Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Bahasa Inggris

Sejarah Bahasa Inggris

Ratings: (0)|Views: 148|Likes:
Published by silma_me
sastra
sastra

More info:

Published by: silma_me on Sep 05, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/10/2014

pdf

text

original

 
PERKEMBANGAN BAHASA INGGRISBahasa Inggris Proto
Suku-suku bangsa Jerman yang memelopori bahasa Inggris (suku Anglia, Saxon, Frisia, Jute danmungkin juga Frank), berdagang dengan dan berperang dengan rakyat Kekaisaran Romawi yangmenuturkan bahasa Latin dalam proses invasi bangsa Jermanik ke Eropa dari timur. Dengan itubanyak kata-kata Latin yang masuk kosakata bangsa-bangsa Jermanik ini sebelum mereka mencapaipulau Britania. Contohnya antara lain adalah camp (kamp), cheese (keju), cook (memasak), dragon(naga), fork (porok, garpu), giant (raksasa), gem (permata), inch (inci), kettle (ketel), kitchen (dapur),linen (kain linen), mile (mil), mill (kincir angin), noon (siang), oil (oli, minyak), pillow (bantal), pin(paku), pound (pon), soap (sabun), street (jalan), table (meja), wall (tembok), dan wine (anggur).Bangsa Romawi juga memberi bahasa Inggris beberapa kata yang mereka sendiri pinjam daribahasa-bahasa lain seperti kata-kata: anchor (jangkar), butter (mentega), cat (kucing), chest (dada),devil (iblis), dish (piring, makanan), dan sack (saku).Menurut Anglo-Saxon Chronicle, sekitar tahun 449, Vortigern, Raja Kepulauan Britania, mengundang
“Angle kin” (Suku Anglia yang dipimpin oleh Hengest dan Horsa) untuk menolongnya dalam
penengahan konflik dengan suku Pict. Sebagai balasannya, suku Angles diberi tanah di sebelahten
ggara Inggris. Lalu pertolongan selanjutnya dibutuhkan dan sebagai reaksi “datanglah orang
-
orang dari Ald Seaxum dari Anglum dari Iotum” (bangsa Saxon, suku Anglia, dan suku Jute). Chronicle
ini membicarakan masuknya banyak imigran atau pendatang yang akhirnya mendirikan tujuhkerajaan yang disebut dengan istilah heptarchy. Para pakar modern berpendapat bahwa sebagianbesar cerita ini merupakan legenda dan memiliki motif politik. Selain itu identifikasi para pendatangdi Inggris dengan suku Angle, Saxon, dan Jute tidak diterima lagi dewasa ini (Myres, 1986, p. 46 dst.),terutama setelah diterima bahwa bahasa Anglo-Saxon ternyata lebih mirip dengan bahasa Frisiadaripada bahasa salah satu sukubangsa yang disebut di atas ini.
Bahasa Inggris Kuno
Para pendatang yang menginvasi pulau Britania mendominasi penduduk setempat yang menuturkanbahasa Keltik. Bahasa Keltik akhirnya bisa lestari di Skotlandia, Wales dan Cornwall. Dialek-dialekyang dipertuturkan oleh para pendatang yang menginvasi Britania pada zaman sekarang disebutdengan nama bahasa Inggris Kuno, dan akhirnya bahasa Anglo-Saxon. Kemudian hari, bahasa inidipengaruhi bahasa Jermanik Utara; bahasa Norwegia Kuna yang dipertuturkan oleh kaum Vikingyang menginvasi dan akhirnya bermukim di sebelah timur laut Inggris (lihat Jórvík). Para pendatangyang bermukim lebih awal menuturkan bahasa-bahasa Jermanik dari cabang yang berbeda. Banyakdari akar kosakata mereka memang sama atau mirip, meski tatabahasanya agak lebih berbedatermasuk prefiks (awalan), sufiks (akhiran), dan hukum infleksi (takrifan) dari banyak kata-kata.Bahasa Jermanik dari orang-orang Britania yang berbahasa Inggris Kuno ini, terpengaruhi kontakdengan orang-orang Norwegia yang menginvasi Britania. Hal ini kemungkinan besar merupakanalasan daripada penyederhanaan morfologis bahasa Inggris Kuno, termasuk hilangnya jenis kelaminkata benda dan kasus (kecuali pronominal). Karya sastra ternama yang masih lestari dari masa
Inggris Kuno ini adalah sebuah fragmen wiracarita “Beowulf”. Penulisnya ti
dak diketahui, dan karyaini sudah dimodifikasi secara besar oleh para rohaniwan Kristen, lama setelah digubah.Kemudian introduksi agama Kristen di Britania menambah sebuah gelombang baru yang membawabanyak kata-kata pinjaman dari bahasa Latin dan bahasa Yunani.Selain ada yang berpendapat bahwa pengaruh bahasa Norwegia berlangsung sampai pada AbadPertengahan awal.
 
