Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perlindungan Hukum Terhadap Pemilik Merek Dalam Perspektif Peraturan Perundang(Hafid Zakariya.sh.Mh)

Perlindungan Hukum Terhadap Pemilik Merek Dalam Perspektif Peraturan Perundang(Hafid Zakariya.sh.Mh)

Ratings: (0)|Views: 414|Likes:
Published by lppmstiass
As part of the Intellectual Property Right brand has a function that is very important and strategic
for business people, functions not only as a differentiator from one product to another product but
also as a corporate asset huge economic value?This ‐stady aims to determine and analyzing brand
arrangement according to laws and regulations in Indonesia and also aims to scrutinize and analyze
the legal protection of brand owners in laws and regulations in Indonesia. Based on these objectives
formulated the following issue: How are the brands in perudang rules and regulations in Indonesia?.
How can legal protection of brand owners in laws and regulations in Indonesia. In answer to these
problems used approach to legislation, approach to history and conceptual approaches. From the
results of discussions on the question above, then concluded as follows: 1. The regulation of the
brand in the Law No. 15 of 2001 on Marks have set well but nevertheless there is a lack of trouble
setting up the right to request an extension of the brand for brand owners who had registered too
late to do an extension, setting of delay is important because it will provide legal protection to
owners brands that have been registered. 2. The regulation of legal protection against pemlik brand
not only given to registered trademark owners, but also be given to owners of unregistered
trademarks of preventive legal protection mechanisms as well as trademark registration and
protection of brand extension in a repressive law by using the efforts of civil and criminal attempt.
Based on the conclusions recommended the government to reform the law of Law No. 15 of 2001
primarily on setting up the delay in doing brand extension.
Key : Perlindungan Hukum, pemilik merek.
As part of the Intellectual Property Right brand has a function that is very important and strategic
for business people, functions not only as a differentiator from one product to another product but
also as a corporate asset huge economic value?This ‐stady aims to determine and analyzing brand
arrangement according to laws and regulations in Indonesia and also aims to scrutinize and analyze
the legal protection of brand owners in laws and regulations in Indonesia. Based on these objectives
formulated the following issue: How are the brands in perudang rules and regulations in Indonesia?.
How can legal protection of brand owners in laws and regulations in Indonesia. In answer to these
problems used approach to legislation, approach to history and conceptual approaches. From the
results of discussions on the question above, then concluded as follows: 1. The regulation of the
brand in the Law No. 15 of 2001 on Marks have set well but nevertheless there is a lack of trouble
setting up the right to request an extension of the brand for brand owners who had registered too
late to do an extension, setting of delay is important because it will provide legal protection to
owners brands that have been registered. 2. The regulation of legal protection against pemlik brand
not only given to registered trademark owners, but also be given to owners of unregistered
trademarks of preventive legal protection mechanisms as well as trademark registration and
protection of brand extension in a repressive law by using the efforts of civil and criminal attempt.
Based on the conclusions recommended the government to reform the law of Law No. 15 of 2001
primarily on setting up the delay in doing brand extension.
Key : Perlindungan Hukum, pemilik merek.

More info:

Published by: lppmstiass on Sep 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/02/2013

pdf

text

original

 
JURNAL STIA SETIH SETIO (WAHANA PENGKAJIAN ILMU ADMINISTRASI ) ISSN 2089-7243VOLUME 1 No.1 Februari 2012
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEMILIK MEREK DALAMPERSPEKTIF PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIAHAFID ZAKARIYA.SH.MHDOSEN STIA SETIH SETIO MUARA BUNGO,NIDN 1008067802ABTRAKSI
As part of the Intellectual Property Right brand has a function that is very important and strategicfor business people, functions not only as a differentiator from one product to another product butalso as a corporate asset huge economic value?
This
stady aims to determine and analyzing brandarrangement according to laws and regulations in Indonesia and also aims to scrutinize and analyzethe legal protection of brand owners in laws and regulations in Indonesia. Based on these objectivesformulated the following issue: How are the brands in perudang rules and regulations in Indonesia?.How can legal protection of brand owners in laws and regulations in Indonesia. In answer to theseproblems used approach to legislation, approach to history and conceptual approaches. From theresults of discussions on the question above, then concluded as follows: 1. The regulation of thebrand in the Law No. 15 of 2001 on Marks have set well but nevertheless there is a lack of troublesetting up the right to request an extension of the brand for brand owners who had registered toolate to do an extension, setting of delay is important because it will provide legal protection toowners brands that have been registered. 2. The regulation of legal protection against pemlik brandnot only given to registered trademark owners, but also be given to owners of unregisteredtrademarks of preventive legal protection mechanisms as well as trademark registration andprotection of brand extension in a repressive law by using the efforts of civil and criminal attempt.Based on the conclusions recommended the government to reform the law of Law No. 15 of 2001primarily on setting up the delay in doing brand extension. 
Key : Perlindungan Hukum, pemilik merek.
A.
 
