Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword or section
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mirza Tahir Ahmad - ISLAM’S RESPONSE TO CONTEMPORARY ISSUES - Bahasa Indonesia

Mirza Tahir Ahmad - ISLAM’S RESPONSE TO CONTEMPORARY ISSUES - Bahasa Indonesia

Ratings:

4.5

(1)
|Views: 1,142|Likes:
Published by Rahmat Ali
Jemaat Ahmadiyah didirikan oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dari
Qadian dalam tahun 1889 yang memaklumatkan bahwa berdasarkan
penunjukkan Tuhan, beliau adalah Imam Mahdi dan Masih Maud bagi
akhir zaman yang kedatangannya telah dinubuwatkan dalam kitab-kitab
lama dari semua agama-agama besar di dunia.

Jemaat ini merayakan seratus tahun berdirinya dalam tahun 1989.
Kejadian penting terakhir dari perayaan tersebut adalah penyampaian
pidato oleh Khalifatul Masih IV dari Jemaat Ahmadiyah yaitu Hazrat
Mirza Tahir Ahmad pada tanggal 24 Pebruari 1990 di sentra konferensi
Queen Elizabeth II di London.

Pidato tersebut dihadiri oleh delapan ratus undangan orang-orang
penting mencakup para ahli politisi, jurnalis, akademisi, guru-guru besar
dan berbagai ilmiahwan keagamaan. Mr. Aftab A. Khan yang menjadi
Amir Nasional di United Kingdom memberikan kata sambutan kepada
para tamu. Yang mengetuai pertemuan adalah Mr. Edward Mortimer,
sedangkan Mr. Hugo Summerson MP menyampaikan sambutan terima
kasih. Setelah pemaparan pidato diadakan sesi singkat tanya jawab.

Adalah tidak mungkin memaparkan topik pembicaraan yang
demikian luas dalam rentang waktu yang tersedia bagi seorang
pembicara di depan suatu forum, sehingga yang disampaikan adalah
ringkasannya saja. Karena itu guna memenuhi permintaan mereka yang
hadir dalam pertemuan tersebut atau pun mereka yang tidak sempat
hadir, maka disusunlah buku ini yang didasarkan pada naskah asli pidato
tersebut.

Mengingat teks asli pidato ini disampaikan sendiri oleh Pembicara,
maka telah diupayakan sedapat mungkin untuk mencatat sepenuhnya
pidato itu. Dalam revisi pertama terdapat beberapa kesalahan kecil yang
kemudian diperbaiki sendiri oleh Pembicara. Setelah itu dianggap perlu
untuk memeriksakan bagian-bagian dari teks kepada seorang Inggris
agar yang bersangkutan membantu menunjukkan bagian mana yang
perlu diperjelas atau adanya beberapa istilah yang kurang dikenal oleh
telinga mereka yang berbahasa Inggris. Kami berterima kasih kepada
Mr. Barry Jeffries dari Queensbury, Yorkshire, dan Mr. Muzaffar Clarke
dari Stirchley, Birmingham, yang secara sukarela telah membantu dan
menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. Advis mereka mengenai
beberapa alinea sangat membantu karena dapat diartikan salah bagi
mereka yang membacanya mengingat adanya perbedaan gradasi dalam
idiom dan konotasi. Begitu juga kami berterima kasih atas saran mereka
yang mengingatkan tentang adanya kepekaan (hipersensitivitas) dalam
pemikiran orang Barat menyangkut beberapa perbedaan kultural antara
timur dan barat. Tentu saja setiap orang berhak untuk tidak setuju
dengan orang lain, tetapi kalau perselisihan itu hanya karena
kesalahpahaman sudut pandang, tentunya perlu dihindari. Dalam hal
inilah mereka berdua sudah sangat membantu.

Ketika naskah ini sudah akan masuk percetakan, ternyata beberapa
permasalahan yang dibahas malah telah menjadi persoalan pokok dalam
masyarakat. Beberapa kemungkinan yang bisa muncul sebagaimana
dipaparkan dalam pandangan masa depan Pembicara malah menjadi
kenyataan. Sebagai contoh, munculnya perdebatan mengenai
keharmonisan antar agama berkaitan dengan perubahan fatwa atas
hujatan. Terjadi perubahan perekonomian yang luar biasa akibat dari
runtuhnya sistem komunis di negeri-negeri Eropah Timur. Dewan
Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa mempunyai peran baru. Di
negeri Inggris sendiri terjadi resesi ekonomi karena kebijakan tingkat
suku bunga. Semua hal tersebut dan banyak lainnya lagi, nyatanya sudah
dibahas secara tuntas dan lugas dalam naskah ini. Kalau saja kami bisa
mencetaknya lebih cepat.

Yang dapat kami sampaikan kepada pembaca adalah bahwa naskah
pidato ini disampaikan oleh Pembicara pada awal 1990 ketika tandatanda
perubahan tersebut masih dalam taraf pembentukan. Jarang sekali
kita menemui peringatan dini yang jelas seperti pidato tersebut. Risalah
yang disampaikan bersifat abadi dan berkaitan dengan prospek masa
depan bagi kedamaian seluruh dunia. Jika memang ternyata si Pembicara
memang bena
Jemaat Ahmadiyah didirikan oleh Hazrat Mirza Ghulam Ahmad dari
Qadian dalam tahun 1889 yang memaklumatkan bahwa berdasarkan
penunjukkan Tuhan, beliau adalah Imam Mahdi dan Masih Maud bagi
akhir zaman yang kedatangannya telah dinubuwatkan dalam kitab-kitab
lama dari semua agama-agama besar di dunia.

