Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
11Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ekonomi Kerakyatan

Ekonomi Kerakyatan

Ratings: (0)|Views: 3,440|Likes:
Published by nur fitrianto

More info:

Published by: nur fitrianto on Jun 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/06/2013

pdf

text

original

 
Ekonomi KerakyatanEkonomi Rakyat dan Koperasi SebagaiSokoguruPerekonomian NasionalOleh: Revrisond BaswirKepala Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan UGM, Jogjakarta
Salah satu gagasan ekonomi yang dalam beberapa waktu belakanganini cukup banyakmengundang perhatian adalah mengenai 'ekonomi kerakyatan'. Ditengah-tengahhimpitan krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia, sertamaraknya perbincanganmengenai globalisasi dan globalisme dalam pentas wacana ekonomi-politik dunia,kehadiran ekonomi kerakyatan dalam pentas wacana ekonomi-politikIndonesia memangterasa cukup menyegarkan. Akibatya, walau pun penggunaanungkapan itu dalamkenyataan sehari-hari cenderung tumpang tindih dengan ungkapanekonomi rakyat,ekonomi kerakyatan cenderung dipandang seolah-olah merupakangagasan baru dalampentas ekonomi-polilik di Indonesia.Kesimpulan seperti itu tentu tidak dapat dibenarkan. Sebab, biladitelusuri ke belakang,dengan mudah dapat diketahui bahwa perbincangan mengenaiekonomi kerakyatansesungguhnya telah berlangsung jauh sebelum Indonesiamemproklamkkankemerdekaannya. Pada mulanya adalah Bung Hatta, di tengah-tengahdampak burukdepresi ekonomi dunia yang tengah melanda Indonesia, yang menulissebuah artikeldengan judul Ekonomi Rakyat di harian Daulat Rakyat (Hatta, 1954).Dalam artikel yangditerbitkan tanggal 20 Nopember 1933 tersebut, Bung Hatta secara jelas mengungkapkankegusarannya dalam menyaksikan kemerosotan kondisi ekonoroirakyat Indonesia dibawah tindasan pemerintah Hindia Belanda. Yang dimaksud dengan ekonomi rakyat oleh Bimg Hatta ketika itutentu tidak lain dari
 
ekonomi kaum pribumi atau ekonomi penduduk asli Indonesia.Dibandmgkan denganekonomi kaum penjajah yang berada di lapisan atas, dan ekonomiwarga timur asing yangberada di lapisan tengah, ekonomi rakyat Indonesia ketika itu memangsangat jauhtertinggal. Sedemikian mendalamnya kegusaran Bung Hattamenyaksikan penderitaanrakyat pada masa itu, meika tahun 1934 beliau kembali menulissebuah artikel dengannada serupa. Judulnya kali ini adalah Ekonomi Rakyat Dalam Bahaya(Hatta, 1954). Dari judulnya dengan mudah dapat diketahui betapa semakinmendalamnya kegusaran BungHatta menyaksikan kemerosotan ekonomi rakyat Indonesia di bawahtindasan pemerintahHindia Belanda. Tetapi sebagai seorang ekonom yang berada di luar pemerintahan,Bung Hatta tentu tidakbisa berbuat banyak untuk secara langsung mengubah kebijakanekonomi pemerintah.Untuk mengatasi kendala tersebut, tidak ada pilihan lain bagi BungHatta kecuali terjunsecara langsung ke gelanggang politik. Dalam pandangan Bung Hatta,perbaikan kondisiekonomi rakyat hanya. mungkin dilakukan bila kaum penjajahdisingkirkan dari negeriini. Artinya, bagi Bung Hatta, perjuangan merebut kemerdekaan sejaksemula memangdiniatkan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari upaya untukmeningkatkankesejahteraan rakyat.Walau pun demikian, sebagai seorang ekonom pejuang, tidak berartiBung Hatta sertamerta meninggalkan upayanya untuk memperkuat ekonomi rakyatmelalui perjuanganekonomi. Tindakan konkret yang dilakukan Bung Hatta untukmemperkuat ekonomirakyat ketika itu adalah dengan menggalang kekuatan ekonomi rakyatmelaluipengembangan koperasi. Terinspirasi oleh perjuangan kaum buruh dantani di Eropa,Bung Hatta berupaya sekuat tenaga untuk mendorong pengembangankoperasi sebagaiwadah perjuangan ekonomi rakyat.
 
Sebagaimana terbukti kemudian, kepedulian Bung Hatta terhadapkoperasi tersebutberlanjut jauh setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya.Hal itu antara laindisebabkan oleh kesadaran Bung Hatta bahwa perbaikan kondisiekonomi rakyat tidakmungkin hanya disandarkan pada proklamasi kemerdekaan.Perjuangan untukmemperbaiki kondisi ekonomi rakyat harus terus dilanjutkan denganmengubah strukturekonomi Indoncsia dari sebuah perekonomian yang berwatak koionialmenjadi sebuahperekonomian nasional. Sebagaimana dikemukakan Bung Karno, yangdimaksud denganckonomi nasional adalah sebuah perekonomian yang ditandai olehmeningkatnya peranserta rakyat banyak dalam penguasaan modal atau faktor-faktorproduksi di tanah air(lihat Weinsten, 1976).Kesadaran-kesadaran seperti itulah yang menjadi titik tolakperumusian pasal 33 UndangUndang Dasar (UUD) 1945. Sebagaimana dikemukakan dalampenjelasan pasal tersebut,"Dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksidikerjakan oleh semuaunluk semua di bawah pimpinan atau penilikan anggota-anggotamasyarakat.Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuranorang seorang. Sebabitu, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azaskekeluargaan.Bangun perusahaan yang sesuai dengan itu ialah koperasi."Dalani kutipan penjelasan Pasal 33 UUD 1945 tersebut, ungkapanekonomi kerakyatanmemang tidak ditemukan secara eksplisit. Ungkapan konsepsionalyang ditemukan dalampenjelasan Pasal 33 itu adalah mengenai 'demokrasi ekonomi'. Walau ipun demikian,mengacu pada definisi kata 'kerkayatari' sebagaimana dikemukakanoleh Bung Hatta(Hatta, 1932), serta penggunaan kata kerakyatan pada sila keempatPancasila, tidakterlalu sulit untuk disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan ekonomikerakyatansesungguhnya tidak lain dari demokrasi ekonomi sebagaimanadikemukakan dalam

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Arief Coeadner liked this
Nenny Febrina liked this
bangsayang liked this
Andi_stat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->