Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
28Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
peran guru dalam pengajaran bahasa

peran guru dalam pengajaran bahasa

Ratings: (0)|Views: 6,638|Likes:
Published by alif_rahman

More info:

Published by: alif_rahman on Jun 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/01/2013

pdf

text

original

Peran Guru dalam Pembelajaran Bahasa
June 11, 2009
1
PERAN GURU DALAM PENGAJARAN BAHASA
Rahman Hakim
alif_rahman76@yahoo.com
PENDAHULUAN

Baik buruk prilaku guru akan menjadi contoh bagi muridnya. Ketika guru masuk ke kelas dan memberi pelajaran, siswa akan melihat dan menilainya sebagaimana ia berpenampilan, bertindak atau berprilaku. Kebanyakan orang akan terkenang dan terkesan pada guru yang mereka anggap baik, atau justru sebaliknya. Menurut Arends konsepsi tentang pengajaran merefleksikan nilai dan filosofi sosial tentang masyarakat yang lebih luas, dan ketika hal tersebut berubah pandangan masyarakat terhadap guru pun berubah1.

Mendeskripsikan tentang bagaimana guru yang baik adalah hal yang tidak mudah. Guru yang berbeda sering berhasil menerapkan sesuatu dengan cara yang berbeda pula. Ada guru yang extrovert, dan ada yang introvert. Dan, setiap guru memiliki kelebihan dan kekuramgan masing-masing Namun, mengajar lebih dari sekedar \u2018menjadi diri sendiri\u2019. Guru harus bisa menampilkan wajah yang professional di hadapan siswa. Karena, guru yang baik adalah guru yang mampu menyerap hal-hal yang tidak diharapkan dan memanfaatkannya demi keuntungan siswa2.

Mengajar bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, mengajar juga adalah hal yang sangat menyenangkan terutama ketika guru dapat melihat kemajuan yang meningkat pada siswa dan mereka mengetahui kalau mereka yang menyebabkan hal demikian. Bagian dari seni guru yang baik adalah pada kemampuannya mengadopsi sejumlah peran yang berbeda di dalam kelas.

Bahasa merupakan salah satu bidang ilmu yang menuntut peran besar guru dalam pembelajarannya. Ada berbagai macam peran yang bisa dilakukan guru ketika mengajar bahasa agar pembelajaran bahasa tersebut efektif dan disukai siswa. Peran guru yang efektif sebagai fasilitator, manager, director, konduktor, atau guru sebagai sumber3, peran guru berkenaan

1 Arends, Ricard L., 2004. Learning to Teach: Sixth Edition. New York: McGraw-Hill Companies, Inc..
2 Harmer, Jeremy. 1998. How to Teach English: New Edition. England: Pearson Education Limited
3 Brown, Douglas H., 1994. Teaching by Principles: An Interactive Approach to Language Pedagogy.

USA: Prentice Hall Regents.
Peran Guru dalam Pembelajaran Bahasa
June 11, 2009
2

dengan pendekatan dan metode pengajaran bahasa4, peran guru berkenaan dengan tingkat kemahiran siswa (beginner, intermediate, dan advance)5, peran guru berkenaan dengan pengajaran empat kemampuan bahasa6, dan maxim guru dalam pengajaran bahasa7, akan kami bahas dalam makalah singkat ini sebagai bahan diskusi. Kami juga akan membahas tentang maxim guru menurut Richard. Teori-teori yang kami kutip sebagian besar dari tokoh pengajaran bahasa seperti Douglas H Brown, Jack C Richard, dan Jeremy Harmer.

PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN BAHASA
1. Peran guru yang efektif dalam pengajaran bahasa

Dalam diskusinya tentang interactive language teaching, Brown membahas beberapa peran yang bisa diambil guru dalam kelas yang interaktif. Peran tersebut meliputi8:

a. Guru sebagai director

Kelas yang interaktif bisa diatur sedemikian rupa sehingga guru bisa seperti layaknya seorang conductor dari suatu pertunjukan orchestra atau seorang director atau sutradara dari suatu pertunjukan drama. Ketika siswa terlibat dalam kegiatan berbahasa secara spontan atau yang sifatnya latihan, sudah menjadi tanggungjawab guru untuk bisa mempertahankan proses agar lancar dan efisien. Motifnya adalah guru harus selalu bisa melibatkan siswa untuk berimprovisasi dalamreal-life drama, karena setiap peristiwa komunikasi memiliki keunikan masing- masing.

