Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Rasulullah
telah menyampaikan akan terjadinya ketamakan dan perebutan jabatan dankepemimpinan ini pada umat beliau. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah
, Nabi
bersabda,
ُِاَف ئب و ُعِ ْعَ ،مايق ْ مد ُكسو ،ةرامِ ىَ ْحس ُْكإ
“
Sesungguhnya kalian akan tamak dengan kekuasaan dan kepempimpinan, dan hal itu akanmenjadi penyesalan pada hari kiamat. Nikmat ketika awal mendapatkannya, namun seburuk-buruk keadaan ketika usai menjalaninya.
” (HR. Bukhari)Pada masa Nabi
masih hidup, tersebutlah bahwa Abu Dzar al-Ghifari
pernah meminta jabatan kepada Rasulullah
. Maka Rasulullah
menepuk pundaknya kemudian bersabda,“
Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau adalah orang yang lemah dan jabatan itu adalahamanah. Dan sesungguhnya hal itu akan menjadi kehinaan dan penyesalan, melainkan orang yang mengambilnya dengan haknya dan menunaikan kewajiban di dalamnya.
” (HR. Muslim)Demikian juga ketika Abu Musa al-Asy'ari
masuk kepada Nabi
bersama dua orang darianak-anak pamannya, salah satu di antara mereka berkata, “
Wahai Rasulullah
, berikanlahkami jabatan atas sebagian wilayah yang Allah
berikan kepadamu,
” dan yang lain punmengatakan demikian. Maka Rasulullah
menjawab, “
Sesungguhnya -demi Allah- kami tidak akan memberikan jabatan atas amal ini kepada seorang pun yang memintanya atau seorang pun yang sangat menginginkannya.
” (HR. Bukhari)
Ma'asyiral Muslimin, Jama'ah Jum'at Rahimakumullah,
Demikianlah Rasulullah
memperingatkan dengan sangat keras bahwa amanah ini akan menjadipenyesalan dan kehinaan di akhirat. Dalam sebuah riwayat yang dikeluarkan oleh Ibnu Abi Hatimdalam tafsirnya, Neraka berkata, “
Adapun aku tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yangsombong, keras kepala dan para pembesar, serta orang-orang yang memiliki harta kekayaan.
”Imam Ahmad mengeluarkan dari hadits Abi Said
dari Nabi
, “
Surga dan neraka itu salingberbangga. Neraka berkata, 'Ya Rabb, aku dimasuki oleh orang-orang sombong, keras kepala,orang-orang mulia dan para raja.' Surga berkata, 'Ya Rabb, yang masuk padaku adalah orang-orang lemah, fakir dan miskin'.
”Hadits Anas
menjelaskan bahwa Nabi
berkata, “
Maukah aku beritahukan kepada kaliantentang penghuni surga dan penghuni neraka? Penghuni surga adalah setiap yang lemah dandilemahkan, memakai pakaian yang lusuh. Kalau dia bersumpah (berdoa) kepada Allah, niscaya Allah akan mengabulkan doanya. Adapun penghuni neraka adalah orang-orang yang keraskepala, berbuat kasar sesuka hati dan punya pengikut (ditaati).
” (HR. Tirmidzi, ad-Dhiya' dan al-Hakim)Hadits-hadits di atas menyebutkan bahwa para penghuni neraka di antaranya adalah parapembesar, orang-orang mulia dan para raja serta mereka yang mempunyai pengikut dan ditaati.Ciri-ciri ini semua lekat dengan mereka yang memiliki jabatan, kekuasaan atau kepemimpinan.Ancaman tersebut juga dikarenakan jabatan, kekuasaan dan kepempimpinan adalah amanah diatas pundak seseorang. Sedangkan melalaikan amanah adalah khianat. Dan telah disebutkan dariIyadh bin Himar
menyatakan bahwa Nabi
dalam khotbahnya menyebutkan, “
Penghunineraka ada lima: Orang lemah yang tidak punya akal yang selalu mengikuti kamu dan tidak mempunyai harta dan keluarga, pengkhianat yang tidak menyembunyikan ketamakan(keinginannya) untuk berkhianat jika ada kesempatan, laki-laki yang selalu menipu keluarga danhartamu baik siang atau malam, bakhil lagi dusta dan jahat.
” (HR. Muslim)