Thofarid tanggal 18 Mei 1987 yang pada hasil persidangan tanggal6 September 1994 dipergunakan sebagai kekuatan bukti yangdiajukan oleh PT. Bank Jabar Banten Cabang Garut, ternyatabukan merupakan akta autentik/notaris dalam artian akta dibawah tangan yang mana memiliki cacat hukum baik formilmaupun materil menunjuk putusan MARI tanggal 29 Nopember1988 No.381K/Sip/1985
.
Adapun
Ny.Rochatin Atmanah tidak pernah bertindak sebagaiAVALIS
. Dan menurut pengadilan bahwa surat pernyataan yang bertujuan untuk penanggungan hutang piutang pihak ketiga harusdibuat berdasarkan formulir-formulir yang dikeluarkan oleh pihak bank/kreditur yang bersangkutan atau berdasarkan suatu akta notarisatau penetapan hakim, bukan seperti bentuk surat pernyataan DennyAchmad Thofarid tanggal 18 Mei 1987. Serta
akta notaris sangatberbeda dengan surat yang dilegalisir oleh notaris dalam halkekuatan pembuktian.
5.
Walaupun sisa hutang Ny.Rochatin Atmanah sebesar Rp 2.617.500,- (dua juta enam ratus tujuh belas ribu lima ratus rupiah ) merupakan jumlah yang sangat signifikan yaitu Rp 11.437.500 – Rp 8.820.000,-.
Pada tanggal 15 Maret 1993 lelang ulang dilaksanakan tanpapemberitahuan terlebih dahulu
secara resmi dimana yang memilikiagunan (Ny.Rochatin Atmanah) pada waktu itu sedang
sakitpenyempitan pembuluh darah di kepala.
Sangat ironis sekali lelangdilaksanakan selain
sangat tidak manusiawi
juga menurut
NJOPharga tanahnya
saja pada
tahun 1994 sebesar Rp 216.908.000,-( dua ratus enam belas juta sembilan ratus delapan ribu rupiah )
sama dengan
harga pasar kurang lebih Rp 400.000.000,- ( empatratus juta rupiah ).Pemenang lelang dinyatakan fiktip ( palsu ) oleh pengadilan, dan
Leave a Comment