• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Mata Kuliah
MANAJEMEN STRATEGIK UNTUK SEKTOR PUBLIK 
Dosen : Drs.Agung Pramono
PROSES MANAJEMEN STRATEGIK DI DALAMINSTITUSI DEWAN PERWAKILAN DAERAH ( DPD ) R IPERIODE 2004 – 2009( Evaluasi Rencana Strategis DPD – RI 2004 – 2009 )( Revisi )
Nyoman Rudana, SE
NPM 08.D.040
JUNI 2008
Magister Administrasi Publik Manajemen Pembangunan DaerahSTIA LAN Jakarta
 
DAFTAR ISIHalaman
I. Pendahuluan 3II. Sekilas DPD RI 41. Keangggotaan DPD RI 42. Fungsi, Tugas dan Wewenang DPD RI 43. Hak dan Kewajiban Anggota DPD RI 54. Alat Kelengkapan Anggota DPD RI 65. Penyerapan Aspirasi Masyarakat 86. Proses Penyaluran Aspirasi Masyarakat 8III. Proses Manajemen Strategik di Institusi DPD RI1. Bagan Proses Manajemen Strategik 92. Kesepakatan 103. Mandat 104. Visi DPD RI 115. Misi DPD RI 116. Analisa Stakeholder 117. Analisa TOWSa. Analisa Lingkungan Eksternal 13b. Analisa Lingkungan Internal 14c. Matriks Analisa Lingkungan Eksternal dan Internal 168. Matriks Penentuan Strategi Dasar dengan TOWS 189. Analisa Strategi Dasar ( Key Strategic Issues ) 1910. Pengembangan Strategi 20
 VII. Daftar Pustaka 24
1
 
I. PENDAHULUAN
Sejalan dengan tuntutan demokrasi guna memenuhi rasa keadilan masyarakat di daerah,memperluas serta meningkatkan semangat dan kapasitas partisipasi daerah dalam kehidupannasional, maka dalam rangka pembaharuan konstitusi, MPR membentuk sebuah lembagaperwakilan baru yaitu Dewan Perwakilan Daerah ( DPD ) RI. Pembentukan ini dilakukanmelalui perubahan ketiga UUD 1945 pada bulan Nopember 2001. Ada beberapa argumen rasional mengenai pentingnya keberadaan DPD-RI sebagairepresentasi daerah di tingkat pusat, yaitu :1.agar keterkaitan antara keterwakilan penduduk dengan ruang ( daerah ) dan adanyapenyebaran penduduk Indonesia yang tidak merata dis etiap wilayah ( 60% penduduk tinggal di sekitar 10% wilayah Indonesia ) tercermin dalam sistem perwakilan danproses legislasi.2.Dalam rangka mewujudkan mekanisme checks and balances, dimana mekanisme inidianut oleh negara demokratis untuk menghindarkan diri dari dominasi salah satulembaga dalam pembuatan Undang – Undang , sehingga UU yang dihasilkan menjadilebih baik.
3.
 Adanya keadilan dalam kebijakan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa secara berkesinambungan. Jika representasi politik hanya berupa keterwakilan penduduk di DPR – RI dapat dipastikan arah pembangunan akan cenderung memusat di pulau Jawa. Olehsebab itu penyeimbang wajib diberlakukan dengan mekanisme representasi daerah lewatlembaga DPD – RI.Namun demikian proses pembentukan lembaga DPD – RI yang ideal belum dapat terlaksanaGagasan dasar pembentukan DPD – RI adalah keinginan untuk lebih mengakomodasi aspirasidaerah dan sekaligus memberikan peran yang lebih besar kepada daerah dalam prosespengambilan keputusan politik untuk hal – hal terutama yang berkaitan langsung dengankepentingan daerah. Dengan adanya DPD – RI , maka Indonesia tidak lagi menjadi negaradengan sistem legislasi unikameral, melainkan memasuki barisan negara – negara demokrasi yang menerapkan sistem bikameral dalam lembaga perwakilannya. Walaupun sistem bikameral berbeda penerapannya antara negara yang satu dengan lainnya, namun semua berpijak di atas landasan yaitu memaksimalkan keterwakilan
( representation)
danmembangun sistem
checks and balances
dalam lembaga perwakilans erta membuka peluang
2
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...