Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
19Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab.I Lekra Dan Soekarno, Politik Adalah Panglima

Bab.I Lekra Dan Soekarno, Politik Adalah Panglima

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 5,143|Likes:
Published by faisal119

More info:

Published by: faisal119 on Jun 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/22/2013

pdf

text

original

 
- 1 -
BAB. IPENDAHULUANA. Latar Belakang dan Permasalahan
Dalam perkembangan perpolitikan bangsa ini, unsur kebudayaan tidaklah dapatditinggalkan, terutama sekali fungsinya sebagai penarik simpati bagai masa yangingin ditarik oleh sebuah partai politik. Hal demikian sangat berkembang pesatpada sekitar awal tahun 1960-an, dimana lembaga kebudayaan partai banyak tumbuh subur seperti; Lekra (PKI), LKN (PNI), Lesbi (Partindo), Lesbumi (NU),Laksmi (PSII), Leksi, LKKI (Partai Katolik), ISBM (Muhamadiyah). Saat ituseniman tidak bisa bersikap untuk netral, karena dituntut sikap loyalitas harusberpihak hanya kepada partai. Saat itu para seniman tidak bisa bersikap netral ataskeadaan perpolitikan yang berkembang. Mereka harus berpihak kepadaperdamaian dan kemanusiaan walaupun lewat sebuah wacana yang tercipta daripartai yang ia bela.
1
 Lekra
2
yang menurut kalangan umun disebut sebagai underbouw PKI
3
saatitu seakan menjadi sebuah corong politik untuk menarik simpati kepada rakyat
1
D.S. Moeljanto dan Taufiq Ismail (ed),
Prahara Budaya: Kilas Balik Ofensif Lekra/PKI dkk 
. (Bandung: Mizan dan Republika, 1995), hal. 205-207.
2
 
Lekra didirikan atas inisiatif DN Aidit, Nyoto, MS Ashar, dan AS Dharta pada 17Agustus 1950. DN Aidit dan Nyoto saat itu adalah para pemimpin PKI ,yang baru dibentuk kembali setelah kegagalan gerakan Muso . Lekra bekerja khususnya di bidang kebudayaan,kesenian dan ilmu. Lekra bertujuan menghimpun tenaga dan kegiatan para penulis, seniman, danpelaku kebudayaan lainnya, serta berkeyakinan bahwa kebudayaan dan seni tidak bias dipisahkandari rakyat.
 Mukaddimah Lekra , 1950
.
3
Ada banyak perbedaan pendapat para ahli mengenai lekra adalah underbouw PKI:sedikit meluruskan, menurut Kith Foulcher dalam bukunya
Social Commitment in Literature and the Arts: the Indonesia “Institute of People Culture”1950-1965
(Australia: Monash University
 
- 2 -kecil. Lekra pun dikenal sebagai sebuah organisasi kebudayaan Indonesia yangpaling massal keanggotaannya dan yang kegiatannya merakyat, yang melakukankegiatan untuk melaksanakan prinsip: ”Kebudayaan Dari, Dan Untuk Rakyat,”tak dapat disangsikan lagi bahwa pada akhirnya berkat lembaga budaya (Lekra)ini, PKI banyak mendapat simpati dari masyarakat terutama kalangan orang-orangkecil dan buruh.Menjelang pertengahan 1960-an, Indonesia berada dalam sebuah suasanakekacauan perpolitikan dan krisis stabilitas nasional. Bung Karno - pusat dariseluruh tampuk - nampak akan tak lama lagi duduk di kursinya karena usia, danPKI, ABRI, semua, bersiap, saling mendesak dan mengancam. Baik jika PKI yangmenang (banyak tanda bahwa PKI unggul waktu itu), atau pun jika PKI yangkalah, melalui sebuah pergantian kekuasaan yang waktu itu tak jelas bagaimanaakan terjadi, Indonesia akan berubah benar-benar: mengerikan bagi satu pihak,menggembirakan bagi pihak lain. Dan itu pun memang terjadi demikian.Menjelang pertengahan 1960-an, dan agaknya mulai sejak itu, parapenguasa hanya punya satu cara untuk menyelesaikan benturan ide-ide itu dengancara pembungkaman deangan kesewenangan yang liar. Setiap perseberanganmasalah yang terjadi pun dianggap sebagai sebuah kampanye untuk saling tumpasmenumpas. Lawan berpendapat akan segera dianggap menjadi musuh. Semuanyadikerahkan oleh kekuatan-kekuatan politik yang akan habis menghabisi.
4
 
