Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
122Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
artikel pendidikan

artikel pendidikan

Ratings: (0)|Views: 38,609 |Likes:
Published by Artikel Pendidikan
Arikel yang menjelaskan tentang pendidikan yang diajarkan.
Arikel yang menjelaskan tentang pendidikan yang diajarkan.

More info:

Published by: Artikel Pendidikan on Jun 16, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2013

pdf

text

original

 
Internet adalah "Alat Bantu", bukan "Solusi Pendidikan"
(di tingkat Sekolah)
. Internet(tanpa bahasa Inggris) sebagai sumber informasi yang sangat terbatas. Bahan pelajaran(dalam bahasa Indonesia) juga sangat sedikit. Kelihatannya kurikulum kita juga tidak berbasis-penelitian, jadi untuk apa Internet di sekolah?Internet di sekolah jelas bukanprioritas kan? (Informasi Lanjut
 
)Pendidikan Yang Bermutu adalah:
 
Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, denganKurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (
), yang Diimplementasikan secaraPAKEM (Pembelajaran Kontekstual).
("Mampu" termasuk 
Kreatif 
)
Kami di Pendidikan.Net
work 
sudah terus mendukung perkembangan teknologi diDepDikNas maupun di sekolahsejak tahun 1998
. Tetapi kami juga wajib untuk memonitor  perkembangan teknologi dari sisi keuntungan dan kemajuan mutu pendidikan secara rialistik danholistik,
kalau tidak, kita dapat lebih mundur dan hanya menghabiskan banyak danapendidikan yang sedang kurang
. Apakah pembelajaran teknologi di sekolah adalah penting?Tanggung jawab sekolah yang besar dalam memasuki era globalisasi adalah mempersiapkansiswa-siswi untuk menghadapi tantangan-tantangan yang sangat cepat perubahannya.
Salah satudari tantangan yang dihadapi oleh para siswa adalah menjadi pekerja yang bermutu
.
Kemampuan berbicara dalam bahasa asing, kemahiran komputer dan Internet, dankemampuan menggunakan program-program seperti Microsoft merupakan tiga kriteriautama yang pada umumnya diajukan sebagai syarat untuk memasuki lapangan kerja diIndonesia
(dan di seluruh dunia).
Mengingat
hanya sekitar 30% dari lulusan
di seluruhwilayah Nusantara ini yang melanjutkan ke tingkat perguruantinggi formal, dan dengan adanya komputer yang telah merambahdi segala bidang kehidupan manusia, maka dibutuhkan suatutanggung jawab yang besar terhadap system pendidikan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan kemahiran komputer  bagi para siswa kita.
Pembelajaran teknologi adalah sangatpenting dan semua sekolah adalah wajib untuk mengajarTeknologi Informasi Komunikasi (TIK)
.Walapun kita sangat mendukung
pembelajaran teknologi
,
kita juga harus menjaga bahwa"teknologi pembelajaran", yang hanya sebagai beberapa medium untuk menyampaikanpendidikan dan belum tentu meningkatkan mutu pendidikannya, tidak menjadi fokusnyamamajemen pendidikan sampai merugikan aspek-aspek lain yang betul dapatmeningkatkan mutu pendidikan
.
Misalnya, JarDikNas
. Salah satu tujuan utama adalah meningkatkan mutu pendidikan lewatinformasi yang lebih lengkap. Tetapi kelihatannya informasi mengenai masalah-masalah dilapangan sudah banyak sekali. Termasuk informasi mengenai keadaan di
.
Kapan masalah-masalah begini akandiatasi?
 
