Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
peranan bioteknologi.docx

peranan bioteknologi.docx

Ratings: (0)|Views: 198|Likes:
Published by Rifki Amiruddin

More info:

Published by: Rifki Amiruddin on Sep 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/26/2014

pdf

text

original

 
Peranan Bioteknologi
Pernahkah kehidupan kita sehari-hari terlepas dari produk bioteknologi? Mungkinhampir tidak pernah, karena kita sering mengonsumsi tempe, tape, kecap, keju, mentega danlain-lain. Pendek kata perkembangan bioteknologi telah memberikan manfaat di berbagaibidang dalam kehidupan manusia.
1. Bidang Industri Kimia
Pelarut organik yang biasa dihasilkan melalui proses fermentasi, antara lain etanol,aseton, butanol dan isopropanol. Etanol diperoleh dengan cara fermentasi gula oleh khamir(ragi) dalam keadaan anaerobik. Bahan baku gula yang murah biasanya digunakan
tetes
(molase) yaitu ampas tebu. Aseton dan butanol biasanya menggunakan bahan baku pati dalamkeadaan anaerobik pada suhu 30
C
 –
32
C selama 40
 –
80 jam. Mikroba yang berperancontohnya
Clostridium acetobutylinum
. Butanol banyak digunakan dalam pembuatan
Plastik 
dan
minyak rem.
 Asam-asam organik penting hasil fermentasi contohnya adalah
asam asetat 
,
asamlaktat, asam sitrat,
dan
glukonat 
. Asam asetat (asam cuka) berasal
 
dari fermentasi etanolsecara aerobik oleh bakteri
 Acetobacter aceti.
Asam laktat
 
merupakan bahan yang rasa danbaunya sedap dan mempunyai daya
 
pengawet. Asam ini digunakan sebagai penyedap minumanringan,
 
pengharum, sari buah, selai dan sirup, juga dalam pengalengan buah dan
 
ikan. Bahanyang difermentasi biasanya gula, dengan bantuan
Lactobacillus
Sp. Asam sitrat juga diperolehdari fermentasi gula, dengan bantuan
 Aspergillus niger 
atau
 Aspergillus wentii 
. Asam sitratbanyak digunakan dalam pembuatan
 
minuman, selai, manisan, dan sirup.
 
2. Bidang Farmasi dan Kesehatan
Tidak perlu diragukan lagi, bahwa kemajuan bioteknologi dapat meningkatkan upayapemeliharaan kesehatan masyarakat. Penerapan industri biologi dalam bidang kesehatanmengalami kemajuan yang mengagumkan. Berbagai aspek biologi telah dijadikan dasarpembuatan rancangan-rancangan untuk memerangi penyakit seperti produksi berbagai obat,antibiotik, vaksin, hormon, enzim, dan antibodi.
a. Antibiotik
Antibiotik adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh mikroorganisme. Senyawa inimampu membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Antibiotikdigolongkan menjadi empat kelas utama, yaitu
 penisilin
,
tetrasiklin
,
sefalosporin,
dan
eritromisin
. Penisilin dapat menghentikan infeksi oleh bakteri-bakteri yang umumnya sangatberbahaya. Sefalosporin adalah senyawa lain yang dapat membunuh bakteri yang resisten(tahan) terhadap penisilin. Sefalosporin, misalnya digunakan untuk melawan Staphylococcus(bakteri penyebab pneumonia). Streptomisin bekerja dengan mencegah pembentukan proteinpada bakteri. Antibiotik yang dihasilkan oleh jamur
Streptomyces griseus
ini ditemukan olehSelman Waksman (1944). Streptomisin digunakan untuk mengobati tuberculosis (TBC).Antibiotik-antibiotik di atas dapat mengakibatkan sifat resistensi (tahan) sehinggamendorong para ahli untuk melakukan pencarian antibiotik baru. Rekayasa genetik dapat
 
