Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
SEMINAR NASIONAL PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL (DAERAH) UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

SEMINAR NASIONAL PEMBERDAYAAN EKONOMI LOKAL (DAERAH) UNTUK MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Ratings: (0)|Views: 172|Likes:
Published by muchsonunpkediri
Pemberdayaan ekonomi lokal (daerah) tidak bisa dilepaskan dari peran UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan menengah). Di Indonesia sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) telah mampu menunjukkan kinerja yang relatif lebih tangguh dalam menghadapi masa krisis yang panjang. Kontribusi sektor ini pada perekonomian nasionalpun cukup signifikan. Usaha produksi UKM merupakan bagian dari perkembangan industri di Indonesia. Tahun 2008 BPS menginformasikan bahwa; “Jumlah UKM yang ada di Indonesia sudah mencapai 49,8 juta unit usaha, atau 99,99% terhadap total unit usaha di Indonesia. Kelompok usaha ini mampu menyerap tenaga kerja mencapai 91,8 juta orang atau 97,3% terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia. Sedangkan sumbangannya terhadap PDB sebesar Rp 2.121,3 triliun atau 53,6% dari total PDB Indonesia yang sebesar Rp 3.957,4 triliun. Pertumbuhan PDB Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai 6,4 % dan Usaha Besar (UB) tumbuh 6,2 %. Ekspor hasil produksi UKM mencapai
Pemberdayaan ekonomi lokal (daerah) tidak bisa dilepaskan dari peran UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan menengah). Di Indonesia sektor Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) telah mampu menunjukkan kinerja yang relatif lebih tangguh dalam menghadapi masa krisis yang panjang. Kontribusi sektor ini pada perekonomian nasionalpun cukup signifikan. Usaha produksi UKM merupakan bagian dari perkembangan industri di Indonesia. Tahun 2008 BPS menginformasikan bahwa; “Jumlah UKM yang ada di Indonesia sudah mencapai 49,8 juta unit usaha, atau 99,99% terhadap total unit usaha di Indonesia. Kelompok usaha ini mampu menyerap tenaga kerja mencapai 91,8 juta orang atau 97,3% terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia. Sedangkan sumbangannya terhadap PDB sebesar Rp 2.121,3 triliun atau 53,6% dari total PDB Indonesia yang sebesar Rp 3.957,4 triliun. Pertumbuhan PDB Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai 6,4 % dan Usaha Besar (UB) tumbuh 6,2 %. Ekspor hasil produksi UKM mencapai

More info:

Published by: muchsonunpkediri on Aug 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/12/2013

pdf

text

original

 
Page 1
IPENDAHULUANA.
 
Latar BelakangPemberdayaan ekonomi lokal (daerah) tidak bisa dilepaskan dari peran UMKM(Usaha Mikro, Kecil dan menengah). Di Indonesia sektor Usaha Kecil dan Menengah(UMKM) telah mampu menunjukkan kinerja yang relatif lebih tangguh dalam menghadapimasa krisis yang panjang. Kontribusi sektor ini pada perekonomian nasionalpun cukupsignifikan. Usaha produksi UKM merupakan bagian dari perkembangan industri diIndonesia. Tahun 2008 BPS menginformasikan bahwa;
“Jumlah UKM yang ada di
Indonesia sudah mencapai 49,8 juta unit usaha, atau 99,99% terhadap total unit usaha diIndonesia. Kelompok usaha ini mampu menyerap tenaga kerja mencapai 91,8 juta orangatau 97,3% terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia. Sedangkan sumbangannya terhadapPDB sebesar Rp 2.121,3 triliun atau 53,6% dari total PDB Indonesia yang sebesar Rp3.957,4 triliun. Pertumbuhan PDB Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai 6,4 % danUsaha Besar (UB) tumbuh 6,2 %. Ekspor hasil produksi UKM mencapai Rp 142,8 triliunatau 20 % terhadap total ekspor non migas nasional sebesar Rp 713,4 triliun. Nilai investasifisik UKM yang dinyatakan dengan angka Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB)mencapai Rp 462,01 triliun atau 46,96 % terhadap total PMTB Indonesia. Data tersebutmengindikasikan bahwa pada dasarnya UKM merupakan kelompok usaha yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mengatasi masalah kemiskinandan pengangguran. (BPS, 2008)Usaha Kecil Menengah mempunyai peran penting dan strategis bagi pertumbuhanekonomi negara, baik negara berkembang maupun negara maju. Pada saat krisis ekonomi berlangsung di Indonesia, Usaha Kecil Menengah merupakan sektor ekonomi yang memilikiketahanan paling baik. Kemampuan Usaha Kecil Menengah perlu diberdayakan dandikembangkan secara terus menerus dengan berusaha mereduksi kendala yang dialaminya,sehingga mampu memberikan kontribusi lebih maksimal terhadap peningkatankesejahteraan masyarakat.Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM)diarahkan untuk berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi, pencipta lapangan
 
