Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 1996

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 1996

Ratings: (0)|Views: 1,264 |Likes:
Published by Yani Rk
HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG BERKAITANDENGAN TANAH
HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG BERKAITANDENGAN TANAH

More info:

Published by: Yani Rk on Jun 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 4 TAHUN 1996TENTANGHAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTA BENDA-BENDA YANG BERKAITANDENGANTANAH
DENGAN RAHMAT TUHAN YANGMAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMenimbang: a. bahwa dengan bertambah meningkatnyapembangunan nasional yangbertitik berat pada bidang ekonomi, dibutuhkanpenyediaan dana yang cukupbesar, sehingga memerlukan lembaga hak jaminan yangkuat dan mampumemberi kepastian hukum bagi pihak-pihak yang berkepentingan,yang dapatmendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunanuntukmewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil, dan makmur berdasarkan Pancasiladan Undang-Undang Dasar 1945;b. bahwa sejak bertakunya Undang-UndangNomor 5 Tahun 1960 tentangPeraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria sampai dengansaat ini, ketentuan-ketentuan yang lengkap mengenai Hak Tanggungan sebagailembaga hak jaminan yang dapat dibebankan atas tanah berikut atau tidak berikutbenda-benda yang berkaitan dengan tanah, belum terbentuk;c. bahwa ketentuan mengenai Hypotheeksebagaimana diatur dalam Buku IIKitab Undang-Undang Hukum Perdata Indonesiasepanjang mengenai tanah,dan ketentuan mengenai Credietverband dalamStaatsblad 1908-542sebagaimana telah diubah dengan Staatsblad 1937-190, yangberdasarkanPasal 57 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang PeraturanDasarPokok-Pokok Agraria, masih diberlakukan sementara sampai denganterbentuknyaUndang-Undang tentang Hak Tanggungan, dipandang tidaksesuai lagi dengankebutuhan kegiatan perkreditan, sehubungan denganperkembangan tata ekonomiIndonesia;d. bahwa mengingat perkembangan yang telahdan akan terjadi di bidangpengaturan dan administrasi hak-hak atas tanah sertauntuk memenuhikebutuhan masyarakat banyak, selain Hak Milik, Hak Guna Usaha,dan HakGuna Bangunan yang telah ditunjuk sebagai obyek Hak TanggunganolehUndang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria,Hak Pakai atas tanah tertentu yang wajib didaftar danmenurut sifatnya dapatdipindahtangankan, perlu juga dimungkinkan untukdibebani Hak Tanggungan;e. bahwa berhubung dengan hal-hal tersebutdi atas, perlu dibentuk Undang-undang yang mengatur Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-bendayang berkaitan dengan tanah, sebagaimana dimaksud dalamUndang-
 
Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 
Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-PokokAgraria,sekaligus mewujudkan unifikasi Hukum Tanah Nasional;Mengingat: 1. Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 ayat (1),dan Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945;2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960tentang Peraturan Dasar Pokok-PokokAgraria (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor104, Tambahan LembaranNegara Nomor 2043);Dengan persetujuanDEWAN PERWAKILAN RAKYATREPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG HAK TANGGUNGAN ATAS TANAH BESERTABENDA-BENDA YANG BERKAITAN DENGAN TANAH.
BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:1. Hak Tanggungan atas tanah beserta benda-benda yang berkaitandengan tanah, yangselanjutnya disebut Hak Tanggungan, adalah hak jaminan yangdibebankan pada hak atastanah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 5Tahun 1960 tentang PeraturanDasar Pokok-Pokok Agraria, berikut atau tidakberikut benda-benda lain yang merupakan satukesatuan dengan tanah itu, untukpelunasan utang tertentu, yang memberikan kedudukanyang diutamakan kepada kreditor tertentu terhadap kreditor-kreditor lain;2. Kreditor adalah pihak yang berpiutang dalam suatu hubungan utang-piutang tertentu;3. Debitor adalah pihak yang berutang dalam suatu hubungan utang-piutang tertentu;4. Pejabat Pembuat Akta Tanah, yang selanjutnya disebut PPAT,adalah pejabat umum yangdiberi wewenang untuk membuat akta pemindahan hak atastanah, akta pembebanan hakatas tanah, dan akta pemberian kuasa membebankan HakTanggungan menurut peraturanperundang-undangan yang berlaku;5. Akta Pemberian Hak Tanggungan adalah akta PPAT yang berisipemberian Hak Tanggungankepada kreditor tertentu sebagai jaminan untukpelunasan piutangnya;6. Kantor Pertanahan adalah unit kerja Badan PertanahanNasional di wilayah kabupaten,kotamadya, atau wilayah administratif lain yangsetingkat, yang melakukan pendaftaran hakatas tanah dan pemeliharaan daftarumum pendaftaran tanah.
 
