Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Untitled

Untitled

Ratings: (0)|Views: 154 |Likes:
Published by anon_95833369

More info:

Published by: anon_95833369 on Aug 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2014

pdf

text

original

 
 
Peranan Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Membentuk Kedisiplinan Siswa549
PERANAN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER PRAMUKA DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN SISWA DI SMP NEGERI 1 SUGIO KABUPATEN LAMONGANAhmad Choliq Irwanto
 
084254206 (PPKn, FIS, UNESA) choliqirwanto@gmail.com 
Oksiana Jatiningsih
0001106703 (PPKn, FIS,UNESA) oksianajatiningsih@yahoo.com 
 
Abstrak 
 
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peran kegiatan ekstrakurikuler pramuka dalam membentuk kedisiplinan siswa, dan membandingkan kedisiplinan siswa yang aktif dan tidak aktif dalam kegiatanekstrakurikuler pramuka. Permasalahan pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimana peran kegiatan pramuka dalam membentuk kedisiplinan siswa; (2) Apakah ada perbedaan kedisiplinan antara siswa aktif dan tidak aktif dalam kegiatan pramuka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dankomparatif. Lokasi penelitian di SMP Negeri 1 Sugio Kabupaten Lamongan. Sampel dalam penelitian iniadalah 120 siswa yang terdiri atas 60 siswa aktif dan 60 siswa yang tidak aktif dalam kegiatan pramuka.Data dikumpulkan dengan menggunakan observasi, wawancara, dan tes skala sikap, yang terlebih dahuludiuji validitasnya. Data selanjutnya dianalisis secara deskriptif dan dengan menggunakan Chi Kwadrad.Berdasarkan analisis data yang dilakukan hasilnnya sebagai berikut, (1) bentuk-bentuk kegiatan pramukayang paling dapat membentuk kedisiplinan siswa yaitu
,
Peraturan Bars-Berbaris (PBB) dengan skor 287,upacara dengan skor 286, perkemahan dengan skor 283, pembentukan kedisiplinan siswa pada kegiatanekstrakurikuler pramuka juga melalui materi (teori dan praktik) dan peraturan, (2) ada perbedaan sikapkedisiplinan antara siswa yang aktif dan tidak aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka
dengan α
 <0.05. 
Kata kunci:
Ekstrakurikuler Pramuka dan Kedisiplinan Siswa.
Abstract
This study aims to describe the role of extracurricular activities in form scouts student discipline, inaddition to comparing discipline students who are active and not active in activities scouts. Problems inthis study were: (1) What is the role of scouts in building the discipline of students; (2) Is there anydifference students of discipline between the active and the not active in activities scouts. This research isquantitative descriptive and comparative. The research in State Junior School 1 Sugio LamonganRegency. The samples are 120 students of 60 active students and 60 students who are not active inactivities scouts. The data are collected by observation, interviews, and attitude scale test first tested for validity. Then, they are analyzed using descriptive statistic and Chi Kwadrad. Based on data analysisresult as follows, (1) the forms of extracurricular activities that most scouts can shape the discipline of students, Rule-Linear Bars (PBB) with a score of 287, with a score of 286 ceremonies, camp with a scoreof 283, the formation of student discipline scouts in extracurricular activities as well as through thematerial (theory and practice) and regulations, (2) there is a difference between the attitudes discipline
students who are active and not active in extracurricular activities scout with α
< 0.05.
Keywords:
Scouts Extracurricular and Discipline of student.
PENDAHULUAN
 
Karakter menjadi persoalan yang menjadi perhatianserius akhir-akhir ini. Banyak kasus yang terungkaptentang maraknya perilaku menyimpang pada kalanganremaja di Indonesia, hal ini merupakan permasalahanyang dihadapi bangsa Indonesia pada umumnya dan pendidikan nasional pada khususnya. Krisis mentalitasdan moral para remaja merupakan cermin dari krisis yangterdapat di masyarakat (Zuriah, 2008:114).Berdasarkan data dari hasil pengungkapan Polres RI pada tahun 2007-2011 menyebutkan bahwa sebanyak 184.426 pelajar dinyatakan sebagai tersangka kasusnarkoba. Jumlah tersangka kasus narkoba dari 4 tahunterakhir untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 117.147 siswa, Sekolah Menengah Pertama (SMP)sebanyak 44.878 siswa, dan Sekolah Dasar (SD) 22.401siswa(http://www.bnn.go.id).Berdasarkan data kasus aborsi yang tercatat di Komisi Nasional Perlindungan Anak meningkat pada 2012, yakni121 kasus, dengan mengakibatkan delapan orangmeninggal. 121 kasus aborsi itu dilakukan oleh anak SMA dan SMP atau di bawah 18 tahun. Pada 2011
 
