Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proses Pemungutan dan Penghitungan Suara

Proses Pemungutan dan Penghitungan Suara

Ratings: (0)|Views: 474|Likes:
Published by meyrzashrie
Runtutan proses pemungutan dan penghitungan suara serta review UU tentang pemilihan umum.
Runtutan proses pemungutan dan penghitungan suara serta review UU tentang pemilihan umum.

More info:

Published by: meyrzashrie on Sep 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/29/2013

pdf

text

original

 
Review Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2008
Dalam Undang-undang No. 10 Tahun 2008 BAB I Ketentuan Umum, sudahdisebutkan bahwa Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pemilu, adalah sarana pelaksanaankedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adildalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dan pada BAB II juga disebutkan bahwa Pemilu dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.A.Perlengkapan Pemungutan SuaraPerlengakapan dan pemungutan suara diatur Undang-undang No. 10 Tahun 2008 padaBab IX. Untuk melaksanakan pemungutan suara dalam Pemilu, diperlukan berbagai jenis perlengkapan, yaitu :1.Kotak suara2.Surat suara3.Tinta4.Bilik pemungutan suara5.Segel6.Alat untuk memberi tanda pilihan7.Tempat pemungutan suara (pasal 142 (1))Mengenai bentuk, ukuran dan spesifikasi teknis perlengkapan pemungutan suara,ditetapkan dengan peraturan KPU. Pengadaan perlengkapan pemungutan suara, berupa kotak suara, surat suara, tinta, bilik pemungutan, segel, dilaksanakan oleh Sekretariat Jendral KPU,dengan berpedoman kepada ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk pengadaan perlengkapan pemungutan suara, berupa bilik pemungutan suara, alat pemberi tanda pilihan,dan perlengkapan lainnya, Sekretaris Jendral KPU dapat melimpahkan wewenangnya kepadaSekretaris KPU Provinsi. Pendistribusian perlengkapan pemungutan suara, yang pengadaannya dilakukan oleh Sekretariat Jendral, yaitu berupa kotak suara, surat suara, tinta, bilik pemungutan suara, dilakukan oleh KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota, paling lama 1 (satu) bulan sebelum hari pemungutan suara. Pendistribusian dan pengamanan
 
 perlengkapan pemungutan suara dilakukan oleh KPU, bekerja sama dengan Pemerintah,Pemerintah Daerah, TNI dan POLRI. (pasal 142)Surat suara calon anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, memuattanda gambar partai politik, nomor urut partai politik, nomor urut calon, dan nama calon tetapPartai Politik untuk setiap daerah pemilihan dari alokasi kursi anggota DPRD, DPRDProvinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, pada setiap daerah pemilihan. Sedangkan surat suarauntuk calon anggota DPD berisi pas foto diri terbaru dan nama calon tetap anggota DPDuntuk setiap daerah pemilihan. (pasal 143)Mengenai jumlah, jenis, bentuk, ukuran, warna, dan spesifikasi teknis lain dari suratsuara, ditetapkan dalam peraturan KPU (pasal 144). Dalam perencanaan, pengadaan, dandistribusi perlengkapan pemungutan suara, yang bertanggung jawab adalah KPU, KPUProvinsi, dan KPU Kabupaten/Kota, sedangkan dalam pelaksanaan teknis pengadaan dan pendistribusian perlengkapan pemungutan suara yang bertanggung jawab adalah SekretarisJendral KPU, Sekretaris Jendral KPU Provinsi dan Sekretaris Jendral KPU Kabupaten/Kota.Pengadaan surat suara dilakukan dalam negeri, dengan mengutamakan kapasitas cetak yang sesuai dengan kebutuhan surat suara, dan hasil cetak yang berkualitas baik. Jumlah suratsuara yang dicetak sama dengan jumlah pemilih tetap ditambah 2% (dua perseratus) dari jumlah pemilih tetap sebagai cadangan, yang ditetapkan dengan keputusan KPU. Selainmenetapkan pencetakan surat suara untuk Pemilu biasa, KPU juga menentukan besarnya junlah suarat suara untuk pemungutan ulang. Surat suara untuk pemungutan suara ulangditetapkan oleh KPU untuk setiap Daerah Pemilihan sebanyak 1.000 (seribu) surat suara,dengan diberi tanda khusus, masing-masing surat suara untuk anggota DPR, DPRD Provinsidan DPRD Kabupaten/Kota. (pasal 145)Perusahaan pencetak surat suara dilarang mencetak surat suara lebih dari jumlah yangditetapkan oleh KPU, menjaga kerahasiaan, keamanan dan kebutuhan surat suara. KPUmeminta bantuan POLRI untuk mengamankan surat suara selama proses pencetakan, penyimpanan, dan pendistribusian. KPU memverifikasi jumlah surat suara yang telah dicetak, jumlah yang sudah dikirim dan/atau jumlah yang masih tersimpan, dengan membuat BeritaAcara, yang ditandatangani oleh petugas percetakan dan petugas KPU. Tata cara pengamananterhadap percetakan, penghitungan, penyimpanan, pengepakan dan pendistribusian suratsuara ke tempat tujuan, ditetapkan dengan peraturan KPU. (pasal 146)
 
Pengawasan atas pelaksanaan tegas dan wewenang KPU, KPU Provinsi dan KPUKabupaten/Kota, serta Sekretariat Jendral KPU, Sekretariat KPU Provinsi dan SekretariatKPU Kabupaten/Kota, mengenai pengadaan dan pendistribusian perlengkapan pemungutansuara, dilaksanakan oleh Bawaslu dan BPK. (pasal 147)B.Pemungutan SuaraBab X dalam Undang-undan No. 10 Tahun 2008 menerangkan tentang pemungutansuara. Pemungutan suara merupakan kegiatan puncak dan paling menentukan dalam proses pemilu. Hasil dan kualitas pemilu, sangat ditentukan oleh pemungutan suara ini. Pemungutansuara anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, diselenggarakan secaraserentak. Mengenai hari, tanggal dan waktu pemungutan suara pemilih, untuk semua DaerahPemilihan, ditetapkan dengan keputusan KPU. (pasal 148)Sesuai dengan pasal 149, pemilih yang berhak mengikuti pemungutan suara di TPS,yaitu :1.Pemilih yang terdaftar dalam DPT pada TPS yang bersangkutan.2.Pemilih yang terdaftar pada Daftar Pemilih Tambahan.3.Pemilih yang oleh karena keadaan terpaksa tidak dapat menggunakanhak pilihnya di TPS yang bersangkutan terdaftar.Yang dimaksud dengan keadaan terpaksa meliputi, keadaan menjalankan tugas pelayanan masyarakat yang tidak dapat dihindari pada saat pemungutan suara, atau karenakondisi tidak terduga di luar kemauan pemilih, antara lain menjadi pasien rawat inap, menjaditahanan di rumah tahanan/LP, atau tertimpa bencana alam. Pemilih tersebut dapatmenggunakan hak pilihnya di TPS lain, dengan menunjukkan surat pemberitahuan untuk memberikan suara di TPS dari KPPS. KPPS mencatat dan melaporkannya ke PPS yang bersangkutan.Umlah pemilih di setiap TPS berbeda dengan Pemilu 2004, ditetapkan palin banyak 500 pemilih (pasal 150 (1)). Dalam rangka pelaksanaan pemungutan suara, KPPS melakukankegiatan :1.Memastikan semua persiapan pemungutan suara telah dilaksanakan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->