• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Perencanaan Kota dan Wilayah
Perencanaan kotadanwilayahmenggunakan ilmu geografi untuk membantu mempelajari bagaimana membangun (atau tidak membangun) suatu lahan menurut kriteria tertentu, misalnya keamanan,keindahan, kesempatan ekonomi, perlindungan cagar alam tau cagar budaya, dsb. Perencanaan kota, baik kota kecil maupun kota besar, atau perencanaan pedesaan mungkin bisa dianggap sebagai geografiterapan walau mungkin terlihat lebih banyak seni dan pelajaran sejarah. Beberapa masalah yangdihadapi para perencana wilayah diantaranya adalah eksodus masyarakat desadan kota dan Pertumbuhan Pintar  (
Smart Growth
).
[sunting] Ilmu Wilayah
Pada tahun1950-an, gerakanilmu wilayahmuncul, dipimpin olehWalter Isarduntuk menghasilkan lebih banyak dasar kuantitatif dan analitis pada masalah geografi, sebagai tanggapan atas pendekatankualitatif pada program geografi tradisional. Ilmu wilayah berisi pengetahuan bagaimana dimensikeruangan menjadi peran penting, sepertiekonomi regional,  pengelolaan sumber daya, teori lokasi,  perencanaan kota danwilayah,transportasidankomunikasi,geografi manusia, persebaran populasi, ekologi muka bumidan kualitas lingkungan.
Struktur ruang kota
Setelah mempelajari ciri-ciri kota sebagaimana diungkapkan di muka, nampaknya struktur ruang dikota jauh lebih beragam dibanding di desa. Pada kota-kota besar, struktur tesebut lebih kompleksdibanding karena jenis aktivitas penduduk yang juga lebih beragam. Beberapa ahli perkotaan sepertiernest w. Burgess, homer hoyt, serta c.d. harris dan e.l. ullman membuat struktur kota secara ideal. Namun demkian, pada kenyataannya banyak kota yang memiliki struktur lebih rumit, bahkan tidak memiliki struktur yang jelas.
1. Teori konsentris dari Ernest W. Burgess
Teori zona konsentris yang dikembangkan oleh Ernest w. Burgess, membagi kota kedalam lima zonayang berbentuk memusat.Kelima zona tersebut adalah sebagai berikut.a. Zona pusat daerah kegiatan (PDK)zona pusat kegiatan atau disebut pula
central bussiness district(CBD).
Dalam zona ini terdapat toko-toko besar dan gedung perkantoran seperti bank, pertokoan, dan rumah makan. b. Zona peralihan atau zona transisizona transisi masih terikat dengan zona pusat kegiatan. Pada zona ini terdapat penduduk yang tidak stabil, baik ditinjau dari tempat tinggal, maupun dari segi ekonomi. Penduduk di wilayah iniumumnya adalah penduduk miskin. Biasanya, seiring dengan perkembangan kota, daerah ini
 
menjadi sasaran pembangunan gedung-gedung untuk perhotelan, tempat parkir, dan jalan-jalanutama.c. Zona pemukiman kelas proletar zona ini disebut juga
 zona working men’s homes
atau
kaum pekerja.
Penduduk di wilayah ini umumnyakurang mampu dilihat dari segi pendapatan. Perumahan yang dibangun relatif kecil tetapi masihlebih baik dibanding pada zona transisi.d. Zona pemukiman kelas menengah (residential zona)sesuai dengan namanya, zona ini terdiri atas pemukiman para karyawan kelas menengah yang memilikikeahlian tertentu. Karena itu, pemukimannya lebih baik dibanding dengan zona proletar.e. Zona penglaju (zona commuters)zona ini dihuni oleh para penglaju yaitu mereka yang bekerja di kota tetapi tinggal di daerah belakangatau
hinterland.
Karena itu, setiap hari mereka pulang pergi dari rumah ke tempat kerjamenggunakan berbagai jenis kemdaraan.
2. Teori sektor dari Homer Hoyt
Menurut hoyt, perkembangan di daerah perkotaan tidak mengikuti zona-zona yang teratur secarakonsentris, melainkan berupa sektor-sektor. Menurutnya, daerah-daerah industri berkembang sepanjanglembah sungai dan jalur lintasan kereta api yang menghubungkan kota tersebut dengan kota lainnnya.Hoyt beranggapan bahwa daerah-daerah yang memiliki sewa tanah atau harga tanah yang tinggi akanterletak di tepi luar dari kota. Selain itu, dia juga beranggapan bahwa daerah-daerah yang memilikisewa dan harga tanah yang rendah merupakan jalur yang mirip dengan potongan kue tart, sehingga bentuk struktur ruang kota tidak konsentris.Menurut Hoyt pola keruangan kota adalah sebagai berikut.a. Zona pusat daerah kegiatan berada pada pusat atau tengah kota seperti halnya dalam teori konsentris.Pada zona ini terdapat kantor, hotel, pusat perbelanjaan, pasar, bioskop, dan berbagai pusat aktivitasmanusia lainnya. b. manufaktur dan grosir memanjang ke arah luar dari pusat kota.c. di dekat atau di sekitar pusat kota terdapat zona pemukiman kelas rendah.d. berbatasan dengan zona pemukiman kelas rendah ke arah luar terdapat zona pemukiman kelasmenengah.e. zona pemukiman kelas tinggi memanjang mulai dari pusat kota sampai ke arah luar kota.
3. Teori inti berganda (
multiple nucklei)
dari harris dan ullman
harris dan ullman mengembangkan pola keruangan kota yang membagi kota menjadi sejumlah inti
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...