• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
1
THE FIVE ILLUSIONISTS LIMA PENGHALUSINASI 
BHIKKHU 
 
DHAMMAVU  
ḌḌ 
HO 
 
MAH  
 Ā 
 
THERA
 
PENERJEMAH:
ÑĀṆA
SURIYA JOHNNY, S.ESTEVENSON KANTADHAMMO, S.E
PENYUNTING:
YULIANA LIE
PAÑÑĀ
SIRI, MBA
DESIGN LAY-OUT:
ANWAR SUNARKO YANTASILO, S.KOM
DESIGN COVER:
EMILIA PERTIWI CAHYA JAYANTI METTACARINI
PHOTOGRAPHER:
CHANDRA LIM, S.T.
SUMBER:
VIHARA BUDDHA GOTAMAwww.vbgnet.org 
DIPUBLIKASIKAN OLEH:DEWAN PENGURUS DAERAH PEMUDA THERAVADA INDONESIASUMATERA UTARA
www.patria.or.id
 
2
LIMA PENGHALUSINASI
Bhikkhu
Dhammavu
ḍḍ
ho
Mah
ā
Thera
Namo Tassa Bhagavato Arahato
Sammā 
sambuddhassa 
 
PENDAHULUAN
 
Ajaran Buddha berpusat pada Empat Kesunyataan Mulia yaitu penderitaan (
dukkha
),penyebabnya, berakhirnya, dan jalan menuju berakhirnya penderitaan. Pada KesunyataanMulia yang Pertama, Buddha berkata bahwa lima kelompok kemelekatan adalah
dukkha.
1
 Pemahaman ini membantu kita mengurangi
dukkha
dan menuntun kita menuju pencerahan.Ini adalah alasan mengapa lima kelompok kemelekatan merupakan topik yang sangat pentingdan banyak muncul dalam
Nik 
ā 
ya 
.
2
 Sedemikian pentingnya, sehingga kenyataannya, pada setiap tahap kesucian, seorangsiswa Ariya dari Buddha dianjurkan untuk memperhatikan dengan seksama lima kelompokkemelekatan ini karena dapat menuntun seseorang menuju pembebasan sempurna.
3
 Dengan pemahaman ini di dalam pikiran, apakah lima kelompok kemelekatan itu?Kosa kata Pali untuknya adalah
pañca 
 
pādāna 
 
khaṇḍ 
, terdiri dari 3 kata:
Pañca 
berarti lima;
Upādā 
na 
berarti kemelakatan, dan
Khaṇḍ 
berarti kelompok.Oleh karena itu,
pañca 
 
pādāna 
 
khaṇḍ 
 
dapat diterjemahkan sebagai lima kelompokkemelekatan.
Kata kunci di sini adalah „kemelekatan.‟ Karena kemelekatan kepada lima
kelompok, penderitaan muncul.
BAGAIMANA KEMELEKATAN MUNCUL?
Kemelekatan muncul karena kita mempunyai persepsi tenta
ng „diri‟, „aku‟ dan „milikku‟ dalam
lima kelompok kemelekatan. Lima kelompok ini adalah bentukan/tubuh (
rū 
pa 
), perasaan(
vedan 
ā 
), persepsi (
sanna
), kemauan (
saṅkhā 
ra 
) dan kesadaran (
viññāṇ 
). Empat yang terakhirdapat dikelompokkan bersama sebagai batin, jadi lima kelompok ini sebenarnya adalah tubuhdan batin.
4
 Kemelekatan mun
cul karena adanya persepsi „aku‟ dan „milikku‟ di dalam lima
kelompok. Buddha berkata bahwa kita cenderung menganggap kelompok-kelompok tersebut
sebagai „diri‟. (contoh: tubuh ini sebagai „diriku‟), atau sebagai kepunyaan dari „diri‟ (contoh:
1
 
Dalam Kesunyataan Mulia tentang
dukkha
yang Pertama, Buddha mendefinisikan
dukkha
sebagaiberikut: terlahir adalah
dukkha
, menua adalah
dukkha
, mati adalah
dukkha
; kesedihan, ratap tangis, rasasakit, kemuraman dan keputus-asaan adalah
dukkha
; berkumpul dengan yang tidak disukai adalah
dukkha
, berpisah dari yang disukai adalah
dukkha
, tidak mendapatkan apa yang diinginkan adalah
dukkha
; secara singkat, lima kelompok kemelakatan adalah
dukkha
.
Dukkha
sekarang ini seringditerjemahkan sebagai penderitaan atau ketidakpuasan.
2
 
Nikāya
berarti kumpulan kotbah-kotbah Buddha. Pentingya
Nikāya
-
Nikāya
dibahas dalam buku
 „Kebebasan Sempurna: Pentingnya Sutta
-
Vinaya‟ oleh penulis.
[Kunjungiwww.vbgnet.org atau www.patria.or.id untuk referensi bacaan anda]
 
3
 
Saṃ 
yutta 
Nikāya 
 
22.122. Hal ini akan dibahas lebih lanjut lagi di dalam artikel ini.
 
4
 
Bukan mentalitas-materi (
nāma 
rū 
pa 
) yang merupakan tubuh dan batin tetapi lima kelompok. Apabila kitamembaca kotbah-kotbah (
Sutta
) lebih jauh, kita akan mengerti bahwa
nama-rupa
sedikit berbeda. Hal iniakan dibahas nantinya di dalam artikel ini.
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...