7.
Ada-tidaknya pedagang asongan
8.
Ada-tidaknya tempat putaran kendaraanJika di kawasan PKL terdapat semua komponen kemacetan tersebut, maka kawasan itumemiliki skor 8, dan sebaliknya jika suatu kawasan PKL tidak memiliki satupun darikomponen itu, maka kawasan tersebut memiliki skor 0 (nol). Secara matematis, skor komponen kemacetan dihitung dengan rumus pada Persamaan 1.dimana,SKM = skor komponen kemacetanX
i
= komponen kemacetan ke-i (i=l,2,....,8)Skor dampak ”node” atau pusat pertemuan (keramaian) dihitung dari ada-tidaknya pengaruh pusat keramaian yang mempunyai dampak tinggi, sedang dan rendah. Nilai skor dampak pusat keramaian, dihitung secara tertimbang. Pusat keramaian dampak tinggi diberi bobot 3, sedang 2 dan rendah diberi bobot 1. Nilai skor dampak node suatu kawasan PKL,dihitung dengan rumus pada Persamaan 2.dimana,SDN = skor dampak nodeT = node dampak tinggiS = node dampak sedangR = node dampak rendahMengingat diantara variabel klasifikasi terdapat korelasi yang tinggi, maka tidak baik dilakukan analisis “cluster” secara langsung. Berdasarkan fakta ini, terhadap ke-6 variabelkunci untuk klasifikasi PKL tersebut dilakukan analisis faktor terlebih dahulu.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Klasifikasi PKL
Dari hasil perhitungan skor komponen kemacetan (SKM), maka didapatkan bahwakategori pusat dampak tinggi mencakup Stasiun Kereta Api, Terminal Baranang Siang,Kawasan Pertokoan Jembatan Merah dan Pasar Bogor. Pusat kemacetan dampak sedangmencakup Pjasa Jambu Dua, Pasar Gembrong, Terminal Merdeka, Kawasan Empang, MegaM, Bogor Indah Plasa, Kawasan Air Mancur serta Hero Pajajaran. Selanjutnya pusatkemacetan dampak rendah mencakup Pasar Kemang, Kantor Bank, Sekolah, Kantor Pemerintahan yang memberikan pelayanan publik, Hotel, Sarana Ibadah, Pasar Depris,Lapangan Olah Raga, Rumah Sakit, Pasar Gunung Batu, Pasar Kebon Jahe, TPU, GedungPertemuan serta Tempat Hiburan. Simpul-simpul kemacetan di Kota Bogor tersaji padaLampiran Peta 1.Dari hasil analisis faktor menunjukkan bahwa dari ke-6 variabel awal, terbentuk 3faktor baru (Tabel 1). Faktor pertama (faktor keramaian) dicirikan (loading > 0,5) olehdampak node atau keramaian. Faktor kedua (faktor omset dan tenaga kerja) dicirikan oleh penggunaan tenaga kerja dan volume omset. Faktor ketiga (faktor modal usaha dan durasi)dicirikan oleh besarnya modal usaha dan durasi kegiatan. Ketiga faktor tersebut, mampumenjelaskan sebesar 69,6 % (Tabel 2). Dalam analisis selanjutnya, ketiga faktor yang
Add a Comment