Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Sistem Peradilan Indonesia (EU)

Makalah Sistem Peradilan Indonesia (EU)

Ratings: (0)|Views: 1,195|Likes:
Published by LisanHal
Hukum
Hukum

More info:

Published by: LisanHal on Sep 02, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/29/2014

pdf

text

original

 
Makalah : Sistem Peradilan IndonesiaMODEL PENYELESAIAN SENGKETA PAJAK MELALUI PENGADILANPAJAK SEBAGAI PENGADILAN KHUSUS DALAM SISTEMPERADILAN INDONESIAOleh : Endang UsmanA.Latar Belakang
Sejak zaman sebelum masehi pajak telah dipungut oleh penguasa suatu daerahuntuk kepentingan penguasa. Setiap negara atau daerah telah mengakui pentingnya penghimpunan dana dari rakyat baik itu untuk penguasa dengan tidak memerhatikanrakyat atau juga digunakan untuk kesejahteraan rakyatnya. Dengan hanyamengandalkan kerelaan rakyat semata untuk memberikan sebagian kekayaannya,dana yang terkumpul dirasakan tidak akan optimal, tidak mencapai target yangdiharapkan. Bentuk iuran kepada penguasa tersebut merupakan suatu paksaan, yangtentunya ada yang pro dan kontra. Penentuan siapa yang harus membayar pajak, bagaimana dasar pengenaan pajaknya, dan berapa besar tarif pajak yang dikenakan,ditentukan oleh keinginan penguasa semata. Pada akhirnya beban pajak yang harusdipikul jadi lebih berat, penguasa dengan kesewenangannya menentukan jumlah pajak sesuai kebutuhan penguasa bahkan melebihi yang dibutuhkan
1
.
1
Beberapa sejarah kesewenangan penguasa dan pemungutan pajak bagi rakyatnya diantaranya:a.Lodwick XIV, Raja Perancis, dan istrinya Marie Antoinette tinggal di istana Versailles adalah penguasa Perancis yang pada pertengahan abad XVIII secara semena-mena memungut pajak dari penduduknya. Pajak yang dipungut dari rakyatnya hanya untuk kepentingan Lodwik XIV besertaistrinya semata. Karena pemberontakan rakyatnya maka timbul revolusi Perancis (1778). b.Di Inggris kesewenangan penguasa dalam memungut pajak kepada kepada penduduknyadilakukan oleh Raja John (King John of England). Kemudian karena merasa beban semakin beratatas kesewenangan raja, pimpinan perwakilan (Baron) memaksakan piagam Magna Charta (1215)kepada rajanya. Salah satu pernyataan yang penting dalam piagam tersebut yang berhubungandengan masalah perpajakan adalah
“…taxes should not be imposed without the consent of thecommon council of the realm.”
Pajak tidak seharusnya dibebankan kepada rakyat tanpa adanyaizin dari dewan majelis perwakilan dari kerajaan. Piagam ini merupakan tonggak pembatasansecara bertahap terhadap kekuasaan absolute monarki di Inggris.c.Di Indonesia tidak luput juga kesewenang-wenangan dari penjajah. Pemerintah kolonial Inggrisyang menjajah Indonesia di bawah Thomas Stamford Raffles menerapkan kesewenangan pemungutan pajak dengan
 Land Rent 
(1813).Pemerintah kolonial Belanda juga melanjutkan kesewenangan dalam pemungutan pajak sehinggamakin menyebabkan kesengsaraan rakyat Indonesia. Pajak yang dipungut dari rakyat Indonesia benar- benar hanya digunakan untuk mengisi kas pemerintahan kolonial. Sony Devano, & Siti Kurnia Rahayu,
 Perpajakan, Konsep, Teori dan Isu
(Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2006), hlm.9.
1
 