Page 2
kerja baru dan penumbuh daya saing. Program jangka menengah meliputi strategi pemberdayaan dalam lingkup makro, meso maupun mikro.Pada tataran makro, memuat kebijakan perbaikan lingkungan usaha yang diperlukandalam rangka peningkatan daya-saing (
competitiveness
) koperasi dan UMKM. Dalam hal initantangan untuk lima tahun ke depan antara lain persaingan usaha yang makin ketat, biayatransaksi yang makin tinggi, serta semakin mahalnya sumberdaya yang diperlukan olehkoperasi dan UMKM. Pada tataran meso, memuat upaya peningkatan akses koperasi danUMKM terhadap sumberdaya produktif guna meningkatkan kesehatan dan perluasan usahamereka. Fokusnya tentu terkait dengan masalah pengembangan kelembagaan dan peningkatan kapasitas untuk mendukung perluasan jaringan usaha dan pemasaran, peningkatan akses terhadap modal dan advokasi, serta peningkatan intensitas penerapanteknologi yang sesuai dengan kebutuhan koperasi dan UMKM. Lalu pada tataran mikro,memiliki sasaran yang jelas yaitu upaya untuk mengatasi persoalan yang terkait dengankarakteristik dan perilaku pelaku usaha. Rancangan jangka menengah menekankan bahwa pelaku usaha koperasi dan UMKM tidak lagi bisa menjalankan bisnis seperti pola yangselama ini diterapkan (
business as usual 
). tetapi harus benar-benar dibantu untuk menumbuhkan kewirausahaan, budaya kerja, dan mengembangkan lingkungan yangkondusif bagi usaha yang memiliki daya saing yang tinggi.B.
 
Rumusan Masalah1.
 
Bagaimana model/strategi pemberdayaan UKM?2.
 
Bagaimana model/strategi kerja sama (kemitraan) dalam pemberdayaan UKM?3.
 
Bagaimana dukungan financial dan nonfinansial dalam pemberdayaan UKM?4.
 
Bagaimana peran Bank/LKM dan BDS/PT/LSM/NGO dalam pemberdayaan UKM?C.
 
Tujuan Pembahasan1.
 
Mendeskripsikan model/strategi pemberdayaan UKM.2.
 
Mendeskripsikan model/strategi kerja sama (kemitraan) dalam pemberdayaan UKM.3.
 
Mendeskripsikan dukungan financial dan nonfinansial dalam pemnberdayaan UKM.4.
 
Mendeskripsikan peran Bank/LKM dan BDS/PT/LSM/NGO dalam pemberdayaanUKM.
 
Page 3
IIPEMBAHASANA.
 
Strategi pemberdayaan UKMMenurut UU RI No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM, pemberdayaan adalah upayayang dilakukan Pemerintah, Pemerintah daerah, Dunia Usaha dan masyarakat secara sinergisdalam bentuk penumbuhan iklim dan pengembangan usaha terhadap Usaha mikro, Kecildan Menengah sehingga mampu tumbuh dan berkembang menjadi usaha yang tangguh danmandiri.Iklim usaha adalah kondisi yang diupayakan Pemerintah, Pemerintah daerah untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah secara sinergis melalui penetapan berbagai peraturan perundang-undangan dan kebijakan di berbagai aspek kehidupanekonomi agar Usaha Mikro, Kecil dan Menengah memperoleh pemihakan, kepastian,kesempatan, perlindungan dan dukungan berusaha yang seluas-luasnya.Pengembangan adalah upaya yang dilakukan oleh Pemerintah, Pemerintah daerah,Dunia Usaha dan masyarakat untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil dan menengahmelalui pemberian fasilitas, bimbingan, pendampingan dan bantuan perkuatan untuk menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan dan daya saing Usaha Mikro, Kecil danMenengah.Menurut UU RI No. 20 Tahun 2008 tentang UMKM prinsip pemberdayaan usahamikro, kecil dan menengah adalah:a)
 
Penumbuhan kemandirian, kebersamaan dan kewirausahaan usaha mikro, kecil danmenengah untuk berkarya dengan prakasa sendiri; b)
 
Perwujudan kebijakan publik yang transparan, akuntabel dan berkeadilan;c)
 
Pengembangan usaha berbasis potensi daerah dan berorientasi pasar sesuai dengankompetensi usaha mikro, kecil dan menengah;d)
 
Peningkatan daya saing usaha mikro, kecil dan menengah; dane)
 
Penyelenggaraan perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian secara terpadu.Tujuan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah adalah:a)
 
Mewujudkan struktur perekonomian nasional yang seimbang, berkembang dan berkeadilan;

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->