Kajian Moral dan Kewarganegaraan Nomor 1 Volume 3 Tahun 2013tercatat 86 kasus aborsi. Hal Ini berarti terjadi peningkatan yang cukup signifikan. Peningkatan kasusaborsi dikarenakan
 Life style
sangat dominan, sudah tidak malu menampilkan foto berpelukan. Pengaruh lainkarena adanya porno aksi dan pornografi. Gaya hidupmembuat anak-anak terlibat dalam pergaulan bebas(http://www.tempo.co/read/news).Berdasarkan
base line survey
yang dilakukan olehBadan Kependudukan Keluarga Berencana LembagaDemografi Fakultas Ekonomi Universitas (BKKBNLDFE) UI (2000), di Indonesia terjadi
2,4 juta kasusaborsi pertahun dan sekitar 21% (700-800 ribu)dilakukan oleh remaja.
Data yang sama juga disampaikanKomisi Nasional Perlindungan Anak tahun 2008. Dari4.726 responden siswa SMP dan SMA di 17 kota besar,sebanyak 62,7 persen remaja SMP sudah tidak perawan,dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi. Gayahidup seks bebas berakibat pada kehamilan tidak dikehendaki yang sering dialami remaja putri. Karenatakut akan sanksi sosial dari lingkungan keluarga,sekolah, atau masyarakat sekitar, banyak pelajar hamilyang ambil jalan pintas: menggugurkan kandungannya(
 Kompas.com
, 14/03/12)(http://hizbut-tahrir.or.id).Gambaran masalah krisis moral yang dialami bangsaIndonesia sangat memperihatinkan. Krisis moral inicukup berdampak serius di kalangan remaja. Perilaku- perilaku tersebut sudah mengarah pada tindak kriminalitas, padahal untuk membangun suatu negarayang maju diperlukan generasi penerus bangsa yangmemiliki nilai budi pekerti luhur yaitu generasi yang berkarakter. Kunci yang menentukan kemajuan suatu bangsa bukan pada kepandaian yang dimiliki tetapikarena akhlak yang baik dan karakter yang kuat sepertiyang disebutkan oleh Harrigan (dalam Soedarsono,2005:160).Pendidikan dipandang berperan dalam mengatasikrisis moral karena pendidikan merupakan usaha atau proses yang ditujukan untuk membina kualitas sumber daya manusia seutuhnya (Elmubarok, 2008:3). Melalui pendidikan diharapkan mampu mengubah pola pikir dan perilaku dari hal yang buruk menjadi hal yang baik.Keberhasilann pendidikan adalah salah satu proseskemajuan bangsa, oleh karena itu pendidikan merupakanhal yang penting dalam proses pembangunan mentalitas,moral dan karakter siswa.Pendidikan merupakan sebuah proses membantumenumbuhkan, mendewasakan dan mengembangkan berbagai macam potensi yang ada dalam diri manusia,seperti kemampuan akademis, talenta, kemampuan fisik,relasional, atau daya-daya seni. Adanya berbagai macam permasalahan pada dunia pendidikan sehinggadibutuhkan suatu pendidikan dalam bentuk  pengembangan karakter sangat diperlukan untuk mendidik moral siswa. Pengembangan karakter diyakini perlu dan penting untuk dilakukan oleh sekolah untuk menjadi pijakan dalam penyelenggaraan pendidikankarakter di sekolah.Pendidikan karakter adalah usaha sadar dan terencanauntuk mewujudkan suasana serta proses pemberdayaansiswa guna membangun karakter pribadi dan ataukelompok yang unik baik sebagai warga negara(http://www.google.com/). Tujuan pendidikan karakter adalah membentuk manusia yang berkarakter, yaitumengembangkan aspek fisik, emosi, sosial, kreativitas,spiritual, dan intelektual siswa secara optimal(Koesoema, 2010:134). Salah satu faktor penyebabrendahnya pendidikan karakter adalah sistem pendidikanyang kurang menekankan pada pembentukan karakter,tetapi lebih menekankan pada pengembangan intelektual,misalnya sistem evaluasi pendidikan menekankan padaaspek kognitif atau akademik . Kegiatan ekstrakurikuler merupakan pendidikan yangdilakukan di luar jam pelajaran, yang bertujuanmembentuk potensi, bakat, dan minat siswa. Melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapatmengembangkan kemampuan dan rasa tanggung jawabsosial serta potensi dan prestasi siswa. Ada kegiatanekstrakurikuler yang dikembangkan oleh banyak sekolahdi Indonesia, misalnya Palang Merah Remaja (PMR),Pramuka, Karya Ilmiah Remaja (KIR), olahraga, keseniandan kebudayaan. Siswa bebas memilih jenis kegiatansesuai bakat dan minat yang dimilikinya. Pendidikankarakter dapat diintegrasikan dalam berbagaiekstrakuikuler tersebut, salah satunya adalah kegiatanekstrakurikuler Pramuka. Pendidikan kepramukaanadalah proses pembentukan kepribadian, kecakapanhidup, dan akhlak mulia pramuka melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai kepramukaan(ART gerakan pramuka, pasal 8 ayat (1).Tujuan gerakan pramuka untuk membentuk setiapanggotanya memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum,disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, danmemiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa, danmemiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalammenjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikanlingkungan hidup. Tujuan gerakan pramuka sejalandengan fokus pendidikan karakter yang menjadi programutama Kementerian Pendidikan Nasional(http://www.bppnfi-reg4.net).Dalam menanamkan dan menumbuhkan karakter  bangsa, di kegiatan kepramukaan mempergunakan 10 pilar kode kehormatanyang dirumuskan dalam DasaDharma Pramuka yaitu, (1) takwa kepada Tuhan YangMaha Esa, (2) cinta alam dan kasih sayang sesama
 
