Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori PK2 - Robert Raikes - Kelompok 5

Teori PK2 - Robert Raikes - Kelompok 5

Ratings: (0)|Views: 23 |Likes:
Published by Edward Daniel

More info:

Published by: Edward Daniel on Aug 31, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2014

pdf

text

original

 
Sekolah Tinggi Teologi Jakarta
 Nama : Feybriana Langi, Irene Nainggolan, Misael NapitupuluMata Kuliah : Teori Pendidikan Kristen IIDosen Pengampu : Kadarmanto Hardjowasito, Erich Von Marthin
“Robert Raikes dan Perkembangan Sekolah Minggu”
 
Sejarah Perkembangan Pikiran dan PraktikPendidikan Agama Kristen,hal. 375-421
 – 
Robert Boehlke
Pengantar
Revolusi Inggris, selain banyak membawa dampak negatif, ternyata menjadi pemicu bagikemunculan sekolah minggu. Letak geografis Inggris yang diberkati dengan bahan mentah
strategis
yang banyak, membawa para pengusaha memikirkan cara yang efisien untuk mengolah bahan mentah yang ada, agar menghasilkan barang dengan jumlah yang besar. Alhasil,ditunjang dengan kualitas ilmuan Inggris yang mumpuni, terciptalah mesin-mesin yang dapatmengolah bahan mentah menjadi barang jadi dalam jumlah yang besar.Kebutuhan bahan mentah yang meningkat akibat penemuan mesin-mesin industrimendorong para pemilik kawanan domba untuk menambah lahan padang rumputnya (untuk  bahan wol). Hal ini mengakibatkan jumlah petani semakin berkurang, karena lahan pertaniansemakin berkurang. Keadaan ini membuat petani berduyun-duyun ke kota untuk memperolehkesempatan bekerja di pabrik-pabrik. Hasilnya, upah yang diberikan pemilik perusahaancenderung kecil. Dampak selanjutnya adalah ketidakseimbangan antara banyaknya para tenagakerja dengan lowongan pekerjaan yang kebanyakan telah diambil alih oleh mesin-mesin baru.Revolusi ini mengakibatkan banyak orang melakukan tindakan kriminal serta minimnyakesadaran generasi muda untuk bersekolah.
Adam Smith, „rasul‟ kapitalisme abad 18 berdalil
 bahwa kekayaan negara terdiri atas tenaga kerja dan bukan pada sumber daya alam. Sebaliknya,kekayaan Negara ada sebagai hasil dari operasi sistem ekonomi bebas dari peraturan pemerintah.Alhasil, laju kemakmuran semakin bertambah bagi kaum penguasa, sedangkan kaum buruhsemakin melarat.Realitas di atas, mendorong Robert Raikes untuk mendirikan sekolah minggu. Dengansekolah ini, ia menolong ribuan anak di Inggris yang menjadi korban dari peralihan sosial yangmengubah masyarakat pertanian menjadi masyarakat perindustrian terkemuka di dunia selamasetengah abad lamanya.
Riwayat Hidup
 
