Sekitar 30-juta tahun di pertengahan jaman Cretaceous, pada akhir jaman dinosaurus, lebih dari50% dari cadangan minyak dunia yang sudah diketahui terbentuk. Cadangan lainnya bahkandiperkirakan lebih tua lagi. Dari sebuah fosil yang diketemukan bersamaan dengan minyak bumidari jaman Cambrian, diperkirakan umurnya sekitar 544 sampai 505-juta tahun yang lalu.Para geologis umumnya sependapat bahwa minyak bumi terbentuk selama jutaan tahun dariorganisme, tumbuhan dan hewan, berukuran sangat kecil yang hidup di lautan purba. Begituorganisme laut ini mati, badannya terkubur di dasar lautan lalu tertimbun pasir dan lumpur,membentuk lapisan yang kaya zat organik yang akhirnya akan menjadi batuan endapan(sedimentary rock). Proses ini berulang terus, satu lapisan menutup lapisan sebelumnya. Laluselama jutaan tahun berikutnya, lautan di bumi ada yang menyusut atau berpindah tempat.Deposit yang membentuk batuan endapan umumnya tidak cukup mengandung oksigen untuk mendekomposisi material organik tadi secara komplit. Bakteri mengurai zat ini, molekul demimolekul, menjadi material yang kaya hidrogen dan karbon. Tekanan dan temperatur yangsemakin tinggi dari lapisan bebatuan di atasnya kemudian mendistilasi sisa-sisa bahan organik,lalu pelan-pelan mengubahnya menjadi minyak bumi dan gas alam. Bebatuan yang mengandungminyak bumi tertua diketahui berumur lebih dari 600-juta tahun. Yang paling muda berumur sekitar 1-juta tahun. Secara umum bebatuan dimana diketemukan minyak berumur antara 10-jutadan 270-juta tahun.
Bagaimana caranya menemukan minyak bumi ?
Ada berbagai macam cara: observasi geologi, survei gravitasi, survei magnetik, survei seismik,membor sumur uji, atau dengan educated guess dan faktor keberuntungan.
•
Survei gravitasi: metode ini mengukur variasi medan gravitasi bumi yangdisebabkan perbedaan densitas material di struktur geologi kulit bumi.
•
Survei magnetik: metode ini mengukur variasi medan magnetik bumi yangdisebabkan perbedaan properti magnetik dari bebatuan di bawahpermukaan. Survei magnetik dan gravitasi biasanya dilakukan di wilayahyang luas seperti misalnya suatu cekungan (basin).
•
Survei seismik menggunakan gelombang kejut (shock-wave) buatan yangdiarahkan untuk melalui bebatuan menuju target reservoir dan daerahsekitarnya. Oleh berbagai lapisan material di bawah tanah, gelombang kejutini akan dipantulkan ke permukaan dan ditangkap oleh alat receivers sebagaipulsa tekanan (oleh hydrophone di daerah perairan) atau sebagai percepatan(oleh geophone di darat). Sinyal pantulan ini lalu diproses secara digitalmenjadi sebuah peta akustik bawah permukaan untuk kemudian dapatdiinterpretasikan.
Aplikasi metode seismik:
1.Tahap eksplorasi: untuk menentukan struktur dan stratigrafi endapan dimanasumur nanti akan digali.2.Tahap penilaian dan pengembangan: untuk mengestimasi volume cadanganhidrokarbon dan untuk menyusun rencana pengembangan yang paling baik.3.Pada fase produksi: untuk memonitor kondisi reservoir, seperti menganalisiskontak antar fluida reservoir (gas-minyak-air), distribusi fluida dan perubahantekanan reservoir.
Setelah kita yakin telah menemukan minyak, apa selanjutnya ?Setelah mengevaluasi reservoir, selanjutnya tahap mengembangkan reservoir. Yang pertamadilakukan adalah membangun sumur (well-construction) meliputi pemboran (drilling),memasang tubular sumur (casing) dan penyemenan (cementing). Lalu proses completion untuk membuat sumur siap digunakan. Proses ini meliputi perforasi yaitu pelubangan dinding sumur; pemasangan seluruh pipa-pipa dan katup produksi beserta asesorinya untuk mengalirkan minyak dan gas ke permukaan; pemasangan kepala sumur (wellhead atau chrismast tree) di permukaan; pemasangan berbagai peralatan keselamatan, pemasangan pompa kalau diperlukan, dsb. Jikadibutuhkan, metode stimulasi juga dilakukan dalam fase ini. Selanjutnya well-evaluation untuk mengevaluasi kondisi sumur dan formasi di dalam sumur. Teknik yang paling umum dinamakanlogging yang dapat dilakukan pada saat sumur masih dibor ataupun sumurnya sudah jadi.
Ada berapa macam jenis sumur ?
Leave a Comment