Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
42Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
QANAAH

QANAAH

Ratings:

4.75

(8)
|Views: 8,558 |Likes:
Published by Dewi Yana
Sikap qana’ah didefinisikan sebagai sikap merasa cukup, ridha atau puas atas karunia dan rezeki yang diberikan Allah SWT Qana’ah ialah kepuasan hati dengan rezeki yang ditentukan Allah.

Siapapun yang ingin meraih ketenangan jiwa, kedamaian hati, maka qana’ah adalah jalannya. Karena sesungguhnya, ketenangan hati ada dalam sedikitnya keinginan. Bila kita ingin meraih ketenangan hidup, marilah kita qana’ah terhadap pemberian dan pengaturan-Nya.
Sikap qana’ah didefinisikan sebagai sikap merasa cukup, ridha atau puas atas karunia dan rezeki yang diberikan Allah SWT Qana’ah ialah kepuasan hati dengan rezeki yang ditentukan Allah.

Siapapun yang ingin meraih ketenangan jiwa, kedamaian hati, maka qana’ah adalah jalannya. Karena sesungguhnya, ketenangan hati ada dalam sedikitnya keinginan. Bila kita ingin meraih ketenangan hidup, marilah kita qana’ah terhadap pemberian dan pengaturan-Nya.

More info:

Published by: Dewi Yana on Jun 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/02/2012

pdf

text

original

 
QANA’AH
Sikap qana’ah didefinisikan sebagai sikap merasa cukup, ridha atau puas ataskarunia dan rezeki yang diberikan Allah SWT Qana’ah ialah kepuasan hatidengan rezeki yang ditentukan Allah.Qana’ah itu mengandung lima perkara:1.Menerima dengan rela akan apa yang ada.
2.
Memohonkan kepada Allah tambahan yang pantas, dan berusaha.
3.
Menerima dengan sabar akan ketentuan Allah.
4.
Bertawakal kepada Allah.5.Tidak tertarik oleh tipu daya dunia.Cinta pada dunia dan ingin hidup dalam kemewahan, adalah salah satupenyebab yang bisa mengakibatkan hidup menjadi tidak tentram. Orang-orangyang cinta dunia akan selalu terdorong untuk memburu segala keinginannyameski harus menggunakan cara yang licik, curang, dengan berbohong, korupsi,dan sebagainya. Semua itu karena orang yang cinta dunia tidak pernahmenyadari, sesungguhnya harta hanyalah ujian. Hingga ia tidak pernahmerasa cukup dengan apa yang sudah dimilikinya dan masih selalu inginmenambahnya lagi, ini adalah sikap yang sangat jauh dari rasa syukur kepadaAllah SWT.Qana’ah bukanlah berarti hilang semangat untuk berkerja lebih keras demimenambah rezeki. Malah, ia bertujuan supaya kita sentiasa bersyukur denganrezeki yang dikurniakan Allah. Karena sikap qana’ah tidak berarti fatalismenerima nasib begitu saja tanpa ikhtiar. Orang-orang qana’ah bisa sajamemiliki harta yang sangat banyak, namun semua itu bukan untuk menumpukkekayaanNabi Muhammad SAW telah mengajarkan kepada kita bagaimana kita harusbersikap terhadap harta, yaitu menyikapi harta dengan sikap qana’ah (kepuasandan kerelaan). Sikap qana’ah ini harus dimiliki oleh orang yang kaya maupunorang yang miskin adapun wujud qana’ah yaitu merasa cukup denganpemberian Allah, tidak tamak terhadap apa yang dimiliki manusia, tidak irimelihat apa yang ada di tangan orang lain dan tidak rakus mencari harta bendadengan menghalalkan segala cara, sehingga dengan semua itu akan membuatorang merasa puas dan tidak mencari melebihi apa yang dibutuhkan, danmencegah orang dari menurutkan hawa nafsu yang tidak pernah puas.Rasulullah SAW telah mengajarkan kita semua agar qana’ah, berikut beberapahadits nya :Perhatikan sabda Rasulullah SAW berikut ini: “Tidaklah kekayaan itu denganbanyak harta, tetapi sesungguhnya kekayaan itu ialah kekayaan jiwa.” (Hadisriwayat Bukhari dan Muslim)
1
 
Rasulullah SAW bersabda: “Jadilah kamu seorang yang wara’, nanti kamu akanmenjadi sebaik-baik hamba Allah, jadilah kamu seorang qana’ah, nanti kamuakan menjadi orang yang paling bersyukur kepada Allah, sedikitkanlah tertawakarena banyak tertawa itu mematikan hati.” (Hadis riwayat al-Baihaqi)Dari Abu Muhammad yaitu Fadhalah bin Ubaid al-Anshari r.a. bahwa diamendengar Rasulullah SAW bersabda: "beruntunglah kehidupan seseorangyang telah dikaruniai petunjuk untuk memasuki Agama Islam, sedangkehidupannya berada dalam keadaan cukup dan ia bersifat qana'ah(menerima)." (Hadis Hasan Shahih di sisi Imam Tirmidzi) .Tentang sikap qana’ah, Ibnu Qudamah dalam
Minhajul Qashidin
menyampaikanhadits dalam
Shahih Muslim
dan yang lainnya, dari Amr bin Al-Ash
r.a
RasulullahSAW bersabda:
“Beruntunglah orang yang memasrahkan diri, dilimpahi rezeki yang sekedar mencukupi dan diberi kepuasan oleh Allah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” 
(Diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan Al-Baghawy)Dari 'Abdullah bin 'Amr r.a.:Bahwa Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya beruntung orang yang sudahmasuk Islam, yang rezekinya mencukupi (dan tidak berlebihan) dan yang Allahmenjadikannya qana’ah dengan apa diberikan kepadanya. (Muslim)Dari Hakim bin Hizam r.a. berkata:Bahwa Nabi SAW. bersabda: Tangan di atas adalah lebih baik dari tangan dibawah. Hendaklah kamu muliakan dengan orang-orang yang di bawahtanggunganmu. Sebaik-baik sedekah ialah dari harta yang lebih (yang kamu atauorang di bawah tanggunganmu tidak memerlukannya). Barangsiapa yangmenjaga kehormatan dengan tidak meminta-minta maka Allah akan memeliharakehormatannya. Barangsiapa yang tidak bergantung harap kepada manusia,maka Allah akan mencukupkan keperluannya. (Bukhari dan Muslim]Ketahuilah sesungguhnya di dalam qana’ah, itu ada kemuliaan dan ketentramanhati karena sudah merasa tercukupi, ada kesabaran serta keridhaan terhadappembagian rezeki yang telah diatur-Nya. Dan semua itu akan mendatangkanpahala di akhirat. Dan sesungguhnya dalam kerakusan dan ketamakan itu adakehinaan dan kesusahan karena dia tidak pernah merasa puas dan cukupterhadap pemberian Allah.Dalam kehidupan kita di dunia, sebaiknya kita melihat orang yang di bawah kita,dan dalam masalah kehidupan akhirat kita melihat orang yang di atas kita.Hal ini sebagaimana telah ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadits sebagaiberikut:
“Lihatlah orang yang dibawah kalian dan janganlah melihat orang di ataskalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang hina nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” 
(Diriwayatkan Muslim dan At-Tirmidzy)
2

Activity (42)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Olette Lost-wind liked this
Rizky Candra liked this
Anisa Simpson liked this
nailurrahman liked this
Yusuf Habibi liked this
Elis Roifah liked this
Ika Yuniwati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->