Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Chapter 1 Kerangka Kebijakan Kesehatan Konteks Proses Dan Pelakuu-1

Chapter 1 Kerangka Kebijakan Kesehatan Konteks Proses Dan Pelakuu-1

Ratings: (0)|Views: 24 |Likes:
Published by Rahman Julianto
kesehatan
kesehatan

More info:

Published by: Rahman Julianto on Sep 01, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2014

pdf

text

original

 
Chapter 1
 
Kerangka Kebijakan KesehatanKonteks, Proses dan Pelaku
Sekilas
Dalam bab ini anda mengetahui mengapa kebijakan kesehatan itu penting serta bagaimanamengartikan kebijakan. Kemudian anda akan diajak berpikir tentang kerangka analisa sederhana yangmencakup pengertian konteks, proses, dan pelaku, guna menunjukkan bagaimana ketiganya dapamembantu menjelaskan bagaimana dan mengapa kebijakan berubah atau tidak berubah seiring jalannyawaktu.
Tujuan Pembelajaran
Setelah memahami bab ini, pembaca akan mampu untuk:
 
Memahami kerangka kebijakan kesehatan yang digunakan dalam buku ini
 
Mengartikan konsep-konsep pokok dalam bab ini
-
 
kebijakan
-
 
konteks
-
 
pelaku
-
 
proses
 
Menjelaskan bagaimana kebijakan kesehatan dibuat melalui rangkaian hubungankonteks, proses dan pelaku
Istilah
Actor 
(pelaku): istilah sementara yang digunakan untuk merujuk ke individu, organisasi atau bahkannegara, beserta tindakan mereka yang mempengaruhi kebijakan.
Content 
 
(isi): subtansi dari suatu kebijakan yang memperinci bagian-bagian dalam kebijakan.
Context 
 
(konteks): faktor-faktor sistematis – politik, ekonomi, sosial atau budaya, baik nasional maupuninternasional – yang dapat mempengaruhi kebijakan kesehatan
Policy 
 
(kebijakan): pernyataan yang luas tentang maksud, tujuan dan cara yang membentuk kerangkakegiatan.
Policy Elites 
(elit kebijakan): kelompok khusus yang terdiri dari penyusun kebijakan yang mendudukiposisi tinggi dalam suatu organisasi, dan memiliki akses khusus kepada sesama anggota terhormat dariorganisasi yang sama atau berbeda.
Policy makers 
(penyusun kebijakan): mereka yang menyusun kebijakan dalam organisasi sepertipemerintah pusat atau daerah, perusahaan multi-nasional atau lokal, lembaga pendidikan atau rumahsakit.
 
Policy proces
(proses kebijakan): cara mengawali kebijakan, mengembang atau menyusun kebijakan,bernegosiasi, mengkomunikasikan, melaksanakan dan mengevaluasi kebijakan.
Mengapa kebijakan kesehatan penting?
Sektor kesehatan merupakan bagian penting perekonomian di berbagai negara. Sejumlahpendapat menyatakan bahwa sektor kesehatan sama seperti spons – menyerap banyak sumber dayanasional untuk membiayai banyak tenaga kesehatan. Pendapat yang lain mengemukakan bahwa sektorkesehatan seperti pembangkit perekonomian, melalui inovasi dan investasi dibidang technologi bio-medis atau produksi dan penjualan obat-obatan, atau dengan menjamin adanya populasi yang sehatyang produktif secara ekonomi. Sebagian warga masyarakat mengunjungi fasilitas kesehatan sebagaipasien atau pelanggan, dengan memanfaatkan rumah sakit, klinik atau apotik; atau sebagai profesikesehatan – perawat, dokter, tenaga pendukung kesehatan, apoteker, atau manajer. Karenapengambilan keputusan kesehatan berkaitan dengan hal kematian dan keselamatan, kesehatandiletakkan dalam kedudukan yang lebih istimewa dibanding dengan masalah sosial yang lainnya.Kesehatan juga dipengaruhi oleh sejumlah keputusan yang tidak ada kaitannya dengan layanankesehatan: kemiskinan mempengaruhi kesehatan masyarakat, sama halnya dengan polusi, air kotor atausanitasi yang buruk. Kebijakan ekonomi, seperti pajak merokok, atau alkohol dapat pula mempengaruhiperilaku masyarakat. Penyebab mutakhir meningkatnya obesitas ditengah masyarakat mencakupkesediaan makanan cepat saji yang murah namun tinggi kalori, penjualan soft drinks disekolah, jugamenurunnya kebiasaan berolah raga.Memahami hubungan antara kebijakan kesehatan dan kesehatan itu sendiri menjadisedemikian pentingnya sehingga memungkinkan untuk menyelesaikan masalah kesehatan utama yangterjadi saat ini – meningkatnya obesitas, wabah HIV/AIDS, meningkatnya resistensi obat – sekaligusmemahani bagaimana perekonomian dan kebijakan lain berdampak pada kesehatan. Kebijakankesehatan memberi arahan dalam pemilihan teknologi kesehatan yang akan dikembangkan dandigunakan, mengelola dan membiayai layanan kesehatan, atau jenis obat yang dapat dibeli bebas. Untukmemahami hal tersebut, perlu mengartikan apa yang dimaksud dengan kebijakan kesehatan.
Apa kebijakan kesehatan itu?
Kebijakan sering diartikan sebagai sejumlah keputusan yang dibuat oleh mereka yangbertanggung jawab dalam bidang kebijakan tertentu – bidang kesehatan, lingkungan, pendidikan atauperdagangan. Orang-orang yang menyusun kebijakan disebut dengan pembuat kebijakan. Kebijakandapat disusun di semua tingkatan – pemerintah pusat atau daerah, perusahan multinasional ataudaerah, sekolah atau rumah sakit. Orang-orang ini kadang disebut pula sebagai elit kebijakan – satukelompok khusus dari para pmbuat kebijakan yang berkedudukan tinggi dalam suatu organisasi dansering memiliki hubungan istimewa dengan para petinggi dari organisasi yang sama atau berbeda. Misal:elit kebijakan di pemerintahan dapat beranggotakan para menteri dalam kabinet, yang semuanya dapatberhubungan dan bertemu dengan para petinggi perusahaan multi nasional atau badan internasional,seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).Kebijakan disusun disektor swasta dan pemerintah. Di sektor swasta, konglomerat multinasional dapat menyusun kebijakan bagi semua anak perusahaannya diseluruh dunia, tetapi memberikesempatan kepada anak perusahaan di daerah untuk memutuskan kebijakan mereka sendiri dengansejumlah syarat. Sebagai contoh: perusahaan seperti Anglo-American dan Heineken mengeluarkanterapi anti-retroviral untuk para pekerjanya yang menderita HIV positif di Afrika ditahun 2000 sebelum
 