digunakan untuk menciptakan antibiotik yang termodifikasi. Sebuah teknik yang dikenal sebagai
“Fusi Sel”
member harapan besar untuk mendapatkan antibiotik dalam jumlah besar bahkanyang lebih baik.
b. Antibodi
Tubuh manusia dan hewan terus-menerus menghadapi serangan virus, bakteri, jamur,dan senyawa kimia yang terdapat dalam lingkungan. Untuk mengatasi serangan tersebut, tubuhmembutuhkan golongan protein yang disebut
antibod 
i. Antibodi tersebut dibentuk oleh selkhusus bernama
limfosit 
 
B
yang terdapat dalam limpa, darah, dan kelenjar limfe. Antibodibersifat mengenali substansi asing (disebut
antigen
) dan menyerangnya ataumenghancurkannya. Bagaimana jika tubuh diserang antigen secara berlebihan, sementaratubuh mempunyai kemampuan yang terbatas dalam menghasilkan antibodi?Suatu teknik pembentukan antibodi telah dikembangkan berkat kemajuan bioteknologi.Para pakar bioteknologi telah dapat mengembangkan produksi antibodi secara besar-besaran.Sebuah antibodi yang disebut
antibody 
 
monoklonal 
telah mampu mengatasi berbagai penyakitpada manusia, mulai dari penyakit kanker dan kegagalan ginjal sampai dengan penyakit infeksioleh virus atau bakteri. Antibodi monoklonal juga meningkatkan keberhasilan pencangkokanorgan.George Kohler dan Cesar Milstein, berhasil menemukan cara membuat antibodimonoklonal pada penyakit kanker, penemuan ini memberikan harapan besar dalampengobatan kanker. Dengan menggabungkan kemampuan sel B dalam membuat antibodi dansifat sel kanker yang dapat dikatakan terus-menerus hidup pada lingkungan luar, dapatdiproduksi sejumlah antibodi monoklonal. Cara ini dilakukan dengan memfusikan sel B dengansel kanker sehingga dihasilkan sel hibrid (Teknologi hibridoma) yang memiliki sifat kedua seltersebut, yaitu sel yang dapat membuat antibody dan hidup dalam jangka waktu yang lama.Produksi sel hibridoma yang membuat antibodi monoklonal mengenali dan melekat padamolekul antigen. Tikus diinjeksi dengan campuran bahan yang mengandung sejumlah kecilantigen. Beberapa hari setelah injeksi itu limpa tikus dipindahkan dan sel-sel B-nya, beberapa diantaranya akan membuat antibodi mengenali antigen, dibiarkan berfusi dengan sel myelomakanker untuk menghasilkan hibridoma. Klon hibridoma dipisahkan satu dengan lainnya dan diujiuntuk melihat mana yang menghasilkan antibody monoklonal.
c. Vaksin
Pada tahun 1067 lebih dari sepuluh juta penduduk dunia terserang penyakit cacar, danpenyakit ini bersifat endemik bagi lebih dari 30 negara. Sekarang penyakit ini telah dapat diatasisejak program vaksinasi masal WHO dilakukan.Vaksinasi juga telah dilakukan untuk memerangipenyakit rabies, dipteri, tetanus, batuk kering, radang sum-sum tulang belakang, radangparuparu, radang selaput otak, TBC, polio, hepatitis, dan lain-lain. Meskipun demikian, penyakitakibat infeksi virus masih banyak melanda masyarakat, hal ini disebabkan oleh belumtersedianya vaksin yang efektif dan harganya murah.Metode baku pembuatan vaksin adalah membiakkan mikroba pathogen (misalnya virus)dalam binatang yang cocok atau membiakkan sel dalam laboratorium. Virus kemudiandikumpulkan, dimatikan atau dilemahkan sebelum diinjeksikan ke dalam tubuh manusia. Tubuhkemudian membuat antibodi untuk menyerang mereka. Cara ini memerlukan waktu, tetapiyang merupakan masalah utama sebenarnya adalah sering kali tidak ditemukannya metode
 
konvensional untuk membiakkan virus dalam jumlah banyak. Untuk mengatasi hal ini vaksintelah dibuat dengan rekayasa genetika dengan teknik
“Kloning”.
 
