• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
 
DR. M. NATSIRPAHLAWAN NASIONAL
oleh : Ulil Amri Syafri, MA
Ketua STID Mohammad Natsir
Pada tanggal 7 November 2008, Pemerintah telah menetapkan DR.M. Natsir sebagai Pahlawan Nasional. Tentu penetapan ini menjadikebanggaan segenap anak bangsa. Rahim negeri ini tidak keringmelahirkan sosok teladan yang baik dalam sejarahnya. Meski sudah15 tahun silam Perdana Menteri Pertama dan Penggasas NKRI itumeninggal, namun pengukuhan Pahlawan Nasional untuk M. Natsirmemiliki makna tersendiri bagi segenap anak negeri ini. M. Natsirmemang bukan milik kelompok tertentu, karena jauh sebelumditetapkan secara resmi, tokoh kelahiran Alahan Panjang tahun1908 itu telah menjadi pahlawan di hati ummat, masyarakat danrakyat Indonesia. Tentu beliau tidak pernah sedikit punmengharapkan pengakuan seperti hari-hari ini, jadi PahlawanNasional. Ahli warisnya pun, anak dan keluarganya tidak berharaphal tersebut, namun pentingnya pengakuan Pemerintah atas karyadan perjuangan beliau sangat memungkinkan mengembalikansejarah bangsa yang sebenarnya. Anak-anak perjuangan beliaumenyambutnya dengan suka-cita, pengakuan terhadap M. Natsirsebagai Pahlawan Nasional menggambarkan bahwa beliau berjuangbukan karena tarikan dari luar, tapi dorongan dari nurani yangterdalam, berjuang demi kebenaran dan kejujuran yang lahir darikeyakinannya. Itulah Pahlawan yang sejati. Yang menjadi aturan di Indonesia dalam menentukan kepahlawananseseorang hingga saat ini adalah peraturan pemerintah yangdikeluarkan tahun 1964. Di dalam peraturan itu dinyatakan bahwacalon pahlawan itu tidak boleh melakukan perbuatan yangmencederai perjuangannya. M. Natsir lulus dalam hal ini, pikiran danperjuangannya dapat diteliti oleh generasi setelahnya. Dan dalamhal ini panitia seabad M. Natsir telah sukses mengadakan seminardan meneliti Refleksi Seabad Pemikiran dan Perjuangannya diberbagai Kampus dan wilayah Indonesia. Tidak sekali ini saja M. Natsir mendapatkan sanjungan. Raja SaudiArabia terdahulu, Raja Faisal, menganugerahkan Faisal Award padatahun 1980 atas jasa dan karya cemerlangnya untuk kemajuanummat. Faisal Award telah mensejajarkan M. Natsir dengan tokohIslam Internasional lainnya. Untuk negerinya yang tercinta, ’jasaspesial’ beliau adalah usaha dan buah pikirannya tentang MosiIntegral di parlemen tahun 1950 yang mengubah Republik IndonesiaSerikat (RIS) menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).NKRI yang secara teritorial dipertahankan oleh seluruh panglima,prajurit TNI, dan rakyat Indonesia dari masa ke masa adalahgagasan M. Natsir.
 
