Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Upaya Pencegahan Narkoba Di Indonesia

Upaya Pencegahan Narkoba Di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 177|Likes:
Published by Gede Pur
Pencegahan narkoba berbasiskan kesehatan masyarakat
Pencegahan narkoba berbasiskan kesehatan masyarakat

More info:

Published by: Gede Pur on Sep 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/09/2013

pdf

text

original

 
Upaya pencegahan Narkobaberbasis Kesehatan Masyarakat
Oleh : Sang Gede Purnama, SKM, MSc**
Dosen PS. Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas UdayanaEmail : sang_gede@yahoo.co.idPenyebaran narkoba di Indonesia saat ini ada pada tahap yangmengkhawatirkan.Indonesia bukan saja sebagai daerah penyebaran narkoba juga menjadi daerah produksi narkoba.Hal ini terbukti dengan ditemukannya pabrik narkoba di Indonesia.Angka prevalensipenyalahgunaan narkoba di Indonesia saat ini mencapai 2,2% atau3,8 juta orang (sumber BNN).Hal ini perlu langkah cepat, serius dan strategis dalam penanggulangannya.Dengan mengadopsi teori pencegahan penyakit Leavel and Clark maka dapat dirumuskanupaya pencegahan penyebaran narkoba di Indonesia menjadi lima tahapsebagai berikut :
Pencegahan primer (Primary prevention)
Pencegahan primer dapat dilaksanaakan dengan melakukan
health promotionanspecific protection
. Adapun promosi kesehatan (health promotion) yang dimaksud adalahmelakukan pencegahan sejak dinipada siswa sekolah dari SD hingga mahasiswa mengenainarkoba tersebut, dampaknya, upaya penanggulanganya. Hal ini bertujuan agar mereka tidak terjerumus dalam jaringan narkoba. Metode promkes dapat dikembangkan dengan berbagaimedia sesuai dengan daerah setempat dan yang disenangi.Proteksi spesifik yang dimaksud yaknimelakukan pemetaan pada kelompok masyarakatyang berperilaku berisiko menyalahgunakan narkoba. Sebaiknya ada peta di daerah masing-masing mulai dari tempat/lokasi dimana saja ? café, daerahwisata, hiburan malam. Siapapelakunya (pejabat, artis, anak sekolah, preman,) sumber barang tersebut (dari luar daerah, luarpulau, luar negri). Dengan demikian maka kita akan memiliki pemetaan wilayah setempat (PWS)untuk melihat trend perkembangan kasusnya.Penggunaa narkoba suntik yang saling bergantian cendrung dapat terkena danmenularkan HIV/AIDS dan hepatitis C. maka mereka perlu dapat intervensi mengenai bahaya
 
menggunakan injeksi dan mesti yang sekali pakai. Program seperti ini sudah banyak dilakukanmelalui penjangkauan pada pemakai narkoba dengan memberi alat suntik baru dan sekali pakai.Namun demikian pemakai yang belum terdeteksi mesti mendapat informasi segera tentang ini.
Pencegahan sekunder (Secundary prevention)
Pencegahan sekunder yakni diagnosis awal (
 Early diagnose)
dan
 pengobatan tepat (prompt treatment)
, bagaimana kita mendeteksi pengguna narkoba dari awal (early diagnose)yakni dengan melakukan sidak pada kelompok berisiko yang ada di lingkungan. Dengandemikian maka mereka dapatterdeteksi dengan cepat misalnya pada pelayan hiburan malam,pengunjungcafe, pejabat, sopir, pilot dan masyarakat berisiko lainnya. Hal ini bertujuan untuk dengan segera dapat melakukan pengobatan yang tepat dan menghindari dampak kecanduanyang lebih parah. Program pemeriksaanatau screeningpenyalahgunaan narkoba memang saat iniperlu dilakukan secara rutin dan menyeluruh untuk mendeteksi pengguna dan mengamankannya.
Pencegahan tertier (tertiary prevention)
Pada pencegahan tertier dilakukan
 Disabilitylimitation and rehabilitation.
Salah satupermasalahan penyalahgunaan narkoba saat ini adalah tidak dilakukannya terapi yanga tepatpada pecandu atau detoksifikasi pada pecandu. Namun demikian saat ini sudah ada programrehabilitasi pada pecandu. Pada dasarnya pecandu adalah orang yang mengalami masalahkesehatan sehingga mereka perlu dilakukan terapi agar tidak menjadi pecandu lagi. Kalau hanyadilakukan penangkapan dan ditahan maka permasalahan baru yang muncul adalah peredarannarkoba di lapas. (tulisansaya mengenaiini silakan buka link:http://news.detik.com/read/2012/05/28/084044/1926025/103/peredaran-narkoba-di-lapasHal yang perlu dikaji dari programrehabilitasi tersebut adalah saat ini berapa jumlahpecandu yang ada di Indonesia ?, berapa yang sudah di rehabilitasi ?, berapa yang sudah direhabilitasi dan kambuh kembali? apa penyebab mereka kambuh lagi ?. hal ini perlu di jawabuntuk melihat efektifitas program rehabilitasi yang dilakukan.Menahan mereka di lapas bukanlah solusi yang tepat karena mereka justru akan mebuatsuatu jaringan yang solid diantara pengedar dan pemakai yang justru mengakibatkan peredaran

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->