Undang-Undang No. 4 Tahun 1996 
LAMPIRAN NOTA DINAS No. / / 2007tentang Revisi Pedoman Pengembangan UsahaPerum Perhutani (SK Dir No.400/Kpts/Dir/2007)Pasal 2
(1) Hak Tanggungan mempunyai sifat tidak dapat dibagi-bagi,kecuali jika diperjanjikan dalamAkta Pemberian Hak Tanggungan sebagaimanadimaksud pada ayat (2).(2) Apabila Hak Tanggungan dibebankan pada beberapa hak atastanah, dapat diperjanjikandalam Akta Pemberian Hak Tanggungan yangbersangkutan, bahwa pelunasan utang yangdijamin dapat dilakukan dengan caraangsuran yang besarnya sama dengan nilai masing-masing hak atas tanah yangmerupakan bagian dari obyek Hak Tanggungan, yang akandibebaskan dari HakTanggungan tersebut, sehingga kemudian Hak Tanggungan itu hanyamembebani sisaobyek Hak Tanggungan untuk menjamin sisa utang yang belum dilunasi.
Pasal 3
(1) Utang yang dijamin pelunasannya dengan Hak Tanggungan dapatberupa utang yang telahada atau yang telah diperjanjikan dengan jumlahtertentu atau jumlah yang pada saatpermohonan eksekusi Hak Tanggungan diajukandapat ditentukan berdasarkan perjanjianutang-piutang atau perjanjian lain yangmenimbulkan hubungan utang-piutang yangbersangkutan.(2) Hak Tanggungan dapat diberikan untuk suatu utang yang berasaldari satu hubungan hukumatau untuk satu utang atau lebih yang berasal daribeberapa hubungan hukum.
BAB IIOBYEK HAK TANGGUNGANPasal 4
(1) Hak atas tanah yang dapat dibebani Hak Tanggungan adalah:a.Hak Milik;b.Hak Guna Usaha;c.Hak Guna Bangunan.(2) Selain hak-hak atas tanah sebagaimana dimaksud pada ayat (1),Hak Pakai atas tanahNegara yang menurut ketentuan yang berlaku wajib didaftardan menurut sifatnya dapatdipindahtangankan dapat juga di-bebani HakTanggungan.(3) Pembebanan Hak Tanggungan pada Hak Pakai atas tanah Hak Milikakan diatur lebih lanjutdengan Peraturan Pemerintah.(4) Hak Tanggungan dapat juga dibebankan pada hak atas tanahberikut bangunan, tanaman,dan hasil karya yang telah ada atau akan ada yangmerupakan satu kesatuan dengan tanahtersebut, dan yang merupakan milikpemegang hak atas tanah yang pembebanannya dengantegas dinyatakan di dalamAkta Pemberian Hak Tanggungan yang bersangkutan.

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Heru Kancil liked this
Batat Agam liked this
Batat Agam liked this
Adrianto Amril liked this
fakafamikimi liked this
penyoko liked this
lukman shaleh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->