 
Misalnya, Meningkatkan Peran dan Mutu Perpustakaan Sekolah
. 
Implementasi teknologi di bidang pendidikan perlu diintegrasikan ke dalam perencanaan
(master plan)
terhadap semua aspek pengembangan pendidikan secara seimbang
(bukansecara proyek). Sering pengumuman yang muncul di media mengenai teknologi di arena pendidikan kelihatannya kurang menilaikan penelitian dan pengalaman di dunia pendidikan.
Kasus-kasus teknologi dan pendidikan tertentu kelihatannya juga diankat sebagai solusiumum
.Padahal ada hal-hal yang perlu diatasi dulu misalnya: "
"yang
akan perlu SDM di tingkat sekolah yang sangat bermutu dan rajin
.
Memang kita wajib untuk mencari solusi yang kreatif, tetapi kita juga wajib untuk belajardari pengalaman-pengalaman yang ada di dunia supaya kita tidak hanya mengulangkankegagalan negara lain
. Kelihatannya pertanyaan-pertanyaan dasar yang penting sering tidak ditanyakan, seperti, mengapa di negara-negara maju mereka tidak melaksanakan ini? Mengapa dinegara mana saja dasarnya pendidikan masih berbasis-kelas konvensional, bukan berbasis-TI?Mungkin negara lain belum memikirkan?
Percayalah, dunia pendidikan termasuk bidangyang paling rajin untuk mencari kesempatan untuk menggunakan teknologi
. Sering isu pendidikan dan 'teknologi baru' sudah dibahas dan diuji coba sebelum teknologinya muncul di pasar.Yang perlu diperhatikan adalah inovasi-inovasi baru (dan sering yang tidak baru) akan ditunjuk dan didorongkan oleh
perusahaan-perusahaan teknologi yang sangat beruntung kalauteknologinya didadopsi di dunia pendidikan
.
'Tetapi kita sebagai pendidik harus selalumelihat semua aplikasi teknologi dari kenyataan dan keuntungan terhadap mutu pendidikan' 
(bukan dari retorika).
 
Apakah, karena makin banyak siswa-siswi sekarang mainInternet di warnet
daripada menggunakan waktunya di rumahuntuk mengulang pelajaran dari sekolah dan mengerjakan PRnya
ini sebagai salah satu faktor penyebab hasil Ujian Nasional(UN)kelihatannya menjadi lebih buruk?
 
Kalau kita melihat beberapa macam teknologi pendidikan, misalnya
; Whiteboard-Elektronik, OHP, Video, Televisi, e-Learning, Internet, dll,
selalu mutu akhirnya 100%tergantung mutu content dan proses pengajaran
. Teknologi sendiri hanya sebagai medium.
Kalau berhasil atau gagal tergantung content dan proses pengajaran, bukan teknologinya
.Dengan teknologi sepertiTV-Edukasi misalnya, siaran TV masuk sekolah kayaknya gagal karena kurang meneliti pengalaman-pengalaman di negara lain, dan juga tidak melihat dari keadaan dankeperluan guru di sekolah.
Hasil sekolah 100% tergantung mutu pendidikannya, bukanteknologi yang mereka menggunakan untuk menyampaikan pendidikannya
.Kebetulan kemarin di seminar "
Cutting Cost with ICT Convergence
" salah satu wilayah yangdisebut yang belum memasang teknologi wireless adalah daerah Pacitan.
Pacitan adalah salahsatu daerah di mana kami sudah menyaksikanpelaksanan pendidikan yang sangatbermutu
. Guru-gurunya bersemangat melaksanakan PAKEM dan sangat mengembankankreativitas siswa-siswinya. Sekolah-sekolah yang belum terlatih juga belajar PAKEM secaramandiri -
salut!
 
Mohon ingat ......
 
 Pendidikan Berbasis-Guru yang Mampu dan Sejahtera, di Sekolah yang Bermutu, dengan Kurikulum yang Sesuai dengan Kebutuhan Siswa-Siswi dan "Well Balanced" (  seimbang,dengan banyak macam keterampilan termasuk teknologi 
 
 ), yang Diimplementasikan secara PAKEM adalah solusi utama untuk menyiapkan anak-anak kita untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan
.
Pembelajaran Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) adalahhal yang sangat penting di semua sekolah. Tetapi akses keInternet untuk siswa-siswi di sekolah di luar pelatihankhusus sebenarnya tidak begitu penting
, kecuali untuk melanjutkan pelajaran yang dibimbing oleh guru.Pasti banyak siswa-siswi tidak akan setuju karena main Internetmemang "fun", tetapi
kami belum melihat bukti bahwa anak-anak sekolah yang sering menggunakan Internet secarabebas lebih berhasil di UN daripada yang menggunakan waktunya untuk mengulang

Activity (122)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Singgih Setiawan liked this
Yarn Harianto liked this
La Qiqi added this note
good..
Andri Kesenja liked this
arie_spp liked this
Agoez Leo added this note
ngak taehhhhh

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->