Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
16Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kelompok Sosial

Kelompok Sosial

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 6,415|Likes:
Published by Dedy Andiwinata

More info:

Published by: Dedy Andiwinata on Jun 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/13/2013

pdf

text

original

 
UNI INTERNATIONALE DEVADATTA 2009
KELOMPOK SOSIAL DALAM INTEGRASI NASIONAL : SUATU KAJIANPSIKOLOGI SOSIAL DALAM NATION BUILDING INDONESIA
Oleh: Arin Fithriani,M.Si (Dosen HI, FISIP Universitas Budi Luhur dan Universitas Jenderal Ahmad)Yani, Cimahi
ABSTRACK 
The multidimension on international relations studies is hoped pushes the new idea t international relations student to analyze the international problem from any angle. Thecontribution of social psychology studies on international makes this study moreacceptable. Conflict which is happened between state or intra state could be analysed by social psychology angle. Conflict caused by difference interest much of them there wasno smooth communication on each party. Much of misperseptio accured caused by thedifference of norm, attitude and prejudice. In the state level, social conflict gives theinfluence on national integration. In this case, the political leader must do proactiveaction which is supported by mass. This is because integration is never ending process.
Pendahuluan
Pengkajian dalam ilmu sosial seakan tidak ada habisnya, bahkan selalu sajamenunjukkan adanya perkembangan yang berpengaruh pada pemikiran-pemikiransebelumnya dan memunculkan konsep-konsep baru yang tidak kalah menarik untuk dikaji lebih lanjut. Begitu juga dengan kajian ilmu hubungan internasional, sebagai bagian dari ilmu sosial, perkembangan pemikiran dalam ilmu hubungan internasionaltidak lepas dari perkembangan ilmu sosial lainnya, bahkan pada tingkatan teoritis tidak  jarang ilmu ini juga mendapat pengaruh dari ilmu pasti. Sehingga banyak pengkajianilmu hubungan internasional yang dilakukan secara kuantitif sebagaimana yangdilakukan kelompok behavioralis. Salah satu pengaruh atau dapat dikatakan sumbangsihilmu lain dalam kajian ilmu hubungan internasional yang akan dibahas pada tulisan iniadalah ilmu sosiologi dan psikologi yang kemudian membentuk kajian dengan istilah
 
UNI INTERNATIONALE DEVADATTA 2009
 psikologi sosial. Kajian ini salah satunya membahas tentang entitas-entitas pembentuk negara, termasuk semua bentuk kelompok sosial, baik yang didasari atas etnis, agama, ras/ suku, wilayah geografis maupun tingkatan ekonomi dan pendidikan. Pengkajian darisudut pandang psikologi sosial ini menjadi penting karena hampir semua negara memiliki permasalahan dalam mengakomodasikan kepentingan warganya dengan latar belakangkelompok sosial yang beragam, termasuk ketika terjadi persinggungan kepentingan antar negara yang mendorong pada potensi konflik.Demikian hal ketika kita membahas masalah intergrasi nasional Indonesia dalamkerangka nation building Indonesia. Kajian psikologi sosial dalam nation buildingIndonesia hanya sebagai salah satu angle dalam pembahasan tentang nation building.Indonesia adalah salah satu negara di Asia Tenggara dengan multi-etnisnya.Keanekaragaman ini disisi lain membawa keunggulan tersendiri yang turutmembentuk identitas nasional sebagai modal dasar pembangunan termasuk dalam berinteraksi dengan negara lain. Namun disisi lain, keanekarangaman ini juga menjadikanIndonesia sebagai salah satu wilayah di Asia Tenggara yang kurang stabil kondisiinternalnya, terutama jika dibandingkan dengan Malaysia yang juga dikategorikansebagai negara multi-etnis. Ketidakstabilan ini lebih karena upaya kelompok dalammengakomodasikan kepentingannya. Berbagai kepentingan tersebut menyangkut segalahal kebutuhan kelompok dalam mempertahankan eksistensinya ditengah-tengahmasyarakat. Sehingga kepentingan kelompok juga menyangkut upaya pemenuhankepentingan anggotanya, atau dengan kata lain pemenuhan kebutuhan individu-individu pembentuk kelompok tersebut. Maka pengakomodasian kepentingan kelompok inimenyangkut kebutuhan dasar (
 primer 
), sekunder dan tersier sebagaimana kebutuhanindividu sebagai manusia. Oleh Abraham Maslow dalam hirarki kebutuhan manusia(chiron.valdosta.edu), menyebutkan bahwa berbagai kebutuhan manusia tersebut dapatdikategorikan dalam dua kelompok besar, yaitu kebutuhan defisiensi (
deficiency needs
)dan kebutuhan untuk tumbuh (
 growth needs
).Kedua kebutuhan ini mencakup kebutuhan yang paling mendasar bagi manusiahingga kebutuhan trasedent yang berkaitan dengan sesuatu diluar batas ego manusia.Atau dapat dikatakan kebutuhan untuk berperan serta dalam kehidupan masyarakatsebagai suatu kepuasan. Kebutuhan Defisiensi merupakan kebutuhan dasar manusia
 