Ketika Partai Masyumi, media politik milik M. Natsir dibubarkan olehOrde Lama tahun 1960, beliau dan rekan-rekan perjuanganyaditahan dan dikebiri hak-hak politiknya. Maka setelah keluar daritahanan, pada tahun 1967, beliau bersama rekan-rekanperjuangannya mendirikan Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia.Lembaran perjuangan Masyumi kembali dilanjutkan. Dewan Da’wahpun ketika itu tidak saja mewarisi perjuangan tokoh-tokoh Masyuminamun juga aset-asetnya melalui Yayasan Pembangunan Ummat(YPU)). Dewan Dawah menjadikan M. Natsir sibuk dan semakin sibukhingga akhir hayatnya. Melalui Dewan Da’wah, jabatan-jabatanpenting tingkat dunia Islam dipikulnya. Beliau juga hadir dalamforum-forum penting perjuangan Ummat Islam dunia. MenurutHussein Umar
 Allahyarham
, kelahiran Dewan Da’wah ini melaluiperenungan M. Natsir yang amat panjang selama di penjara. Dalamistilah M. Natsir, ”kalau dulu berda’wah lewat politik, ketika keranpolitik ditutup, sekarang berpolitik lewat da’wah”.Ranah perjuangan M. Natsir bertambah luas, pengaruhnya semakinmenguat, tidak saja bagi kader perjuangan di negeri kelahirannya,negeri lain pun merasakan denyut juangnya, Raja Faisalmengatakan, ”Natsir bukan saja milik ummat Islam Indonesia, tapipemimpin dunia Islam”. Ketika Jepang dipimpin PM. Takeo Fukuda,Perdana Menteri itu menjadikan M. Natsir sebagai guru politiknya,tidak kurang 200 kali PM Jepang itu mengutus orang pentingnyauntuk menemui M. Natsir hanya sekedar ingin berdialog.Ya, saya lebih setuju M. Natsir bukan milik dan berpihak kepadasiapa-siapa, namun beliau lebih milik dan berpihak pada kebenaran,kejujuran, keikhlasan yang pasti abadi, Itulah yang dida’wahkanoleh seorang M. Natsir, baik ketika keran politik Masyuminyaterbuka atau sekembalinya dari rumah tahanan. Maka, gelarPahlawan Nasional untuk DR. M. Natsir membuka peluang besarbagi pengkaji sejarah untuk meneliti dan menulis sejarah negerinyayang bselum lengkap terekam dan tercatat. Selain itu, gelar ini jugamengajarkan pada generasi sekarang akan pentingnya moral dalamberpolitik, konsisten pada nilai juang universal.Sekedar mengingat, wartawan senior Media Dakwah, Aru SyeiAssad menceritakan, ketika Pak Natsir tiba takdirnya menghadap
IlahiRobbi
, Sabtu 6 Februari 1993, betapa membludaknyapentakziah semalam suntuk di Jalan Jawa (Cokroaminoto) 46,sampai keesokan siangnya ketika jenazah dibawa ke Kramat Raya45 untuk dishalat-jenazahkan di masjid Al-Furqan, Dewan Da’wah.Masjid Al-Furqan yang berlantai tiga termasuk aulanya, diluberipentakziah yang basah kuyup karena hujan lebat. Sholat jenazahdilaksanakan sampai tiga babak. Bisa diyakini yang menghadiritakziah di Kramat 45 ini mencapai 10.000 orang. Sebagianpentakziah ini ikut menghantarkan jenazah sampai ke pekuburan -walau terpecah pecah kelompoknya - sambil berhujan basah kuyup. Yang amat mengharukan kata wartawan tersebut, di pekuburansudah banyak generasi muda Islam yang menunggu. Ketika iring-iringan jenazah mencapai Karet, kelompok-kelompok pemuda itu
 
membentangkan sebuah spanduk atau poster berwarna hijau yanglazim digelar pada saat mahasiswa melakukan demontrasi,
” Allahu Akbar: Pak Natsir, Kami akan teruskan Perjuanganmu1”.
Pekikan
 Allahu Akbar 
generasi muda saat itu tentunya sebagai tekadgenerasi pelanjut untuk meneruskan perjuangan tokoh danpemimpin yang mengendalikan perjuangan itu.Sudah lima belas tahun silam cerita ini disampaikan oleh wartawantersebut, tentu pemuda-pemuda yang tampak saat itu, kini sudahlebih berpengalaman. Semoga para pemuda itu tidak lupa pulamenyiapkan generasi penerus perjuangan selanjutnya, sesuatuyang telah diraih mereka dari seorang Pahlawan Nasional, Pahlawandi hati, DR. Mohammad Natsir.
Siap Kuliah
Dalam upaya melahirkan kader-kader umat yang dipersiapkan untukmelanjutkan gerakan da’wah, pendiri Dewan Da’wah BapakMohamamad Natsir
 Allahuyarham
menyebutkan sebuah istilahpenting,
Risalah Merintis, Da’wah Melanjutkan
”. Istilah inimerujuk pada sejarah da’wah yang telah dirintis oleh para Nabi danRasul pembawa risalah Islam. Selaku ummat yang
berittiba’ 
dalamaqidah dan syari’ah-Nya maka
istimror 
(kelanjutan) risalah Islamtetap harus dipertahankan. Dengan demikian, gerakan pembibitan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

ouch, materi dakwah koq nda bole di donlot bos :(

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...