Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Abortus Dan Kehamilan Ektopik (HKG)

Abortus Dan Kehamilan Ektopik (HKG)

Ratings: (0)|Views: 122|Likes:
Published by Daniel Candrianto
bahan kuliah fk uwks
bahan kuliah fk uwks

More info:

Categories:Types, Presentations
Published by: Daniel Candrianto on Sep 04, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2013

pdf

text

original

 
BAHAN KULIAH
ABORTUS DAN KEHAMILAN EKTOPIK 
(Early Pregnancy Loss and Ectopic Pregnancy)
 Harry Kurniawan Gondo
BAGIAN OBSTETRI GINEKOLOGIFAKULTAS KEDOKTERANUNIVESITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA
1
 
Abortus dan Kehamilan Ektopik 
Kehamilan abnormal dapat terjadi intrauterin ataupun ekstrauterin. Kehamilanekstrauterin atau kehamilan ektopik terjadi apabila ovum yang terfertilisasi berimplantasi pada jaringan selain endometrium. Walaupun sebagian besar kehamilan ektopik berlokasi pada parsampularis tuba falopii, kehamilan ektopik dapat juga terjadi di lokasi lainnya (tabel 1).Kehamilan intrauterin abnormal sering mengakibatkan abortus. Abnornalitas tersebut dapat berhubungan dengan banyak faktor. Baik pada kehamilan abnormal intrauterin maupunekstrauterin, deteksi dini adalah kunci untuk diagnosis dan penanganan.Tabel 1. Definisi Jenis Kehamilan Intrauterin Abrnormal dan Kehamilan Ektopik 
Kehamilan Ekstrauterin
Kehamilan tubaKehamilan yang terjadi di dalam tuba falopii palingsering berlokasi pada pars ampularis tuba falopiiKehamilan interstitialKehamilan yang berimplantasi di dalam parsinterstitial tuba falopiiKehamilan abdominalKehamilan abdominal primer implantasi pertamakali dan satu-satunya terjadi pada permukaan peritoneumKehamilan abdominal sekunder – implantasi pertamakali terjadi di dalam ostium tuba, kemudianmengalami abortus dan mengalami reimplantasi kedalam permukaan peritoneumKehamilan servikalImplantasi konseptus di dalam kanalis servikalisKehamilan ligamentousBentuk sekunder dari kehamilan ektopik dimanakehamilan tuba primer berpindah ke dalammesosalfing dan berlokasi di antara ligamentum latumKehamilan heterotropikKondisi dimana kehamilan ektopik dan intrauterinterjadi bersamaanKehamilan ovarialKondisi dimana kehamilan ektopik berimplantasi didalam korteks ovarium
Kehamilan Intrauterin Abnormal
Abortus InkomplitEkspulsi sebagian produk konsepsi sebelum umukehamilan 20 mingguAbortus KompitEkspulsi spontan seluruh jaringan janin dan plasentadari cavum uteri sebelum umur kehamilan 20 mingguAbortus InsipiensPerdarahan uterus dari gestasi kurang dari 20 minggu,disertai pembukaan serviks tetapi tanpa ekspulsi jaringan plasenta ataupun janin melalui serviksGestasi anembrionikKantung intrauterin tanpa penampakan jaringan janin pada umur kehamilan lebih dari 7,5 mingguKematian Janin Trimester PertamaKematian janin pada 12 minggu pertama kehamilanKematian Janin Trimester KeduaKematian janin antara 13 sampai 24 minggukehamilanAbortus spontan berulangAbortus lebih dari tiga kali
 Kehamilan Intrauterin Abnormal 
Abortus Spontan
Kehamilan anembrionik, abortus insipien, abortus inkomplit, dan abortus komplit adalah2
 
 jenis-jenis dari abortus pada trimester pertama. Sekitar 15-20% kehamilan berakhir sebagaiabortus spontan. Dengan menpergunakan pemeriksaan human chorionic gonadotropin (hCG)untuk mendeteksi abortus subklinis, persentasenya meningkat menjadi 30%. Sekitar 80%abortus spontan terjadi pada trimester pertama. Insidennya menurun seiring dengan bertambahnya umur kehamilan.Tabel 2. Kemungkinan Penyebab Abortus SpontanOvum pathologik 
(blighted ovum) – 
kehamilan anembrionik Anomali embrionik Anomali kromosomUmur ibu yang meningkatAnomali uterusIUDTeratogenMutagenPenyakit maternalAnomali plasentaTrauma pada ibu yang luas
Abortus Iminens
Abortus iminens didefinisikan sebagai perdarahan pervaginam sebelum umur kehamilan20 minggu. Terjadi pada kurang lebih 30-40% dari seluruh kehamilan. Perdarahan biasanyasedikit dan dapat disertai rasa nyeri atau keram perut ringan. Sering tidak mungkin untuk membedakan secara klinis antara abortus iminen, abortus komplit, dan kehamilan ektopik padatuba yang tidak ruptur. Diagnosis diferensial pada pasien-pasien ini mencakup polip serviks,vaginitis, karsinoma serviks, penyakit trofoblast gestasional, kehamilan ektopik, trauma, dan benda asing. Pada pemeriksaan fisik, abdomen biasanya tidak nyeri dan porsio tertutup.Perdarahan dapat terlihat dari ostium, dan tidak terdapat nyeri gerak serviks atau adneksa.Walaupun kebanyakan pasien mengalami perdarahan pada umur kehamilan 8 - 10 minggu,keguguran yang sebenarnya biasanya terjadi sebelum umur kehamilan 8 minggu. Hanya 3,2% pasien yang mengalami keguguran setelah umur kehamilan 8 minggu.Evaluasi abortus iminens harus mencakup pemeriksaan hCG serial kecuali pasienmengalami kehamilan intrauterin yang terdokumentasi dengan ultrasonografi, untumengeliminasi kemungkinan kehamilan ektopik. Ultrasonografi transvaginal dapat mendeteksikantung gestasi pada kehamilan ektopik pada konsentrasi hCG 1.000-2.000 mIU/mL. Pada umur kehamilan 7 minggu,
 fetal pole
dengan aktivitas jantung janin dapat terlihat.Bila kantung gestasi terlihat, abortus dapat terjadi pada 11,5% pasien. Bila terdapat
 yolk  sa
, angka abortus alah 8,5%; dengan embryo 5 mm, angka abortus adalah 7,2%; dengan embryo6 - 10 mm angka abortus adalah 3,2%; dan bila embryo 10 mm, angka abortus hanya 0,5%.Angka abortus setelah umur kehamilan 14 minggu kurang lebih 2,0%. Pemeriksaan transvaginalukuran kantung gestasi berguna untuk menentukan viabilitas kehamilan intrauterin. Diameter kantung rata-rata lebih dari 13 mm tanpa terlihat
 yolk sac
atau diameter kantung rata-rata lebihdari 17 mm tanpa mudigah meramalkan nonviabilitas pada semua kasus.Tidak ada terapi yang efektif untuk abortus iminens. Tirah baring, walaupun dianjurkan,tidak efektif. Progesteron atau sedatif seharusnya tidak dipergunakan. Semua pasien harusdikonseling dan diyakinkan sehingga mereka mengerti keadaannya. Terapi harus diberikanuntuk infeksi vaginal apapun.3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->