Jelas Boediono menganggap Indonesia sekarang masih dijajah yang menurutnya selayaknyaharus digugat. Implikasinya jelas, yaitu kalau nanti dia terpilih sebagai Wakli Presiden, dia akanmenggugat kekuatan dari luar dan dari dalam. Ada dua hal yang perlu dijelaskan.
Beberapa pertanyaan
Siapa kekuatan dari luar yang sedang menjajah Indonesia, dan siapa pula kekuatan dari dalam ?Apakah kekuatan luar dan kekuatan dalam ini menjajah Indonesia secara sendiri-sendiri ataukah bersama-sama dalam sebuah konspirasi, di mana elit bangsa Indonesianya yang menjadi mitradari luar bertindak sebagai pengkhianat kepada bangsanya sendiri?Sejak kapan Indonesia dijajah dengan tanggal pidatonya sebagai titik tolak, yaitu tanggal 15 Mei2009. Apakah mulai tanggal itu Indonesia dijajah dalam bentuk yang ada dalam benak Boediono,ataukah sebelumnya sudah. Kalau sebelumnya sudah, siapa kiranya yang menjajah dan siapakiranya kroni dan kompradornya para penjajah yang berbangsa Indonesia (kekuatan daridalam) ? Boediono tentu dapat mengenalinya dengan akurat karena dia cukup lama menjadiorang di dalam lingkungan puncak kekuasaan.
Persamaan Bung Karno dengan Boediono
Boediono menyamakan dirinya dengan Bung Karno. Bung Karno menggugat penjajahan oleh pemerintah Hindia Belanda yang menjajah Indonesia secara fisik, dengan bayonet, bedil, pelurudan meriam, armada laut dan sebagainya.Boediono juga ingin menggugat penjajahan zaman sekarang yang tentunya berbentuk lain. Apa bentuknya tidak dijelaskan. Sangat mungkin bentuk penjajahan yang ada dalam benak Boedionosama dengan yang ditulis oleh Jenderal Ryamizard Ryacudu dalam bukunya yang berjudul”Perang Modern”.Intinya ialah bahwa dalam zaman modern sekarang ini, hakikat penjajahan bangsa mangsa oleh bangsa penjajah tidak perlu dilakukan dengan sebutir pelurupun, apalagi pasukan dan armada perang. Caranya dengan membentuk elit bangsa mangsa yang dijadikan mitranya atau kroni ataukompradornya. Mereka dibantu supaya senantiasa memegang kendali kebijakan ekonomi yangsesuai dengan kehendak bangsa penjajah, seperti yang digambarkan oleh John Pilger, BradleySimpson, Jeffrey Winters, John Perkins dan 12 perusak ekonomi yang “mengaku dosa” dalam buku “A Game as old as Empire”. Para kroni ini diyakinkan bahwa kebijakan haruslah seliberalmungkin, membangun proyek-proyek raksasa dengan hutang dari negara-negara penjajah supayamereka bisa memperoleh pendapatan bunga dan laba mark up yang tinggi. Implikasi politiknyasupaya senantiasa dicengkeram dan didikte kebijakannya yang senantiasa menguntungkankorporatokrasi negara penjajah. PDB dinaikkan oleh beberapa investor asing raksasa tanpatrickle down effect pada yang miskin. Inikah yang oleh Boediono disebut dengan kata-kata“penjajah dari dalam negeri” yang mungkin bekerja sama dengan penjajah dari luar?
Leave a Comment