b. Guru sebagai manajer

Metapora atau kiasan ini menangkap peran guru sebagai orang yang merencanakan pelajaran dan modul serta pembelajaran, seseorang yang menyusun segmen waktu kelas yang lebih luang dan lebih lama, dan orang yang membolehkan setiap pemain untuk lebih kreatif. Manajer dari perusahaan sukses mempertahankan control terhadap tujuan perusahaan, menjaga agar karyawan tetap pada tujuannya, terlibat dalam evaluasi dan umpanbalik yang berkelanjutan namun memberi kebebasan pada setiap

4 Richard, Jack C., & Rodgers, Theodore S., 2001. Approaches and Method in Language Teaching:
Second Edition. Cambridge: Cambridge University Press.
5 Opcit, hal. 101 -114
6 Harmer, Jeremy, 2007. The Practice of English Language Teaching: Fourth Edition. England: Pearson
Education Limited.
7 Richard, Jack C., 1998. Beyond Training: Perspectives on Language Teaching. Cambridge: Cambridge
University Press.
8 Brown, Douglas H., (1994). Teaching by Principles: An Interactive Approach to Language Pedagogy.
USA: Prentice Hall Regents, hal 161
Peran Guru dalam Pembelajaran Bahasa
June 11, 2009
3
individu untuk bekerja pada bidang keahlian mereka sendiri. Kelas bahasa
pun tidak jauh berbeda dengan perusahaan.
c. Guru sebagai faslitator

Peran sebagai fasilitator mewajibkan guru menjauh dari peran manajerial atau direktif dan membiarkan siswa menemukan sendiri jalan keberhasilannya, dengan bimbingan dan dengan dorongan yang lembut disana-sini. Seorang fasilitator berperan besar terhadap prinsip motivasi instrinsik dengan membolehkan siswa menjelajahi bahasa dengan cara menggunakannya secara pragmatis ketimbang memberitahukan mereka tentang bahasa.

d. Guru sebagai sumber

Implikasi dari peran sumber adalah bahwa siswa mengambil inisiatif untuk mendatangi guru yang sudah siap dengan nasihat dan bimbingannya ketika siswa membutuhkannya. Diperlukan pengendalian, perencanaan dan pengelolaan kelas untuk peran seperti ini.

2. Peran Guru Berdasarkan Tingkat Kemampuan Siswa

Sementara itu, dalam pembahasannya tentang teaching across proficiency level atau mengajarkan bahasa yang dibedakan atas tingkat kemahirannya, Brown menjelaskan tentang bagaimana peran guru dalam mengajarkan bahasa pada siswa tingkat pemula (beginning level), menengah (intermediate level), dan mahir (advanced level).

a. Peran guru bagi siswa tingkat pemula (beginning level)9
Siswa pemula sangat besar ketergantungan pada guru sebagai model
bahasa. Untuk itu,te acher-centered lebih tepat diterapkan ketimbang
student-centered selama beberapa waktu. Selain itu, atrikulasi guru ketika

mengucapkan suatu kata atau kalimat harus sangat jelas dan dengan tingkat kecepatan yang disesuaikan, serta menggunakan tehnik yang sifatnya mekanis seperti choral repetition,d rilling dsb.

b. Peran guru bagi siswa tingkat menengah (intermediate level)10

Pada tahap ini learner-centered akan lebih tepat untuk dipilih guru ketika mengajar. Guru tidak lagi bertindak sebagaiinitiator. Siswa harus didorong untuk mengajukan pertanyaan, memberikan komentar, dan menegosiasikan opsi tertentu yang sesuai dalam pembelajaran. Selain itu, guru diharapkan untuk tidak terlalu banyak berbicara sehingga tidak membatasi kesempatan siswa untuk berbicara.

c. Peran guru bagi siswa tingkat mahir (advanced level)11
9 Ibid, hal 104
10 Ibid, hal 112
11 Ibid, hal 115

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->