Press, 1986); mengatakah bahwa: ”…sebenarnya Lekra adalah lebih merupakan lembagakebudayaan nasionalis kiri dari pada lembaga kebudayaan komunis,” Disamping itu juga Lekramerupakan organisasi yang independen, dan sebenranya para anggot PKI (D.N. Aidit dan Njoto)adalah seorang seniman, namun pada kenyataannya kedua orang itu tak mampu mem-PKI-kanLekra, disini bisa terlihat bahwa Lekra sebenarnya adalah lembaga yang berdiri sendiri, hanyacoraknya (kekiri-an) saja yang hampir sehaluan dengan PKI.
4
Goenawan Mohamad ,
Catatan pinggir,
(Jakarta : Gramedia, 1995), hlm.50.
 
- 3 -Salah satu soal paling pelik dalam sejarah Lembaga Kebudayaan Rakyat(LEKRA) adalah mencari kejelasan perihal bagaimana organisasi ini “bekerja”.Para sarjana telah menulis tentang sejarah organisasi ini dari kelahirannya,perkembangannya, hingga berakhirnya pada 1965.
5
Tetapi masih sedikit sekaliyang kita ketahui tentang umpamanya saja bagaimana sebuah organisasikebudayaan bisa menjadi sedemikian besar dan berpengaruh, sedemikianmenggugah minat para seniman dan cendekiawan untuk bergabung ataumemusuhinya, sedemikian berbahaya sehingga perlu ditumbas? Apa danbagaimana hubungan organisasi ini dengan Partai Komunis Indonesia (PKI)?Benarkah LEKRA hanylah ”alat” bagi PKI yang tengah membentuk dirinyamenjadi partai massa?
6
 
Untuk mencegah melajunya kecenderungan kapitulasi ke kiri atau kekanan ini dan mencoba membawa kembali kaum cendekiawan, sastrawan-seniman Indonesia ke jalan Indonesia yang republiken, merdeka dan berdaulat,maka pada tahun 1950 sejumlah cendekiawan, sastrawan-seniman Indonesiamengambil prakarsa mendirikan sebuah Lembaga Kebudayaan yang disebutLembaga Kebudayaan Rakyat yang disebut Lekra. Pertemuan untuk mendirikanLekra dilakukan di jalan Madura, di rumah H.B. Jassin, kantor Majalah
Kisah,
5
Baca juga misalnya; Keith Foulcher,
Social Commitment in Literature and the Arts: the Indonesia “Institute of People Culture”1950-1965
(Australia: Monash University Press, 1986);Yahya Ismail.
Pertumbuhan, Perkembangan, dan Kejatuhan Lekra di Indonesia: Satu Tinjauandari Aspek Sosio-Budaya
(Dewan Bahasa dan Pustaka Kementrian Pelajaran Malaysia, 1972);Alex Supartono, LEKRA vs MANIKEBU:
Perdebatan Kebudayaan Indonesia 1950-1965
 (Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, 2000); D.S. Moeljanto dan Taufiq Ismail (ed),
Prahara Budaya: Kilas Balik Ofensif Lekra/PKI dkk 
. (Bandung: Mizan dan Republika, 1995).
6
J.J. Kusni,
 Di Tengah Pergolakan Turba Lekra di Klaten
(Yogyakarta: Ombak, Agustus2005), hlm. xv.

Activity (19)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Masitah Kadir liked this
Roy Astin liked this
Edy Selamonay liked this
Fuji Esti liked this
kenangkelana liked this
Risyda Shu liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->