Jemaat ini merayakan seratus tahun berdirinya dalam tahun 1989.
Kejadian penting terakhir dari perayaan tersebut adalah penyampaian
pidato oleh Khalifatul Masih IV dari Jemaat Ahmadiyah yaitu Hazrat
Mirza Tahir Ahmad pada tanggal 24 Pebruari 1990 di sentra konferensi
Queen Elizabeth II di London.

Pidato tersebut dihadiri oleh delapan ratus undangan orang-orang
penting mencakup para ahli politisi, jurnalis, akademisi, guru-guru besar
dan berbagai ilmiahwan keagamaan. Mr. Aftab A. Khan yang menjadi
Amir Nasional di United Kingdom memberikan kata sambutan kepada
para tamu. Yang mengetuai pertemuan adalah Mr. Edward Mortimer,
sedangkan Mr. Hugo Summerson MP menyampaikan sambutan terima
kasih. Setelah pemaparan pidato diadakan sesi singkat tanya jawab.

Adalah tidak mungkin memaparkan topik pembicaraan yang
demikian luas dalam rentang waktu yang tersedia bagi seorang
pembicara di depan suatu forum, sehingga yang disampaikan adalah
ringkasannya saja. Karena itu guna memenuhi permintaan mereka yang
hadir dalam pertemuan tersebut atau pun mereka yang tidak sempat
hadir, maka disusunlah buku ini yang didasarkan pada naskah asli pidato
tersebut.

Mengingat teks asli pidato ini disampaikan sendiri oleh Pembicara,
maka telah diupayakan sedapat mungkin untuk mencatat sepenuhnya
pidato itu. Dalam revisi pertama terdapat beberapa kesalahan kecil yang
kemudian diperbaiki sendiri oleh Pembicara. Setelah itu dianggap perlu
untuk memeriksakan bagian-bagian dari teks kepada seorang Inggris
agar yang bersangkutan membantu menunjukkan bagian mana yang
perlu diperjelas atau adanya beberapa istilah yang kurang dikenal oleh
telinga mereka yang berbahasa Inggris. Kami berterima kasih kepada
Mr. Barry Jeffries dari Queensbury, Yorkshire, dan Mr. Muzaffar Clarke
dari Stirchley, Birmingham, yang secara sukarela telah membantu dan
menyelesaikan tugasnya dengan sangat baik. Advis mereka mengenai
beberapa alinea sangat membantu karena dapat diartikan salah bagi
mereka yang membacanya mengingat adanya perbedaan gradasi dalam
idiom dan konotasi. Begitu juga kami berterima kasih atas saran mereka
yang mengingatkan tentang adanya kepekaan (hipersensitivitas) dalam
pemikiran orang Barat menyangkut beberapa perbedaan kultural antara
timur dan barat. Tentu saja setiap orang berhak untuk tidak setuju
dengan orang lain, tetapi kalau perselisihan itu hanya karena
kesalahpahaman sudut pandang, tentunya perlu dihindari. Dalam hal
inilah mereka berdua sudah sangat membantu.

Ketika naskah ini sudah akan masuk percetakan, ternyata beberapa
permasalahan yang dibahas malah telah menjadi persoalan pokok dalam
masyarakat. Beberapa kemungkinan yang bisa muncul sebagaimana
dipaparkan dalam pandangan masa depan Pembicara malah menjadi
kenyataan. Sebagai contoh, munculnya perdebatan mengenai
keharmonisan antar agama berkaitan dengan perubahan fatwa atas
hujatan. Terjadi perubahan perekonomian yang luar biasa akibat dari
runtuhnya sistem komunis di negeri-negeri Eropah Timur. Dewan
Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa mempunyai peran baru. Di
negeri Inggris sendiri terjadi resesi ekonomi karena kebijakan tingkat
suku bunga. Semua hal tersebut dan banyak lainnya lagi, nyatanya sudah
dibahas secara tuntas dan lugas dalam naskah ini. Kalau saja kami bisa
mencetaknya lebih cepat.

Yang dapat kami sampaikan kepada pembaca adalah bahwa naskah
pidato ini disampaikan oleh Pembicara pada awal 1990 ketika tandatanda
perubahan tersebut masih dalam taraf pembentukan. Jarang sekali
kita menemui peringatan dini yang jelas seperti pidato tersebut. Risalah
yang disampaikan bersifat abadi dan berkaitan dengan prospek masa
depan bagi kedamaian seluruh dunia. Jika memang ternyata si Pembicara
memang bena

More info:

Published by: Rahmat Ali on Jun 14, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
PANDANGAN ISLAM ATASMASALAH-MASALAHKONTEMPORER MASA KINI
Hazrat Mirza Tahir AhmadKhalifatul Masih IV 
1992ISLAM INTERNATIONALPUBLICATIONS LTD
 
PANDANGAN ISLAM ATASMASALAH-MASALAHKONTEMPORER MASA KINI
Hazrat Mirza Tahir AhmadKhalifatul Masih IV 

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Paing Mak liked this
hajjahh liked this
Neo Kf liked this
Dedy Syeh liked this
nerailkobah liked this
nerailkobah liked this
Sri Handayani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->