Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
124Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kurikulum Pendidikan Islam Klasik

Kurikulum Pendidikan Islam Klasik

Ratings: (0)|Views: 10,812 |Likes:
Published by wiliandi_tanjung

More info:

Published by: wiliandi_tanjung on Jun 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2013

pdf

text

original

 
KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM KLASIK 
Oleh : Andi Wiliandi
Pendahuluan
Pendidikan Islam sesungguhnya telah tumbuh dan berkembangsejalan dengan adanya dakwah Islam yang telah dilakukan NabiMuhammad saw. Berkaitan dengan itu pula pendidikan Islam memilikicorak dan karakteristik yang berbeda sejalan dengan upayapembaharuan yang dilakukan secara terus meneruskanpascagenerasi nabi, sehingga dalam perjalanan selanjutnyapendidikan Islam terus mengalami perubahan baik dari segikurikulum (mata pelajaran).Secara eksplisit, pendidikan mempunyai nilai yang strategisdan urgen dalam pembentukan suatu bangsa. Untuk menjadikanpendidikan yang berarti harus menyediakan kurikulum pendidikanyang baik tentunya kepada peserta didik. Hari ini kurikulumpendidikan di Indonesia dapat kita katakan sudah berjalan denganbaik, dan langsung dikelola oleh departemen pendidikan.Sebagaimana halnya dengan faktor-faktor pendidikan lainnya,maka kurikulum pun memainkan peranan penting dalammewujudkan tujuan pendidikan. Kurikulum mengalami perkembanganmengikuti perkembangan kebudayaan dan peradaban masyarakat.Dalam perkembangannya, tentu saja kurikulum mengalamipembaruan dalam isinya, sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya.
1
Munculnya pendidikan Islam bersamaan dengan lahirnya Islamitu sendiri. Pendidikan pada awalnya dilakukan dari rumah ke rumah,di masjid-masjid dan sebagainya. Ini dilakukan dengan peralatan
1 Abd. Mukti,
Konstruksi Pendidikan Islam; Belajar dari Kejayaan MadrasahNizhamiyah Dinasti Saljuq,
(Bandung: Citapustaka Media, 2007), h. 215.
 
yang sederhana sekali. Pendidikan Islam sebagai suatu sistemmerupakan sistem tersendiri di antara sistem pendidikan di dunia ini,kendatipun memiliki banyak persamaan. Dikatakan sistem tersendirikarena cakupannya dan kesadarannya terhadap detak jantung, karsadan karya manusia.Kurikulum pendidikan Islam klasik merupakan suatu sistempendidikan klasik yang berbeda dengan sistem pendidikan Islamyang ada pada saat ini. Kalau ditinjau dari aspek tujuan, guru, murid,kurikulum, metode, fasilitas, dan sarana prasarana, jelas terlihatperbedaannya. Sudah banyak terjadi perkembangan-perkembangandalam dunia pendidikan Islam.Istilah pendidikan Islam klasik dalam tulisan ini adalah suatuproses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan individu, kelompoktertentu atau pemerintah/lembaga pemerintah, formal atau non-formal dalam periode tertentu pada masa pertumbuhan danperkembangan Islam. Kegiatan itu dilakukan di rumah-rumah, majlis,masjid/halaqah dengan jenjang pendidikan dasar (kuttab), menengah(masjid/masjid khan, zawiyah) sampai tingkat tinggi (madrasah/al- Jamiah).
Kurikulum Pendidikan Islam Klasik 
 Yang dimaksud dengan kurikulum adalah sejumlah matapelajaran yang harus ditempuh atau dipelajari oleh siswa dalamsuatu periode tertentu. Dalam arti yang lebih luas, kurikulumsebenarnya bukan hanya sekadar rencana pelajaran, tapi semuayang secara nyata terjadi dalam proses pendidikan di sekolah.
2
 
2
Ahmad Tafsir,
Ilmu Pendidikan dalam Persfektif Islam
(Bandung:Rosdakarya, 1992), h. 53.
 
Dengan kata lain, kurikulum mencakup baik kegiatan yangdilakukan pada jam belajar maupun di luar jam belajar, sepanjang halitu berlangsung di lembaga pendidikan. Karena itu ada istilah ekstra-kurikuler, yaitu berbagai kegiatan yang dilakukan di luar jam tatapmuka di ruangan kelas. Akan tetapi, tentu saja kurikulum dalampengertian seperti itu baru dikenal pada sistem pendidikan modern,baik sekolah maupun madrasah. Pada masa sebelumnya, meskipunsudah dikenal, muatan kurikulum tidak seketat pengertian tersebut.Hasan Asari memberikan penjelasan tentang kurikulummadrasah dengan konsep awal klasifikasi ilmu pengetahuan yangdiajarkan di madrasah. Untuk memahami kurikulum madrasah secaralebih luas, menurutnya, perlu memahami perkembangan ilmupengetahuan dan peradaban Islam yang dikembangkan para ulamadan ilmuwan Muslim. la mengutip pendapat Ibn Buthlan (w.460/1068), seorang ahli kedokteran, berdasarkan riwayat Ibn AbiUshaybi'ah, yang mengelompokkan ulama yang wafat pada sekitarpertengahan abad ke-5/11 ke dalam tiga kelompok berdasarkancabang ilmu yang ditekuni yaitu: 1) ilmu-ilmu keagamaan (
al-‘ulumal-syar’iyyah
); 2) ilmu-ilmu klasik (
‘ulum al-qudama’ 
= (filsafat Yunani, filsafat Timur) Persia dan sebagainya, yang disebut
awa'il
).,dan 3) ilmu-ilmu sastra (
al-‘ulum al-adabiyah
).
3
Hasan Asari juga mengutip pendapat Ibn Buthlan yangmerupakan suatu klasifikasi yang detail; namun ini memadai untuktujuan kita sekarang ini. Klasifikasi yang lebih lengkap dan detaildapat dilihat dalam beberapa karya Abad Pertengahan yang lain.Perumusan klasifikasi ilmu pengetahuan menjadi satu bidang
3 Hasan Asari,
Menyingkap Zaman Keemasan Islam
(Bandung: CitapustakaMedia, 2007), h. 105.

Activity (124)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
saifulakbars liked this
Amik El Furqon added this note
yang lama makin terasa menggena,,,,,, !
Miftahul Hikam liked this
Abtarzer Abtar liked this
Ali M Zebua II liked this
Mahmudah Mudah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->