UNI INTERNTIONALE DEVADATTA 2009
Matahari Marhaenisme!
Oleh SoekarnoGambar di muka ini adalah menggambarkan terbitnya matahari Marhaenisme.Apakah Marhaenisme itu?Sebagian orang mengira bahwa kaum Marhaen ialah kaum proletar. Itu tidak benar.Sebab, apakah yang dinamakan “proletar” itu? Di dalam kamus Politik F.R. (FikiranRa'jat- ed) nomor percontohan istilah ini telah kita jelaskan dengan singkat. Proletarialah orang yang dengan menjual tenaganya “membuat” sesuatu “barang” untukorang lain (majikannya), sedang ia tidak ikut memiliki alat-alat pembuatan “barang”itu. Ia tidak ikut memiliki
produktie-middlen
. Seorang
letterzetter
adalah seorangproletar, karena ia menjual tenaganya, sedang
letter-letter
yang ia zet itu bukanmiliknya. Seorang masinis adalah seorang proletar, karena ia menjual tenaganya,sedang lokomotif yang ia jalankan bukan miliknya. Seorang insinyur yang masukkerja pada orang lain adalah juga seorang proletar, karena ia menjual tenaganya,sedang kantor atau besi-besi atau semen yang ia usahakan itu bukan miliknya.Insinyur ini biasanya disebutkan “proletar intelektual”.
Dus
terang sekali, bahwa istilah proletar itu buat gampangnya uraian kita ”berarti“kaum buruh”. Di Eropa sudah selayaknya ada proletarisme, itu faham yangmemihak kaum proletar. Sebab di semua kota-kota ada banyak perusahaan-perusahaan dan pabrik-pabrik, yang beribu-ribu kaum buruhnya. Kota-kota itupenuh dengan puluhan, ratusan kaum proletar. Juga di luar kota-kota di Eropabanyak kaum proletar. Di bidang pertanian di Eopa sudah sejak lama timbullandbouw-kapitalisme, yakni kapitalisme pertanian. Banyak sekali “kaum buruhtani” yang bekerja pada kapitalisme pertanian itu.Bagaimanakah keadaan di sini. Di kota-kota sudah banyak kaum proletar. Dilapangan pertanian sudah ada kaum proletar, misalnya yang bekerja pada pabrikgula, pabrik teh, atau pada beberapa bangsa sendiri yang menjadi tani-besar. Tetapi jutaan kaum tani, walaupun kemelaratannya melewati batas, bukan kaum proletar,yakni bercocoktanam sendiri. Memang faham proletar, sebagaimana dijelaskandalam kamus Politik nomor percontohan, tidak tergantung pada kemelaratannyaatau kemampuan. Jutaan kaum tani masih “merdeka”. Mereka bukan kaum buruh,karena memang tidak berburuh pada siapa pun.Sehingga, jika kita memakai faham proletarisme, faham itu tidak mengenai semuakaum yang tertindas. Karena itu kita membuat istilah baru: istilah Marhaen.Marhaen adalah istilah politik. Ia meliputi semua kaum yang melarat di Indonesia:baik yang proletar maupun yang bukan proletar, yakni yang buruh maupun yangbukan buruh. Kaum tani melarat yang masih “merdeka” itu, juga termasuk dalamistilah ini.Sekarang, apakah arti istilah Marhaenisme? Marhaenisme berarti: fahamnasionalisme Indonesia yang memihak kepada Marhaen. Siapa saja nasionalis
Leave a Comment