Masa Inggris Kuno secara resmi berakhir dengan Penaklukan Norman, ketika bahasa Inggris secaradrastik dipengaruhi bahasa kaum Norman ini yang disebut bahasa Norman dan merupakan sebuahdialek bahasa Perancis.Penggunaan istilah Anglo-Saxon untuk mendeskripsikan pembauran antara bahasa serta budayaAnglia dan Saxon merupakan sebuah perkembangan modern. Menurut Lois Fundis, (Stumpers-L,
Jum’at,
14 Des 2001)
* “The first citation for the second definition of ‘Anglo
-
Saxon’, referring to early English language or
a certain dialect thereof, comes during the reign of Elizabeth I, from an historian named Camden,who seems to be the person most responsible for the term becoming well-
known in modern times.”
 
* “Kutipan pertama untuk definisi kedua ‘Anglo
-
Saxon’, merujuk pada bahasa Inggris awal atau
dialek tertentu dari bahasa ini, muncul selama pemerintahan Elizabeth I, dari seorang sejarawanbernama Camden, yang kelihatannya menjadi orang paling bertanggung jawab untuk menjadi
terkenalnya istilah ini pada masa modern.”
 
Bahasa Inggris Pertengahan
Selama 300 tahun setelah invasi kaum Norman di Britania pada tahun 1066, raja-raja Norman dankaum bangsawan hanya menuturkan bahasa Perancis dialek Norman saja yang disebut dengan namabahasa Anglo-Norman. Sementara itu bahasa Inggris berlanjut sebagai bahasa rakyat. SementaraAnglo-Saxon Chronicle tetap ditulis sampai tahun 1154, sebagian besar karya sastra lainnya darimasa ini ditulis dalam bahasa Perancis Kuna atau bahasa Latin.Sejumlah besar kata-kata Norman dipinjam dalam bahasa Inggris Kuno dan menghasilkan banyaksinonim (sebagai contoh diambil ox/beef (sapi), sheep/mutton (kambing), dan lain-lain). PengaruhNorman ini memperkuat kesinambungan perubahan-perubahan bahasa Inggris pada abad-abadselanjutnya dan menghasilkan sebuah bahasa yang sekarang disebut dengan istilah bahasa InggrisPertengahan. Salah satu perubahannya adalah meningkatnya pemakaian sebuah aspek uniktatabahasa Inggris yang disebut dengan istilah continuous tense dengan imbuhan atau sufiks -ing.Ejaan bahasa Inggris juga dipengaruhi bahasa Perancis pada periode ini. Bunyi-
bunyi /θ/ dan /ð/
sekarang dieja sebagai th dan bukan dengan huruf Inggris Kuno þ and ð, yang tidak ada dalambahasa Perancis.Selama abad ke-15, bahasa Inggris Pertengahan berubah lebih lanjut lagi. Perubahan ini disebut
sebagai The Great Vowel Shift (“Pergeseran Vokal Besar”), dan dimulai dengan penyebaran dialek
London bahasa Inggris yang mulai dipakai oleh pemerintahan dan munculnya buku-buku cetak.Bahasa Inggris modern sendiri bisa dikatakan muncul pada masa William Shakespeare. Penulisternama dari masa Inggris Pertengahan ini ialah Geoffrey Chaucer, dengan karyanya yang terkenalThe Canterbury Tales.Banyak sumber sezaman menyatakan bahwa dalam kurun waktu lima puluh tahun setelah Invasikaum Norman, sebagian besar kaum Norman di luar istana berganti bahasa dan menuturkan bahasaInggris. Bahasa Perancis kala itu tetap menjadi bahasa resmi pemerintahan dan perundang-undangan yang bergengsi di luar dinamika sosial. Sebagai contoh, Orderic Vitalis, seorang sejarawanyang lahir pada tahun 1075 dan seorang anak ksatria Norman, menyatakan bahwa ia hanyamempelajari bahasa Perancis sebagai bahasa kedua.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->