Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pulau Ende. Kisah Sukses Pulau Pertama di Indonesia yang Terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan

Pulau Ende. Kisah Sukses Pulau Pertama di Indonesia yang Terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan

Ratings: (0)|Views: 200|Likes:
berisikan pembelajaran pelaksanaan pembangunan AMPL di Ende melalui kerjasama pemerintah dan UNICEF. buku ini disusun bersama oleh Pokja AMPL, UNICEF dan Kementerian Kesehatan
berisikan pembelajaran pelaksanaan pembangunan AMPL di Ende melalui kerjasama pemerintah dan UNICEF. buku ini disusun bersama oleh Pokja AMPL, UNICEF dan Kementerian Kesehatan

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/05/2013

pdf

text

original

 
a
 
Kisah Sukses Pulau PertamaIndonesia yang Terbebasdari Buang Air Besar Sembarangan
POKJA
AMPL
Pulau Ende
 
i
Buku Pembelajaran
Pulau Ende
 
iiiii
Perilaku hidup bersih dan sehat adalah prasyarat penting untuk membangun masyarakat Indonesiasejahtera, berkualitas dan produkti. Karena itu, Kementerian Kesehatan secara akti mendorongperubahan perilaku di seluruh pelosok Indonesia. Bekerjasama dengan pemerintah provinsi dankabupaten/kota, Kementerian Kesehatan telah menerapkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat(STBM) di berbagai tempat. Program ini bertumpu pada keyakinan dan tekad masyarakat untuk berubah, dan terbukti memberi hasil yang berkelanjutan. Dalam tiga tahun terakhir, banyak desa dipulau besar yang telah mendeklarasikan terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Namun,belum banyak pulau kecil yang mencapai prestasi serupa.Umumnya di wilayah kepulauan, pelaksanaan program STBM menemui tantangan unik. Kendalanyaadalah keterbatasan memperoleh inormasi dan produk terkait perilaku hidup bersih dan sehat, sertaketerbatasan sumber air baku. Padahal, dari Sabang sampai Merauke, terhitung ribuan pulau kecil yangpenduduknya belum menikmati asilitas air minum, sanitasi dan masih BAB secara sembarangan.Keberhasilan warga Pulau Ende membebaskan diri dari BABS membawa angin segar – bahwamasyarakat suatu pulau kecil dapat terpicu dan menyatakan hasrat untuk memulai kehidupan yanglebih sehat. Semangat ini patut ditularkan ke masyarakat pulau kecil lainnya. Pemerintah di semua linipatut mendorong masyarakat agar merubah perilaku dan mendukung dengan berbagai cara.Buku ini memaparkan kisah perjalanan di Kecamatan Pulau Ende, dan memberi kiat sukses untuk daerah lain yang ingin melakukan replikasi. Terbitnya buku ini diharapkan dapat memberi inspirasi bagiaparat dan tokoh masyarakat di wilayah lain di Indonesia, terutama di pulau-pulau kecil.Kementerian Kesehatan mengucapkan terima kasih kepada semua mitra pembangunan yang telahmembantu pelaksanaan program STBM. Peran akti Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur dan KepalaDaerah Kabupaten Ende yang tak pernah putus memberi dukungan dan bantuan membuat programini berjalan dengan sukses, terlebih dengan dicanangkannya program Kabupaten Ende Stop BABSpada tahun 2015. Khusus untuk UNICEF, kerjasama dengan pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timurdan khususnya Kabupaten Ende serta warga Pulau Ende memberi contoh pola kolaborasi yang sangateekti. Harapan kami semakin banyak kerjasama yang memberi hasil positi dan berkelanjutan.Selamat membaca. Semoga buku ini bermanaat!Jakarta, Agustus 2012dr. Nasiah Mboi, Sp.A, MPHMenteri Kesehatan Republik Indonesia
Kata Pengantar
Narasumber:
 
Komisi C DPRD Kabupaten Ende: Heribertus Gani, SPd; Kantor BupatiKabupaten Ende: Martinus Ndate; BAPPEDA Kabupaten Ende: drg. Dominikus Minggu, M.Kes,Andreas Worho, ST, MT, Ernesta Sri Say, ST, Yohanes Don Bosco, S. Sos, Maria Theresia FirminaBaru, S.Si, M.Sc, Patrisius Surda, S.Si; Dinas Kesehatan Kabupaten Ende: Anrina L.N. Mani,Ahmad Gunung; Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia: Mukhsin Mustika; KantorKecamatan Ende Tengah: Petrus H. Djata; Kantor Kecamatan Pulau Ende: Nasrul Ibrahim;Direktur Yayasan Prima Massa: Servasius Goa, Amd; Fasilitator: Thedeus Mbabho, SE, AyubSeda Gani; Puskesmas Akhmad Yani Kecamatan Pulau Ende: Fransiskus Dadjo, AMK, Haji Ali;Desa Rendoraterua: Ahmad Yusu; Desa Rorurangga: Junaidin P.S, Juleha Roja, Mashadin;Desa Ndoriwoy: Rasjid Kuri, Muchsin Bone, Boro Koa, Wahab Abdullah, Kajo Abdullah, SaidIbrahim, Roswati, Suiah A. Ma.; Desa Redodori: Aliasa H.A., Hamzah Parera, Abdullah Ali Jawa,Adulkadir Bahlil; Desa Aejeti: Golkar Yusu, Suraan Muhammad, Saudin Abdullah, Amir Jabir;Desa Paderape: M. Abdullah; Desa Puutara: Saleh, Pua Rasyid, Wahyah Darham, Ismail, DedeBroto; Sekolah Dasar Puutara: Musosman; Madrasah Ibtidaiyah Swasta Nurul Ummah PulauEnde: Maemuna Wio; Sekolah Dasar Inpres Rendomaupandi: Halimah Jaenab; Dasar NegeriEkoreko: Nurdin Ibrahim.
Konsep dan Arahan:
 
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia: Wilried H.Purba, Zainal I. Nampira, Trisno Soebarkah, Kristin Darundiyah; Sekretariat STBM; Pokja AMPLNasional; UNICEF: Nadarajah Moorthy, Juliaty Ansye Sopacua, Dormaringan Saragih; SekretariatWES UNICEF.
Apresiasi
Penyusun:
Qipra Galang Kualita: Isna Maria, Laksmi Wardhani, Deasy Sekar T. Sari danSylvana Corputty (Tulisan); M. Tauk S (Tata Letak dan Desain Gras).July 2012

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->