkan bahwa 7 dari 10 proyek prosesbisnis gagal [1]. Maka diperlukan pemahaman tentang penyebab kegagalan dalam proyektersebut.Artikel ini akan dijelaskan resiko yang ada di dalam proyek BPM di sepanjang daur hidupBPM. Selanjutnya akan didiskusikan pilihan bagi manajer proyek BPM untuk menghadapiresiko tersebut berdasarkan 4 strategi manajemen resiko. Pada bagian akhir akan diuraikanperan
framework
yang ada seperti COSO dan CobIT dalam mengidentisikasi resiko danmerencanakan mitigasinya.
PEMBAHASAN1. Business Process Management
Zairi dan Sinclair menyatakan bahwa BPM adalah
“a structured approach to analyze andcontinually improve fundamental activities such as manufacturing, marketing,communication and other major elements of a company’s operations”
[5]. Elzinga et al.menegaskan bahwa tidak perduli bagaimana peningkatan berkelanjutan dilakukan, tetapiharus berdasarkan kepada kualitas produk dan layanan yang akan dievaluasi oleh pelanggan.Oleh sebab itu mereka mendefinisikan bahwa BPM adalah
“a systematic, structuredapproach to analyze, improve, control, and manage processes with the aim of improving thequality of products and services”
[6] . Harmon menguatkan gagasan ini [7]:
“BPM refers toaligning processes with the organization's strategic goals, designing and implementingprocess architectures, establishing process measurement systems that align withorganizational goals, and educating and organizing managers so that they will manageprocesses effectively.”
 Pekerjaan inti dari BPM adalah membuat pelurusan di antara setiap komponen proses:Masukan, Keluaran, Sumber Daya, Struktur Proses, dan Tujuan Proses. Jika pelurusandicapai, daya guna (
performance
) dari keseluruhan proses organisasi meningkat baik dari sisikualitas (seperti berkurangnya pemborosan waktu dan idle) dan kuantitas (sepertipendeknya waktu daur, cepat menyesuaikan dengan perubahan lingkungan) prosesnya.Pendekatan iterative dalam bentuk daur hidup manajemen proses berkelanjutan membantuorganisasi untuk mencapai, memelihara, dan meningkatkan kualitas prosesnya. Daur hiduptersebut seperti tampak pada gambar 1.Kegunaan dari fase desain / perancangan adalah mengidentifikasi proses organisasai yangdiharapkan dapat dianalisa, dirancang ulang, dan atau diotomatisasi. Rincian dari prosestersebut ditetapkan dan dipetakan menggunakan metode pemodelan semi formal. Sebelumproses dirancang atau dirancang ulang, sangat perlu untuk mengidentifikasi danmenjelaskan variable yang akan mempengaruhi proses perancangan. Secara internal,variable tersebut meliputi maksud dan kegunaan dari proses, pengetahuan tentang batasanproses, dan pengaruhnya bagi organisasi. Variable eksternal merefleksikan
stackholder
luar
 
seperti penyedia, pelanggan, competitor, pemerintah. Kelengkapan rincian tujuan dananalisa organisasi mendefinisikan parameter dan batasan bagi proses perancangan ulang.Gambar 1. Daur Hidup BPMSelama fase implementasi, proses yang telah ditetapkan dipetakan ke dalam lingkunganoperasional apakah dengan cara manual (seperti melalui buku pedoman prosedur) ataupunotomatis (seperti melalui perangkat lunak BPM atau
workflow
). Pada akhirnya, prosesdieksekusi dan diawasi secara
real time
. Untuk tujuan pengendalian proses, audit yangdihasilkan dari tahap
process enactment
dan
monitoring
dapat digunakan dalam tahapanevaluasi ini.
2. Resiko dan Manajemen Resiko
Dalam teori pembuatan keputusan klasik, resiko diartikan sebagai
“reflecting variation in thedistribution of possible outcomes, their likelihoods, and their subjective values”
[8]. Dengandefinisi ini, resiko dapat diekpresikan secara matematis sebagai,
“the probability of occurrence of loss/gain multiplied by its respective magnitude.”
[20] Lembaga manajemenproyek mendefinisikan resiko sebagai
“an uncertain event or condition that, if it occurs, has apositive or negative effect on a project objective”
[23]. Sejak resiko dihubungkan denganhasil yang negative [8] perbedaan antara resiko dan masalah menjadi tidak jelas. Charettemenyatakan bahwa resiko adalah bukan masalah, tapi pada kebanyakan “masalah potensial”
 

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Edam Sugab liked this
Lucy Agraini liked this
Adi Waluyo liked this
SaidilAnam liked this
Juragan Loeloezz liked this
Akhwan A. Suryo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->