Latar Belakang Masalah
Pada awalnya merek hanyalah sebuah tanda agar konsumen/pengguna barang dan jasa dapat membedakan produk barang/jasa satu dengan yang lainnya. Dengan merek konsumen/pengguna lebih mudah untuk mengingat sesuatu yang dibutuhkan dan dengancepat dapat menentukan dan mengambil keputusan barang atau jasa apa yang akandibelinya. Dalam perkembangannya dimasa sekarang peran merek berubah, Merek bukansekedar tanda, melainkan gaya hidup (
lifestyle
)
1
. David A. Aaker, mengatakan “
 Nothing ismore emotional than a brand whitin an organization
2
.
 
David memberikan penekanan pada pentingnya merek bagi sebuah bisnis maupun organisasi.
1
 
Venantia Sri Hadinianti,
 Hak kekayaan Intelektual: Merek dan Merek Terkenal 
,http://www.atmajaya.ac.id/content .asp?f=23&id=5212 diakses tanggal 20 Januari 2011
 
2
Ibid
 
JURNAL STIA SETIH SETIO (WAHANA PENGKAJIAN ILMU ADMINISTRASI ) ISSN 2089-7243VOLUME 1 No.1 Februari 2012
Sebagai bagian dari Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI) merek memiliki fungsiyang sangat penting dan strategis bagi para pelaku usaha. Fungsi merek tidak hanya sekedar untuk membedakan suatu produk dengan produk yang lain, melainkan juga berfungsisebagai aset perusahaan yang tidak ternilai harganya. Merek baik barang maupun jasa yangsudah dikenal dan laku di pasaran akan cenderung membuat produsen atau pengusahalainnya memacu produknya bersaing dengan produk merek tersebut, bahkan dalam hal inimelakukan tindakan yang tidak baik yaitu dengan melakukan persaingan usaha secara tidak sehat (
unfair competition
). Bagi pemilik merek sebuah merek dapat dianggap sebagai roh bagi suatu produk barang dan jasa
3
.Merek sebagai tanda pengenal atau tanda pembeda dapat menggambarkan jaminankepribadian (
individuality
) dan reputasi barang dan jasa hasil usaha pemilik merek sewaktudiperdagangkan. Apabila dilihat dari sudut pemilik merek.Merek digunakan sebagai jaminan hasil produksinya, khususnya mengenai kualitas,disamping untuk promosi barang-barang dagangannya guna mencari dan meluaskan pasar.Selanjutnya, dari sisi konsumen, merek diperlukan untuk melakukan pilihan-pilihan barangyang akan dibeli, sehingga jika barangnya memiliki merek yang baik maka semakinmenambah kepercayaan konsumen
4
.Apabila suatu barang dan atau jasa tidak memiliki merek tentu saja produk yang bersangkutan tidak akan dikenal oleh konsumen. Oleh karena itu suatu produk yang berkualitas ataupun yang tidak tentu memiliki merek. Bahkan tidak menutup kemungkinan,merek yang telah dikenal luas oleh masyarakat karena mutu dan kualitasnya serta hargayang komperatif akan selalu diikuti, ditiru, dipakai mereknya hal ini merupakan bentuk  persaingan yang tidak sehat
5
.Istilah merek diartikan sebagai tanda atau simbol yang berupa gambar, nama kata,huruf, angka, susunan warna atau kombinasi warna dari unsur-unsur tersebut yang memilikidaya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan baik barang maupun jasa
6
.Berdasarkan definisi tersebut yang menarik adalah dalam merek tersebut haruslah memilikidaya pembeda dan yang hanya dilindungi adalah baik barang maupun jasa, hal ini wajar karena yang menjadi tren perdagangan sekarang ini tidak hanya barang saja namun juga jasaseperti jasa perbankan, jasa angkutan darat laut dan udara, jasa salon dan lain-lain.Dalam era pasar bebas sekarang ini perdagangan antar negara semakin bebas,Indonesia banyak berdatangan merek-merek baru dari luar negeri. Tidak hanya dari NegaraEropa seperti Gucci, Mercedes Benz, dan Siemen yang masuk ke Indonesia, juga brandterkenal dari Negara Asia tidak kalah bersaing untuk masuk. Sebut saja Giordono dariHongkong, Bread Talk dari Singapura, Choo dari Malaysia, dan masih banyak lagi. Didalam negeri sendiri juga banyak merek-merek yang sudah dikenal luas seperti merek-merek  jamu-jamu tradisional yang namanya terkenal tidak hanya di Indonesia namun juga di lua
3
Insan Budi Maulana,
Sukses Bisnis Melalui Merek, Paten,dan Hak Cipta
, Citra Aditya Bakti, Bandung,1997, hal.60.
4
Wiratmo Dianggoro, ”
 Pembaharuan Undang-Undang Merek dan Dampaknya bagi Dunia Bisnis
”,Artikel pada Jurnal Bisnis, Vol 2, 1997, hal .34.
5
 
Insan Budi Maulana,
Op.Cit.
,hal.60.
6
 
Defenisi tersebut dalam Pasal 1 angka (1) Undang-Undang No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek.
 