 
Peranan Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Dalam Membentuk Kedisiplinan Siswa551manusia, (3) patriot yang sopan dan kesatria, (4) patuhdan suka bermusyawarah, (5) patuh dan suka bermusyawarah, (6) rajin, terampil dan gembira, (7)hemat, cermat dan bersahaja, (8) disiplin, berani dan setia,(9) bertanggung jawab dan dapat dipercaya, (10) sucidalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Implementasi 10 pilar tersebut, antara anggota penggalang, penegak dan pandega hingga anggota dewasa disesuaikan dengan perkembangan rohani dan jasmani. Setiap item dalamsepuluh pilar tersebut dijabarkan dalam SatuanKecakapan Khusus (SKK) yang menjadi alat untuk mengetahui perkembangan kemampuan dan keterampilandalam menerapkan norma-norma yang ada.Kepramukaanadalah sistem pendidikan kepanduanyang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsaIndonesia.Satu cirikhas dalam kepramukaan adalah disiplin. Untuk itumelalui penanaman disiplin, siswa siap di tempat sebelumwaktu yang telah ditentukan. Dengan demikian disiplinmerupakan satu wujud karakter dari Pramuka. DalamDasa Darma Pramuka poin ke-
8 yang berbunyi ”disiplin, berani, dan setia”, yang
. disiplin dalam pengertian yangluas berarti patuh dan mengikuti pemimpin dan atauketentuan dan peraturan. Dalam pengertian yang lebihkhusus, disiplin berarti mengekang dan mengendalikandiri; berani berarti mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya ataukesulitan; sedangkan setia berarti suatu perbuatan yangdilakukan atau dikendalikan oleh pikiran emosionalseseorang dengan melihat dan merasakan suatu kejadianyang berhubungan dengan kehidupan pribadi maupunkelompok.Rangkaian kegiatan kepramukaan, misalnya kegiatanupacara, Peraturan Baris-Berbaris (PBB) sarat denganlatihankedisiplinan. Setiap kegiatan dilalui sesuai denganaturan dan tata tertib yang ada. Disiplin dalam kegiatankepramukaan apabila dikembangkan dan diterapkandengan baik, konsisten dan konsekuen akan berdampak  positif bagi kehidupan dan perilaku siswa. Disiplin dapatmendorong mereka belajar dan bekerja secara konkretdalam praktik hidup sehari-hari baik di sekolah maupun dirumah tentang hal-hal positif. Disiplin mendidik siswa belajar berdaptasi dengan lingkungan yang baik itu,sehingga muncul keseimbangan diri dalam hubungandengan orang yang lain. Jadi, disiplin menata perilakuseseorang dalam hubungannya di tengah-tengahlingkungannya.SMP Negeri I Sugio sebagai salah satu SMP unggulandi Kecamatan Sugio Kabupaten Lamongan yangmempunyai berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler,salah satunya adalah kegiatan ekstrakurikuler Pramuka.Kegiatan ektrakurikuler Pramuka di SMP Negeri 1 Sugiodilakukan di luar jam