d. Interferon
Sejarah interferon dimulai pada tahun 1957, ketika
 Alick Isaacs
dan
 Jean Lindenmann
meneliti tanggapan tubuh terhadap infeksi virus. Mereka
 
menemukan bahwa suatu substansiyang disekresikan oleh sel yang terserang
 
dapat membantu sel lain untuk menentang viruspenyerang. Senyawa tersebut
 
dinamakan interferon. Interferon digunakan untuk mengobatipenyakit oleh
 
virus dan beberapa penyakit kanker.
 
Sampai tahun 1980, sumber interferon dunia berasal dari laboratorium
Karl Cantell 
diHelsinki, di sini sel darah putih dari donor darah dalam jumlah banyak, kemudian sengajadiinfeksi dengan virus untuk menghasilkan interferon. Jumlah interferon yang dibuat sangatkecil dan sangat sukar dipisahkan dari bahan lain yang terdapat dalam darah. Darah dari 90.000donor hanya dapat menghasilkan 1 gram interferon, yang harganya dapat mencapai 50 juta(per gram).Hal yang sangat menggembirakan
Charles Weissman
(Swiss, 1980) bersama kerabatkerjanya mengumumkan telah berhasil mengklonkan gen pengendali pembuatan satu tipeinterferon manusia dengan menyisipkannya ke dalam bakteri, lalu sel bakteri tersebut segeramembuat interferon. Kini interferon telah dapat diproduksi secara besar-besaran dandigunakan untuk mengobati berbagai infeksi virus (herpes, hepatitis, rabies) dan kanker.
3. Bidang Energi
Energi mutlak diperlukan manusia sebagai bahan dasar melakukan berbagai aktivitas.Sumber energi terbesar di dunia saat ini adalah bahan bakar fosil. Sementara bahan bakar fosilini semakin hari semakin berkurang. Mau tidak mau manusia harus berpikir keras untukmencari bahan bakar alternatif. Di antara berbagai alternatif penggunaan energi, biomassamerupakan suatu pilihan yang banyak mendapat perhatian. Biomassa merupakan sumberenergi kimia yang selalu dapat diperbarui. Bahan ini dapat dibakar atau dengan mudah diubahmenjadi bahan bakar cair atau gas (metan, alkohol atau hidrogen) oleh mikroorganisme.Biomassa mempunyai pengertian produksi bahan bakar mutu tinggi dan senyawa kimiatertentu dari hasil budi daya tanaman dengan sengaja atau limbah biologi seperti yangdihasilkan dalam pertanian dan kehutanan atau limbah pengolahan pangan.Di Brasil (1975), alkohol digunakan sebagai bahan bakar pengganti minyak bumi.Kendaraan bermotor menggunakan alkohol yang dicampur dengan bensin menjadi gasohol.Alkohol tersebut diperoleh dari fermentasi tebu. Di Amerika, gasohol merupakan campuran10% alkohol dan 90% bensin, bahan pembuatan alkoholnya adalah jagung. Kebanyakanfermentasi etanol skala komersial dilakukan oleh khamir (
Saccharomycess
sp). Bahan yangdigunakan bisa glukosa, fruktosa dan maltosa.Bahan bakar lain adalah
metan
. Metan berasal dari penguraian bahan organik olehbakteri anaerobik. Bahan organik yang dimaksud dapat berupa limbah ternak, limbah panenan,atau limbah manusia. Untuk lebih jelasnya pelajari tabel berikut!
Tabel 5.2
Bahan organik yang potensial untuk menghasilkan metan
1 Limbah panenan Sampat tebu, pangkal dan daun jagung, jerami

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->