Dan di sini Tubuhku – peluklah dengan lenganpenuh cintaku;Dan di sini Bibirku – berikan padanya ciumanyang dalam dan memusingkan.
Dalam hening malam, aku sendiri melihat bintang- bintang bertaburan di langit gelap dengan sinar rembulanmalam. Semilir angin malam yang dingin dan lembabmenambah sunyi malam ini. Entah mengapa hati begitukalud, serasa sesak dadaku, serasa penuh tiada ruang lagi,udara terasa pengap dan menyiksaku, terasa sangatmenyakitkan untuk kepalaku. Malam semakin larut hatiku pun semakin kalud, aku jadi gelisah, mataku tak mauterpejam, di atas ranjang beberapa kali membolak-balik posisi tubuhku. Kenapa?? Mengapa aku segelisah ini?!Kenapa malam ini begitu lama dan terasa menyesakkan. Akumerasa diriku sendirian saat ini, tanpa seseorang disampingku. Aku rindu… aku rindu pada seseorang. Akuteramat rindu padanya. Tapi dia tak mampu aku gapai, kamiterlalu jauh. Aku merindukannya. Aku merindukansenyumnya, suaranya, pandangan matanya, semuanyatentang dia. Oh, God…… salah kah aku seperti ini??? Kudekap bonekaku erat-erat, ku peluk erat dan ku cium hidungmerahnya, tanpa terasa air mataku mengalir dengankekacauan hatiku dengan kekaludan jiwaku serta dengansegenap rasa rinduku padanya. Hanya “si kecil” tempatkumengadu, meluapkan segala perasaanku, boneka Panda bertopi merah yang membawa hatiku. Dan waktu pun terus berlalu dan aku pun terlelap dalam rinduku.Kala waktu terus berjalan maju, berlalu…….3
Leave a Comment