JURNAL STIA SETIH SETIO (WAHANA PENGKAJIAN ILMU ADMINISTRASI ) ISSN 2089-7243VOLUME 1 No.1 Februari 2012
negeri seperti: Sido Muncul dan juga jasa-jasa perhotelan seperti Hotel Sahid Raya yangkesemuanya adalah merek dagang dan jasa yang telah terdaftar sebagaimana ditentukan olehUndang-Undang No. 15 Tahun 2001 Tentang Merek, merek tersebut sudah memiliki pangsa pasar yang luas di beberapa Negara. Kehadiran globalisasi ekonomi itu menuntut untuk tanggap dan mengerti apa yang harus dilakukan salah satunya adalah membuat aturanhukum yang dapat melindungi merek dari dalam maupun dari luar negeri. Maka kehadiranUndang-Undang No.15 Tahun 2001 ini merupakan upaya nyata dalam melakukan perlindungan hukum bagi pemilik merek di Indonesia.Dalam sejarahnya, Indonesia telah mengatur tentang merek ini sejak tahun 60an,yang mana pengaturan itu melalui Undang-Undang dan peraturan pelaksananya, dalam perkembangannya Undang-Undang Merek mengalami perubahan penyesuaian dengankebutuhan nasional maupun internasional, Pengaturan merek ini awalnya diatur denganUndang-Undang No. 21 Tahun 1961 kemudian diubah menjadi Undang-Undang No. 19Tahun 1992 Kemudian diubah lagi dengan Undang-Undang No. 14 Tahun 1997 dan terakhir diubah dengan Undang-Undang No. 15 Tahun 2001. Latar belakang diberlakukannyaUndang-Undang No. 15 Tahun 2001 ini didasarkan telah bergabungnya Indonesia diorganisasi perdagangan dunia yaitu
World Trade Organization
atau disingkat
WTO
, pengaturan melalui undang-undang ini sebagai bentuk sinergisitas antara undang-undangmerek yang ada di Indonesia dengan ketentuan-ketentuan
 Agreement on Trade Relative on Aspec Intelectual Properti Right 
atau lebih dikenal dengan
TRIPs
,
TRIPs
ini merupakankonsewensi logis bagi anggota
WTO
di seluruh dunia
7
. Disamping itu juga ada yangmempengaruhi perubahan Undang-Undang merek yaitu
 Paris Convention for the Protectionof Indrustri Property
atau sering disebut
 Paris Convenan
dan juga
Tradmark Law Triaty
.Pengaturan tentang merek melalui undang-undang menunjukan adanya keinginandari pemerintah untuk melindungi pemilik merek baik yang ada didalam maupun luar negeri, perlindungan tersebut dituangkan dalam pasal-pasal yang ada dalam Undang-Undang No.15 Tahun 2001 Tentang merek.Perlindungan hukum itu bertujuan untuk memberikan kepastian hukum danmemberikan rasa keadilan bagi pemilik merek yang telah mendaftarkan mereknya sehinggaoleh Negara diberikan hak atas merek sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 3 Undang-Undang No.15 Tahun 2001 Tentang Merek menentukan :Hak atas merek adalah hak eksklusif yang diberikan oleh Negera kepada pemilik merek yang terdaftar dalam daftar umum merek untuk jangka waktu tertentu denganmenggunakan sendiri merek tersebut atau memerikan izin kepada pihak lain untuk menggunakannya.Hak atas merek yang diberikan Negara tersebut memberikan keleluasaan kepada pemilik merek untuk menggunakannya dan atau melakukan memberikan izin kepada pihak lain untuk menggunakan merek tersebut dengan kesepakatan-kesepakan yang salingmenguntungkan.Untuk dapat memiliki hak atas merek pemilik merek yang belum terdaftar harusmendaftarkan mereknya kepada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, dengan
7
Agung Indrianto. “
 Implikasi memberlakukan perjanjian NICE mengenai klasifikasi barang dan jasadalam pelaksanaan pendaftran merek di Indonesia
 ,
majalah media HaKI Bulan Desember hal. 14.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->