• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
PENISTAAN BANK JABAR BANTENTERHADAP NASABAHNYA DALAMKASUS PELELANGAN FIKTIP
 
Kronologis kasus
1.
 
Pada tanggal 7 Nopember 1985 Ny.Rochatin Atmanah mendapatkankredit dari
Bank Pembangunan Daerah ( BPD ) Garut sekarangPT.Bank Jabar dan Banten Cabang Garut sebesar Rp 7.500.000,-( tujuh juta lima ratus ribu rupiah ) sesuai perjanjian kreditNo.4379/BPD/Grt/1985
, dengan Jaminan berupa tanah darat dan bangunan seluas 974 M2 yang terletak di Jln.Pramuka No.11,Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Sertifikat Hak Milik  No.205 an. Ny.Rochatin Atmanah.2.
 
Dalam pengembalian kredit tersebut Ny.Rochatin Atmanah hanyadapat membayar bunga-bunganya.
Namun pada tanggal 11 April1989 penyelesaian kredit an. Ny Rochatin Atmanah oleh PT. Bank Jabar dan Banten Cabang Garut di limpahkan kepada BadanUrusan Piutang dan Lelang Negara ( BUPLN ) Wilayah IVBandung dengan jumlah hutang yang
 
harus di bayar sebesar Rp11.437.500,-
( sebelas juta empat ratus tiga puluh tujuh ribu lima ratusrupiah ). Sebagai debitur yang beritikad baik Ny.Rochatin Atmanah berusaha mengembalikannya dengan cara menyicil.3.
 
Namun pada tanggal 22 Februari 1992 Badan Urusan Piutang danLelang Negara ( BUPLN ) Wilayah IV Bandung menyita jaminanmilik Ny.Rochatin Atmanah dengan menetapkan sisa hutang
 
sebesar Rp 7.687.500,-
( tujuh juta enam ratus delapan puluh tujuhribu lima ratus rupiah ). Hal ini sangat membingungkan Ny.RochatinAtmanah karena sisa hutang tersebut diatas tidak membuat Ny.Rochatin Atmanah berhenti berupaya beritikad baik untumelakukan pembayaran-pembayaran atas sisa hutangnya, maka Ny,Rochatin Atmanah melakukan pembayaran pada ;- tanggal 11 Maret 1992 sebesar Rp 2.200.000,-(dua juta dua ratus riburupiah)- tanggal 17 Mei 1992 sebesar Rp 2.500.000,-(dua juta lima ratus riburupiah),- tanggal 27 Oktober 1992 sebesar Rp 55.000,-( lima puluh lima riburupiah),- tanggal 16 Januari 1993 sebesar Rp 55.000,-( lima puluh lima riburupiah).Tercatat pada Bank Jabar Cabang Garut pembayaran cicilana/n.Ny.Rochatin Atmanah sejak tanggal 14 April 1990 s/d 17 Mei 1992sebesar Rp 8.820..000,- (delapan juta delapan ratus dua puluh riburupiah),
sedangkan pembayaran pada tanggal 27 Oktober 1992dan 16 Januari 1993 tidak tercatat di PT. Bank Jabar BantenCabang Garut padahal bukti asli ada.
4.
 
Pada tanggal 2 Maret 1993 sebelum lelang pertama dilaksanakan Ny.Rochatin Atmanah
melunasi sisa hutang
ke Badan Urusan Piutangdan Lelang Negara ( BUPLN ) Wilayah IV Bandung, tanpamemperhatikan kaidah hukum yang berlaku sehingga pembayaranhutang an. Rochatin Atmanah tersebut
tidak di terima dengan alasanhutang an. Ny.Rochatin Atmanah dikaitkan dengan pihak debitur-debitur lain dimana perjanjian kredit maupun agunannya berdirisendiri-sendiri
, dengan alasan
surat pernyataan Denny Achmad
 
Thofarid tanggal 18 Mei 1987 yang pada hasil persidangan tanggal6 September 1994 dipergunakan sebagai kekuatan bukti yangdiajukan oleh PT. Bank Jabar Banten Cabang Garut, ternyatabukan merupakan akta autentik/notaris dalam artian akta dibawah tangan yang mana memiliki cacat hukum baik formilmaupun materil menunjuk putusan MARI tanggal 29 Nopember1988 No.381K/Sip/1985
.
Adapun
 
Ny.Rochatin Atmanah tidak pernah bertindak sebagaiAVALIS
. Dan menurut pengadilan bahwa surat pernyataan yang bertujuan untuk penanggungan hutang piutang pihak ketiga harusdibuat berdasarkan formulir-formulir yang dikeluarkan oleh pihak  bank/kreditur yang bersangkutan atau berdasarkan suatu akta notarisatau penetapan hakim, bukan seperti bentuk surat pernyataan DennyAchmad Thofarid tanggal 18 Mei 1987. Serta
akta notaris sangatberbeda dengan surat yang dilegalisir oleh notaris dalam halkekuatan pembuktian.
5.
 
Walaupun sisa hutang Ny.Rochatin Atmanah sebesar Rp 2.617.500,- (dua juta enam ratus tujuh belas ribu lima ratus rupiah ) merupakan jumlah yang sangat signifikan yaitu Rp 11.437.500 – Rp 8.820.000,-.
Pada tanggal 15 Maret 1993 lelang ulang dilaksanakan tanpapemberitahuan terlebih dahulu
secara resmi dimana yang memilikiagunan (Ny.Rochatin Atmanah) pada waktu itu sedang
sakitpenyempitan pembuluh darah di kepala.
Sangat ironis sekali lelangdilaksanakan selain
sangat tidak manusiawi
 juga menurut
NJOPharga tanahnya
saja pada
tahun 1994 sebesar Rp 216.908.000,-( dua ratus enam belas juta sembilan ratus delapan ribu rupiah )
sama dengan
harga pasar kurang lebih Rp 400.000.000,- ( empatratus juta rupiah ).Pemenang lelang dinyatakan fiktip ( palsu ) oleh pengadilan, dan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...