 
Robert Raikes lahir dari keluarga yang cukup mapan. Ayahnya adalah anggotamasyarakat terhormat dari kelas menengah di Gloucester, Inggris. Ayahnya adalah penerbit
Gloucester Journal 
, sebuah surat kabar yang terkenal di daerah tersebut. Melalui surat kabarnya,ia selalu siap mendukung usaha tertentu atau sebaliknya menentangnya.Raikes dilahirkan dari istri ketiga ayahnya, dan dibesarkan dalam keluarga pendeta.Ketika Raikes berumur 14 tahun, ia meneruskan studinya di sekolah katerdal Gloucester.Pendidikan akademisnya berakhir di sekolah tersebut, sedangkan pendidikan kejuruan bidang percetakan diteruskan di bengkel ayahnya sendiri. Raikes kemudian mengambil alih seluruhurusan mengenai
Gloucester Journal 
, sepeninggalan ayahnya. Ketika Raikes berumur 31 tahun,ia menikah dengan Anne Trigge. Pernikahan mereka dikaruniai 9 orang anak, namun 2 anaknyameninggal dunia.Sebagai penerbit
Gloucester Journal 
, Raikes meneruskan keprihatinan ayahnya terhadapnasib buruk rakyat jelata dan narapidana. Raikes juga
concern
terhadap kehidupan narapidana. Iamengecam tindakan tidak manusiawi oleh aparat negara terhadap narapidana. Sejak 1768,
 Journal 
nya memuat gambaran tentang keadaan penjara setempat. Raikes juga tidak hanya beraksi dengan cara memanfaatkan surat kabar untuk dijadikan sarana mendobrak hati pembacaagar peduli terhadap kehidupan narapidana yang layak, tetapi juga memenuhi pertumbuhanspiritual narapidana.Pengalaman Raikes dengan narapidana di penjara, menyadarkannya akan perlunyamencari jalan lain selain daripada memperbaiki nasib mereka yang sudah ada di penjara.Kesadaran ini diperkuat ketika Raikes meninjau anak-anak pada hari minggu. Banyak anak yang bertindak nakal pada hari minggu, karena mereka hanya bekerja selama enam hari. Pada hariminggu, Raikes selalu mendengar bunyi riuh dan hiruk-piruk dari anak-anak nakal yangmemakai waktu senggang mereka di hari minggu. Keadaan inilah yang membawa Raikesmenggagaskan sekolah minggu, yang akhirnya dapat kita wariskan sampai sekarang.
Berdirinya Sekolah Minggu
Raikes adalah seorang yang memprakarsai suatu rencana untuk mendidik anak miskin pada hari minggu, yang ia ejawantahkan dalam lembaga Sekolah Minggu. Pada 1780, secaratidak sengaja Raikes berbincang dengan istri seorang tukang kebun yang memperkerjakan banyak buruh anak-anak. Dalam perbincangan tersebut, sang istri mengeluhkan kenakalan buruh
 
anak-anak tersebut di hari minggu pada Raikes. Ketika Raikes pulang, ia akhirnya mengambilkeputusan untuk melakukan percobaan dengan sekolah sederhana bagi anak miskin.Raikes meminta bantuan kepada seorang ibu agar mendidik beberapa anak di rumahnya,dengan gaji yang dibayarkan oleh Raikes. Sayangnya, setelah beberapa bulan, ibu tersebut tidak mau menerima anak didik dari Raikes, karena banyaknya kenakalan yang dilakukan oleh anak-anak tersebut. Pendidik kemudian digantikan oleh Ibu Critchley. Chritchley menjadwalkankegiatan anak didiknya dengan teratur, bahkan anak-anak tersebut berkesempatan beribadahminggu serta sempat untuk menghafalkan katekismus.Pendirian sekolah minggu pertama, ternyata tidak terlepas dari bantuan pihak lainnya.Thomas Stock misalnya, seorang pendeta jemaat
Saint John the Babtist 
yang merangkap jabatankepala sekolah katedral di Gloucester, menjelaskan bahwa gagasan dan pedirian Sekolah Minggu pertama itu terjadi di dalam jemaatnya sendiri sebagai usaha kerja sama antara ia dan Raikes. Halini sempat menjadi dilema bagi para pakar sejarah perkembangan pendidikan mengenai siapayang mengagaskan ide Sekolah Minggu. Boehlke menuliskan, yang jelas adalah bahwa melaluisurat kabar Raikes-lah gagasan tersebut disampaikan kepada masyarakat pembaca yang jauh diluar daerah Gloucester.Para sejarawan setuju untuk memilih Raikes sebagai pendiri Sekolah Minggu, ditengah banyaknya nama yang memungkinkan untuk dipertimbangkan, termasuk Stock. Terdapat alasanyang tepat untuk memilih Raikes sebagai pendiri Sekolah Minggu, yaitu tanpa publisitas yangdilakukan oleh Raikes melalui surat kabarnya, penyebarluasan gagasan Sekolah Minggu tidak dapat terjadi, dan akibatnya banyak orang lain tidak akan mendirikan Sekolah Minggu di tempatmereka masing-masing.
Tinjauan Sementara terhadap Prestasi Raikes
Berbagai dasar teologi saat ini dapat dikatakan berasal dari pemikiran teolog besar sepertiAgustinus, Luther dan Calvin. Tokoh lain seperti Comenius, Pestalozzi dan Frobel mungkinhanya sebagian pendidik besar yang beranggapan bahwa pendidikan merupakan hak semua anak.Pengalaman menjadi acuan utama bagi anak-anak yang kemudian mencoba merefleksikanmelalui teologi-teologi yang sesuai dengan mereka. Sehingga dikatakan bahwa tabiat seoranganak lebih penting ketimbang pandangan dogmatis tertentu. Namun ada beberapa tokoh lainyang ternyata memberikan kecaman terhadap dasar pemikiran tersebut misalnya Erasmus danRousseau.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->