UNI INTERNATIONALE DEVADATTA 2009
sebagai mahluk hidup. Kebutuhan defisiensi ini meliputi kebutuhan psikologis sepertihaus dan lapar, kebutuhan keamanan agar terhindar dari bahaya, kebutuhan untuk memiliki dan mencintai agar bisa diterima dan berhubungan dengan individu lain, sertakebutuhan penghargaan (
esteem
) sebagai sesuatu yang ingin dicapai oleh individu untuk mendapatkan pengakuan dan menempatkan dirinya pada posisi yang diinginkan.Sedangkan kebutuhan untuk tumbuh (
 growth
) meliputi kebutuhan
cognitif, aestetik,aktualisasi
diri dan keutamaan diri. Upaya pengakomodasian kepentingan dari berbagaikebutuhan ini bukan hanya berhadapan dengan elit namun juga berhadapan dengankepentingan kelompok lain dengan upaya yang sama.Dapat dikatakan persinggungan kepentingan yang tidak terakomodasikan dengan baik menyebabkan konflik baik horizontal maupun vertikal. Konflik ini terkadang tidak dapat dihindari meskipun pemerintahan suatu negara selalu berusaha untumengakomodasikan berbagai kepentingan warganya dalam kerangka besar kepentingannasional yang di dalamnya termasuk nation building.Konflik horizontal dan vertical ini pula yang berpotensi menjadi ancamanterhadap integrasi nasional, baik integrasi horizontal dan vertikal. Lemahnya derajatintegrasi nasional akan menyebabkan jarum spectrum nation building yang pada sejarahsuatu negara bangsa telah mencapai pada titik kematangan (
mature
), mengalami pergeseran kearah ketidakmatangan (
immature
). Pergeseran kearah negatif ini tidak bisahanya dibebankan kepada masyarakat atau warga negara selaku modal utama dalam
nation building 
. Peranan pemimpin atau elit massa juga sangat berpengaruh dalam pergeseran-pergeseran yang terjadi dalam integrasi nasional.Semasa orde lama, jarang sekali masyarakat kita mendengar terjadinya Konflik sosial dalam masyarakat, baik karena perbedaan etnis, ras, agama, kelompok sosialataupun pemikiran. Kalaupun ada, elit massa mampu meredam konfliknya dan juga pemberitaannya. Sebagaimana kita ketahui sistem politik pada masa orde baru lebihmengarah pada bentuk otoriter birokratik. Model ini lebih banyak menerapkan penekananatau paksaan dari atas atau bersifat
topdown
. Sehingga kebebasan untuk mengungkapkan pendapat dan berekspresi tidak mendapatkan peluang yang luas.Pada sistem otoriter birokratik, gagasan dan pendapat yang dianggapBerseberangan dengan norma dan pemikiran elit akan kesulitan untuk bisa diterima,

Activity (16)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bella Roshiana liked this
Umi Huda Muhsin liked this
Nore Norma liked this
syevilia potter liked this
Saptono Putro liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->