pemerintah yang lain melakukan hal yang sama. Namun, perusahaan swasta harus memastikan bahwakebijakan mereka disusun sesuai dengan hukum yang berlaku umum, yang disusun oleh pemerintah.Kebijakan publik mengacu kepada kebijakan pemerintah. Sebagai contoh: Thomas Dye (2001)menyatakan bahwa kebijakan umum adalah segala sesuatu yang dipilih oleh pemerintah untukdilaksanakan atau tidak. Ia berpendapat bahwa kegagalan untuk membuat keputusan atau bertindakatas suatu permasalahan juga merupakan suatu kebijakan. Misal: pemerintah Amerika terus menerusmemutuskan untuk tidak menetapkan layanan kesehatan universal, tetapi mengandalkan programmarket-plus untuk warga sangat miskin dan lansia 65 th keatas, guna memenuhi kebutuhan kesehatanmasyarakatnya.Ketika mempertimbangkan contoh-contoh dalam kebijakan publik, pembaca harusmempertimbangkan pula pernyataan atau pendapat resmi yang dikeluarkan oleh suatu pemerintah ataudepartemen. Pernyataan atau pendapat tersebut dapat digunakan dalam pencapaian tujuan tertentu(melaksanakan program pelarangan bertukar jarum guna mengurangi resiko diantara pengguna obat)atau menyelesaikan suatu masalah memungut tarif untuk kendaraan guna mengurangi kepadatan lalulintas di daerah perkotaan).Kebijakan dapat mengacu kepada kebijakan kesehatan atau ekonomi yang disusun pemerintahdimana kebijakan tersebut digunakan sebagai batasan kegiatan atau suatu usulan tertentu – “dimulaipada tahun yang akan datang, akan menjadi suatu kebijakan universitas untuk memastikan bahwaseluruh mahasiswa diwakili di dewan mahasiswa”. Kadang kebijakan disebut sebagai suatu program:program kesehatan sekolah yang dicanangkan pemerintah dapat memiliki sejumlah kebijakan yangberbeda: menolak calon siswa sebelum mereka memperoleh vaksin imunisasi penyakit anak,menyelenggarakan pemeriksaan medis, mensubsidi makanan sekolah dan pendidikan kesehatan yangwajib disertakan dalam kurikulum. Program kesehatan sekolah tersebut menjadi kebijakan bagi anakusia sekolah. Dalam contoh ini, jelas bahwa kebijakan tidak hanya berpangkal pada satu keputusan sajatetapi meliputi sejumlah keputusan yang mengarah ke suatu arah tindakan yang luas sepanjang waktu.Keputusan atau tindakan ini dapat disengaja atau tidak sengaja terdefinisi atau dianggap sebagaikebijakan.Seperti yang pembaca ketahui, ada banyak cara yang mendefinisikan kebijakan. Definisikebijakan oleh Thomas Dye yang menyatakan bahwa kebijakan umum adalah apa yang dilaksanakan dantidak dilaksanakan oleh pemerintah tampaknya berlawanan dengan asumsi yang lebih formal bahwasegala kebijakan disusun untuk mencapai suatu maksud atau tujuan tertentu.Kebijakan kesehatan dapat meliputi kebijakan publik dan swasta tentang kesehatan. Dalambuku ini kebijakan kesehatan diasumsikan untuk merangkum segala arah tindakan (dan dilaksanakan)yang mempengaruhi tatanan kelembagaan, organisasi, layanan dan aturan pembiayaan dalam systemkesehatan. Kebijakan ini mencakup sektor publik (pemerintah) sekaligus sektor swasta. Tetapi karenakesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor penentu diluar system kesehatan, para pengkaji kebijakankesehatan juga menaruh perhatian pada segala tindakan dan rencana tindakan dari organisasi diluarsystem kesehatan yang memiliki dampak pada kesehatan (missal: pangan, tembakau atau industri obat).Sama halnya dengan beragam definisi kebijakan kesehatan, ada banyak gagasan mengenaipengkajian kebijakan kesehatan beserta penekanannya: seorang ahli ekonomi mungkin berpendapatbahwa kebijakan kesehatan adalah segala sesuatu tentang pengalokasian sumber daya yang langka bagikesehatan; seorang perencana melihatnya sebagai cara untuk mempengaruhi faktor-faktor penentu di

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->