Pada zaman modern saat ini, perana pajak sangat penting dan strategis dalamrangka pembangunan suatu negara, terlebih lagi bagi negara berkembang sepertiIndonesia, maka pajak merupakan pendapatan terbesar selain sumber pendapatanlainnnya.
2
Pemungutan pajak beserta perangkat hukum untuk mengatur tata caranyamerupakan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945(selanjutnya cukup disingkat UUD 1945). Secara singkat dan tegas, pernyataantentang pajak tercantum dalam Amandemen Ketiga UUD 1945 Pasal 23A yang berbunyi,
“Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negaradiatur dengan undang-undang.”
3
 Pemungutan pajak oleh pemerintah akan bersentuhan langsung dengankepentingan masyarakat. Pelaksanaan pemungutan pajak ditengah masyarakat yangtidak sesuai dengan undang-undang perpajakan akan menimbulkan ketidakadilan bagimasyarakat wajib pajak, sehingga dapat menimbulkan sengketa pajak antara wajib pajak dengan pejabat atau aparatur pajak (fiskus). Oleh sebab itu untuk lebihmemberikan pelayanan dan perlindungan kepada warga masyarakat sebagai pembayar  pajak, maka diperlukan adanya suatu lembaga peradilan di bidang perpajakan yangdapat menjamin hak dan kewajiban pembayar pajak, serta dapat memberikan putusanhukum yang adil dan kepastian hukum atas sengketa pajak dengan proses yangsederhana, cepat, dan murah, sesuai dengan asas yang dianut dalam sistem peradilandi Indonesia. Untuk itu, maka kehadiran hukum termasuk didalamnya lembaga peradilan yang berfungsi menyelesaikan masalah/sengketa diantara pihak - setelahupaya penyelesaian internal (kemanusiaan, tidak berhasil dicapai kata sepakat/katadamai) – merupakan wujud dari negara hukum.
4
2
Sebelum amandemen atas UUD 1945 dilakukan, aturan tentang pajak dicantumkan dalam Pasal 23ayat (2) yang menyatakan, “Segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang.”Dengan demikian, dibandingkan dengan UUD 1945 terdahulu, redaksi kalimat konstitusi pascaamandemen menunjukkan ketegasannya dalam mengatur hal perpajakan.
3
Lihat: Pasal 23A Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
4
Istilah negara hukum dalam bahasa Belanda disebut
rechtsstaat,
Francis mempergunakan istilah
etat de droit,
di Jerman digunakan istilah yang sama dengan Belanda, yaitu
rechtsstaat.
Istilah-istilah
etat de droit 
atau
rechtsstaat 
yang digunakan di Eropa Kontinetal adalah istilah-istilah yang tidak tepatdalam sistem hukum Inggris, meskipun ungkapan
legal state
atau
 state according to law
atau
the ruleof law
mencoba mengungkapkan suatu ide yang pada dasarnya sama. Dalam terminologi Inggrisdikenal dengan ungkapan
the state according to law
atau
according to the rule of law.
Azhari.
 Negara Hukum Indonesia:
 
 Analisis Yuridis Normatif tentang Unsur-unsurnya
, UI-Press, Jakarta, 1995), hlm. 2& 30. Istilah
the rule of law
dalam perkembangan hukum di Indonesia disebut juga dengan negarahukum. Djokosoetono menyebutnya dengan istilah negara hukum yang demokratis, Agussalim AndiGadjong,
 Pemerintahan Daerah: Kajian Politik dan Hukum,
Cet I, Ghalia Indonesia, Bogor, 2007),hlm.20.
2
 
Pada mulanya, di Indonesia bila terjadi sengketa antara rakyat dengan alat-alat Negara, secara umum diselesaikan oleh Pengadilan Negeri (umum), yang hasilnyakurang memuaskan, karena perselisihan itu terjadi di bidang tata usaha Negara.Setelah lahirnya Undang-Undang No.5 Tahun 1986 Tentang Peradilan Tata Usaha Negara, permasalahan tersebut kemudian menjadi kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dengan adanya undang-undang ini, maka penyelesaian sengketa pajak masuk dalam kekuasaan pengadilan, yang akhirnya dapat bermuara keMahkamah Agung.Sejarah hukum ternyata berkehendak lain, dimana kedudukan dan kompetensidikembalikan pada fungsi semula yaitu setelah diundangkannya Undang-undang No.9Tahun 1994 (Jo Undang-undang Nomor 6 Tahun 1983 / Tentang Ketentuan Umumdan Tata Cara Perpajakan.Pasal 27 ayat (1) Undang-undang Nomor 9 Tahun 1994menyebutkan bahwa Wajib Pajak dapat mengajukan permohonan hanya kepadaBadan Peradilan terhadap Keputusan mengenai keberatannya yang ditetapkan olehDirektur Jenderal Pajak. Namun sebelum Badan Peradilan Pajak tersebut dibentuk, permohonan Banding tetap diajukan ke Majelis Pertimbangan Pajak (MPP) yang putusannya bukan merupakan Keputusan Tata Usaha Negara.Pendirian Badan Peradilan Pajak di atas, menjadi kenyataan setelahPemerintah dengan persetujuan DPR membentuk dan mensyahkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 1997 tentang Badan Penyelesaian Sengketa Pajak (BPSP)
5
yangdiundangkan pada tanggal 23 Mei 1997 ke dalam Lembaran Negara Nomor 40 Tahun1997 dan mulai efektif belaku sejak tanggal 1 Januari 1998. Ternyata dalam pelaksanaan penyelesaian Sengketa Pajak yang dilakukan oleh Badan PenyelesaianSengketa Pajak (BPSP) masih terdapat ketidakpastian hukum yang dapatmenimbulkan ketidakadilan dalam penyelesaian melalui Badan PenyelesaianSengketa Pajak (BPSP). Oleh karenanya diperlukan suatu Pengadilan Pajak yangsesuai dengan sistem Kekuasaan kehakiman di Indonesia dan mampu menciptakan
5
Badan Penyelesaian Sengketa Pajak (BPSP) sebagai badan peradilan pajak yang mempunyai tugasmemeriksa dan memutus Sengketa Pajak. Pengertian Perpajakan dalam Undang-Undang Nomor 17Tahun 1997 tentang Badan Penyelesaian Sengketa Pajak (BPSP) ini lebih luas dari sebelumnya karenamenyangkut juga sengketa kepabeanan. Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Pajak (BPSP)mempunyai kekuatan eksekutorial dan kedudukan hukum yang sama dengan putusan pengadilan yangtelah mempunyai kekuatan hukum tetap, sehingga putusannya tidak dapat digugat ke Peradilan Umumatau Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN).
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->