pelajaran, yang bertujauanmembentuk potensi, bakat, dan minat siswa. Banyak siswa yang aktif mengikuti kegiatan pramuka yang rutindilaksanakan setiap hari Jumat. Kegiatan pramukamenarik perhatian para siswa karena bagi siswa yangaktif dalam kegiatan kepramukaan bisa jadi anggotaDewan Kerja Galang (DKG) dengan melalui persyaratandan tes yang sudah ditentukan. DKG adalah promotor gerakan Pramuka di SMP Negeri 1 Sugio yang bertugasmembantu Pembina Pramuka dalam kegiatan Pramuka disekolah dan di luar sekolah.Sebagai salah satu kegiatan ekstrakurikuler,ekstrakurikuler pramuka di SMP Negeri 1 Sugio menitik  beratkan pada pembinaan mental, disiplin yang tinggidisertai sikap kepemimpinan kepada para anggota.Pendidikan Pramuka berperan sebagai pelengkap terhadap pendidikan formal. Untuk mencapai maksud tersebutdilaksanakan kegiatan kepramukaan melaui proses pendidikan yang menyenangkan dengan menggunakan prinsip dasar dan metode kepramukaan, sehinggaEkstrakurikuler Pramuka sangat baik dalam pembentukan
human character building 
(pembentukan karakter manusia). Kegiatan Paramuka ini mempunyai tujuanuntuk membentuk setiap anggota agar memilikikepribadian yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, berjiwa patriot, taat hukum, disiplin, menjunjung tingginilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidupsebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup (UU No12 tahun 2003 tentang gerakan pramuka pasal 4).Pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh FitriMutmainah (2011) dalam penelitiannya yang berjudulPeran Ekstrakurikuler Pramuka dalam PembentukanKarakter Siswa di SMA Negeri 1 Pare Kabupaten Kediri.Penelitian deskriptif ini mengungkapkan antara lain : (1) bentuk kegiatan ekstarkurikuler pramuka di Negeri 1 PareKabupaten Kediri didasarkan pada Syarat KecakapanUmum (SKU) dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) yang berisi kegiatan
indoor 
dan
outdoor 
.
 Indoor 
: pemberianmateri kepramukaan, dan kegiatan
outdoor 
: kemah, binagalang, bakti sosial, tali temali, penjelajahan, dan (2) penerapan ekstrakurikuler pramuka di sekolahdilaksanakan sesuai dengan dasa dharma pramuka yangmemberi dampak perubahan pada perilaku pada siswa,sehingga siswa mempunyai jiwa nasionalisme, disiplin,mandiri dan jiwa kepemimpinan.Penelitian lain diungkapkan oleh Damai Yulistyawan(2011) dalam penelitiannya yang berjudul PerananKegiatan Pramuka dalam Membentuk Semangat Nasionalisme Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Dawar Blandong Mojokerto. Penelitian deskriptif inimengungkapkan antara lain: (1) kegiatan pramuka SMP Negeri 1 Dawar Blandong Mojokerto berperan aktif 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->