/  10
 
08
Fall
SMA BINA INSANI
Amila Y. dan Noviana D. 10-3
sejarah masuknya Islam ke Indonesia dari masa kolonial hingga merdeka.Dari segi arsitektur , pendidikan dan organisasi
February
09
 
SEJARAH ISLAM DI INDONESIA
 
ISLAM DI INDONESIA
Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar ummat Muslim didunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk. Walau Islam menjadi mayoritas, namun Indonesiabukanlah negara yang berasaskan Islam.
MASUKNYA ISLAM
Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus munculsampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesiasejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asalkedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya.Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, dikalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat. Ahmad MansurSuryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama,teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat –India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M. Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsungdari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitarabad ke-7 M. Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peranpara pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah keGujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. MelaluiKesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapaiSemenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat.
 
MASA KOLONIAL
Pada abad ke-17 masehi atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belandadatang ke Nusantara untuk berdagang, namun pada perkembanganselanjutnya mereka menjajah daerah ini. Belanda datang ke Indonesiadengan kamar dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh wilayahNusantara dikuasainya kecuali Aceh. Saat itu antara kerajaan-kerajaanIslam di Nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama.Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong.Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahanantara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telahditerapkan oleh para ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, paraulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri(peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siapmelawan penjajah, sedangkan ulamanya menjadi panglima perang.Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad ke-13 menjadikekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan denganadanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam yang syair-syairnyaberisi seruan perjuangan. Para ulama menggelorakan jihad melawanpenjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnyamenggunakan strategi-strategi:

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...